BE MY BABY

BE MY BABY
PART 36


__ADS_3

Bara berlari di tengah lorong rumah sakit setelah mendapat telpon dari sang mama bahwa Keyra dilarikan ke rumah sakit, kemudian Bara segera menuju ruang UGD untuk memastikan keadaan kekasihnya.


 


"Keyra gimana ma pa?" Tanya Bara langsung saat telah tiba di depan ruang UGD dan melihat mama dan papa nya sedang duduk di depannya.


 


"Keyra masih ditangani di dalam. Tadi papa sudah coba hubungi Pram, tapi tidak aktif. Nanti biar papa coba telpon lagi" jawab Aldi melihat kepanikan anaknya


 


Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut.


 


"Gimana dok? Semuanya baik-baik saja kan?" Serbu Bara setelah melihat dokter tersebut keluar.


 


"Beruntung luka di kepalanya tidak terlalu parah, hanya saja tangan kiri pasien ada sedikit bergeser tapi tidak perlu khawatir. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat. Saya permisi" Dokter tersebut segera berlalu dari Bara.


 


Bara cukup bersyukur luka pada diri Keyra tidak terlalu parah, karena dia sangat takut saat menerima kabar dari mama nya bahwa Keyra tertabrak.


 


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Bara bisa menemui Keyra di ruang rawat.


 


"Key.." panggil Bara saat melihat ternyata kekasihnya sudah sadar.


 


"Bara.."


 


"Keadaan kamu gimana? Mana yang sakit? Kamu kok gak istirahat sayang?" Tanya Bara beruntun dari sebelah bangkar Keyra


 


"Aku gak apa-apa kok, cuma kepalaku masih sedikit sakit aja. Kamu gak kasih tahu papa aku kan kalau aku di rumah sakit? Aku gak mau papa khawatir"


 


"Tadi sih papa aku udah.."


 


Ceklek..


 


"Keyra sayang.. kamu gak apa-apa nak?" Tanya pram panik

__ADS_1


 


Belum sempat Bara menyelesaikan kata-katanya, terdengar suara pintu terbuka, kemudian muncullah Pram dengan wajah paniknya yang diikuti Aldi dan juga Reva di belakangnya.


 


"Keyra gak apa-apa kok pa. Papa tenang aja" Kerya memberikan seulas senyumnya pada sang papa agar tidak membuatnya khawatir


 


"Gak apa-apa gimana? Kepala sama tangan kamu diperban gitu. Siapa orang kurang ajar yang berani nabrak kamu" geram Pram


 


"Tenang Pram, aku udah nyuruh anak buah ku buat nyelidikin orang yang nabrak Keyra tadi" ujar Aldi menenangkan


 


"Pa, ini salah aku. Aku yang tadi nyebrang gak hati-hati makanya jadi kayak gini. Gak usah nyelidikin hal ini segala. Om Aldi suruh anak buah Om buat gak usah nyelidikin ini. Ini emang cuma kecerobohan Keyra aja"


 


"Tapi sayang, kita harus bener-bener tahu apakah orang ini memang gak sengaja atau memang berencana nyakitin kamu"


 


"Pa pleasee..." Mohon keyra


 


"Papa kamu bener sayang, kita harus nyelidikin siapa yang udah nyelakain kamu."


 


 


"Sayang, maafin tante ya. Kalau aja tadi tante gak ngebiarin kamu balik ke kantor sendiri. Pasti semuanya gak bakal jadi gini."


 


"Gak tante, tante jangan nyalahin diri sendiri gitu. Lagian tadi kan Keyra sendiri yang nolak dianter tante, lagipula Keyra gak apa-apa kok."


 


"Paaa... masalah ini gak perlu dibesar-besarin lagi ya" kembali Keyra merengek pada sang papa.


 


Pram pun hanya mampu menarik nafas panjang, dan ia hanya bisa menganggukkan kepalanya, jika putri kesayangannya ini sudah memohon seperti ini.


 


"Al, tidak usah diselidiki lagi. Jika memang ini yang putri ku inginkan" Aldi pun hanya membalas dengan anggukan, dan Keyra tersenyum senang mendengarnya


 


*******

__ADS_1


"Jadi kamu beneran gak dengerin omongan aku, sampai tetep mau nyelakain Keyra?" Ketus seorang lelaki di tengah kegelapan apartemen seseorang.


 


Seorang wanita yang baru saja memasuki apartemennya, tidak nampak terkejut dengan suara lelaki itu. Karena memang sang lelaki sudah tau berapa sandi apartemen ini, jadi ia bisa leluasa masuk kapan saja. Sang wanita tetap berjalan santai, menghidupkan lampu apartemen dan mengambil duduk di seberang lelaki itu.


 


"Dari mana kamu tau aku nyelakain dia?" Tanya sang wanita tak kalah ketus


 


"Aku ngikutin kamu, karena dari awal aku curiga sama kamu. Kamu bener-bener gak mikir sama apa yang kamu lakuin?" Tanya sang lelaki lagi


 


"Udah lah, dari awal kan aku udah bilang. Kalau kamu gak mau ikut campur, terserah kamu. Lagian aku gak bener-bener nyuruh orang buat nabrak dia sampe mati. Aku cuma nyuruh nyerempet dia, buat ngasi pelajaran sama dia" balas sang wanita acuh sambil menaikkan kedua bahunya


 


"Aku bener-bener gak nyangka kamu bisa ngelakuin hal sejauh ini"


 


Sang lelaki tampak frustasi dengan apa yang wanita itu baru saja lakukan. Demi tuhan, Keyra berasal dari keluarga terpandang bukan hal yang tidak mungkin bagi mereka untuk menyelidiki siapa yang telah membuat Keyra celaka.


 


"Udah lah Bayu, kalau kamu cuma mau ceramahin aku aja. Mending kamu gak usah datang kesini lagi. Selain itu, aku jadi mikir. Kenapa kamu keliatan gak suka banget aku nyakitin Keyra? Haaah? Jangan bilang kamu mulai cinta sama dia"


 


Bayu tertawa sumbang, "Aku masih sadar diri,untuk gak cinta sama orang yang udah aku permainin. Apa lagi untuk bersaing dengan Bara Wijaya? Itu gak mungkin. Harusnya kamu sadar Viona, aku ngelakuin ini buat kamu"


 


Viona berdecih, "Buat aku? Kalau memang buat aku, harusnya kamu dukung aku Bayu"


 


"Udah lah, kayaknya kamu gak bakal berhenti dengan omongan halusku. Sekarang gini aja, kalau aku sampai tahu kamu mau mencelakai Keyra lagi. Aku sendiri yang akan memberitahu Tuan Aditama tentang siapa yang sudah mencelakai putrinya, dan setelah itu kamu pasti tahu sendiri apa yang bisa terjadi. Aku pikir kamu cukup pintar, untuk gak berakhir di penjara"


 


Bayu segera bangkit dari duduknya, berjalan ke arah pintu dan menoleh sedikit kearah viona tapi tidak ada sahutan apapun dari wanita itu.


 


"Semoga ancaman ini bisa membuat kamu berhenti Viona" gumam Bayu dalam hati


 


Bayu segera keluar dan menutup pintu apartemen Viona, sedangkan Viona sudah mengepalkan tangannya marah setelah mendengar ancaman Bayu.


 


"Sialll.. Bayu sia*an." Umpat Viona penuh amarah

__ADS_1


*******


Vote, like dan komennya dong guyyyss..


__ADS_2