BE MY BABY

BE MY BABY
PART 85


__ADS_3

Grace sudah berada diluar gedung, dan tak jauh dari sana ia bisa melihat Bara dan Keyra sudah berada di sisi lain gedung.


 


"Aggap saja adegan pelukan itu, sebagai pelukan perpisahan kalian" Grace sudah sangat muak dengan adegan yang Bara lakukan pada Keyra


 


"Baiklah Bara, kau akan menerima ganjaran dari semua yang telah kau lakukan. Ini karena penolakanmu padaku, juga karena apa yang sudah kau lakukan pada keluargaku"


 


Grace sudah menodongkan pistolnya pada Bara, namun ia tidak menyadari bahwa Keyra melihat perbuatannya dibalik tubuh Bara. Dan saat Grace melepas pelatuknya, Keyra dengan cepat membalik posisinya dengan Bara.


 


Dddooorrr...


*******


 


"Keyyyyyyrrrrraaaaa..."


 


Bara sangat terkejut saat Keyra membalik posisi mereka dengan cepat dan juga suara tembakan itu. Setelahnya Keyra sudah tidak bisa berdiri tegak dalam dekapannya.


 


Dan disana, ia melihat Grace masih menodongkan pistol kearahnya.


 


Ddddooorrr...


 


Suara tembakan itu, bukan lagi berasal dari Grace. Tapi berasal dari arah belakang Bara, ternyata itu salah satu polisi yang menembakan pistol kearah Grace.


 


"Tuan, kita harus segera membawa nona ke rumah sakit"


 


"Keyra... Keyy.. Bangun sayang, aku mohon" dengan berderai air mata, Bara terus mengguncang tubuh Keyra yang berada di dekapannya, namun tidak ada respon dari Keyra. Bara segera mengangkat tubuh Keyra, untuk membawanya ke rumah sakit. Namun saat itu, ambulance tiba.


 


"Maaf kami terlambat, ka..."


 

__ADS_1


"Aku tidak peduli, cepat bawa Keyra ke rumah sakit" potong Bara cepat


 


Dengan segera tubuh Keyra dinaikkan keatas tandu dan dibawa dengan ambulance. Para petugas medis memasang beberapa alat pada tubuh Keyra, dan Bara terus menggenggam  tangan Keyra sambil berdoa untuk keselamatan kekasihnya.


*******


 


Bara duduk dengan menatap kosong kearah sebuah ruangan dihadapannya. Ruangan dimana ada orang yang sangat ia cintai di dalamnya, sedang berjuang antara hidup dan matinya. Bara bahkan tidak mempedulikan tatapan orang-orang yang melihatnya dengan tatapan heran. Bagaimana tidak, kemeja putih yang ia kenakan sudah berubah menjadi merah karena darah Keyra.


 


Penampilannya sangat kacau dan berantakan, namun tidak ada yang tahu bahwa sekarang hatinya lebih hancur dan berantakan dari yang orang-orang itu bisa lihat.


 


"Seharusnya Keyra tidak ada disana, seharusnya Keyra tidak mengorbankan dirinya. Betapa bodohnya aku sebagai laki-laki yang tidak bisa melindungi kekasihku" Kata-kata itulah yang terus terngiang di kepalanya, sejak melihat tubuh Keyra terkulai tak berdaya di pelukannya.


 


"Tuan, saya sudah menghubungi Tuan Aldi dan juga Tuan Pram. Sebentar lagi, mereka pasti akan tiba disini" Ucapan Reno, tidak mendapatkan jawaban apapun dari Bara. Bahkan ia seperti tak menyadari kehadiran Reno disana. Bara tetap tak bergeming di tempat duduknya.


*******


 


"Bara... Apa yang terjadi? Kenapa...."


 


 


Tak berapa lama, Reva dan Aldi telah sampai di rumah sakit. Reva sangat bingung, saat Aldi mengajaknya ke rumah sakit karena permintaan Reno. Kata suaminya, Reno hanya meminta Aldi datang ke rumah sakit. Tanpa menceritakan apa yang terjadi. Saat melihat Bara dari kejauhan, Reva tak bisa menahan rasa penasarannya yang membuat ia berteriak tanpa sadar.


 


Tapi Bara sama sekali tak peduli, dan pasangan orang tua itu pun makin mempercepat langkahnya mendekati Bara. Dan betapa terkejutnya mereka, saat melihat pakaian Bara yang berlumuran darah.


 


"Reno, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kalian ada disini? Dan ada apa dengan Bara?" melihat anaknya yang sama sekali tak menjawab, membuat Aldi mencecar Reno dengan berbagai pertanyaan


 


"Maaf Tuan, sebenarnya terjadi sesuatu pada Nona Key..."


 


"Ada apa ini?" kata-kata Reno terpotong oleh kedatangan Pram yang mendekati Aldi. "Al, sebenarnya ada apa? Kenapa Reno memintaku kemari?"


 

__ADS_1


"Aku juga baru sampai Pram, dan Reno akan menjelaskan semuanya pada kita" jelas Aldi pada sahabatnya. "Lanjutkan cerita mu Reno"


 


"Nona Keyra tertembak Tuan"


 


Deggg...


 


Pram, Aldi dan Reva terdiam mematung untuk beberapa saat, berusaha mencerna perkataan Reno.


 


"Apa maksud mu Reno? Ada apa dengan putri ku? Cerita kan dengan jelas" kata Pram marah, sambil menarik kerah baju Reno.


 


"Tenang Pram, biarkan Reno menceritakan semuanya" Aldi berusaha menenangkan sahabatnya.


 


Reno pun mulai menceritakan semua kejadiannya dari awal, dari Bara yang melacak keberadaan Keyra sampai bagaimana Keyra yang melindungi Bara dari tembakan Grace.


 


"Ya Tuhan..." histeris Reva


 


"Tidak.. Ini tidak mungkin. Keyra akan baik-baik saja" Pram tidak lagi bisa menahan kakinya untuk berdiri, ia terduduk lemas di salah satu kursi dan Aldi berusaha menenangkan Pram.


 


"Tenanglah Pram, Keyra akan baik-baik saja" kata Aldi sambil menepuk


 


"Ini semua salah Bara. Harusnya Bara yang kena tembakan itu Ma, bukan Keyra. Keyra sama sekali engak salah Ma" akhirnya Bara mulai membuka suaranya.


 


"Gak sayang, kamu gak boleh nyalahin dirimu sendiri" Reva berusaha menenangkan Bara dengan memeluknya, walaupun dia sendiri khawatir dengan keadaan Keyra.


 


"Aku gak berguna Ma, aku gak bisa ngelindungin Keyra" Bara kembali meneteskan air matanya saat mengatakan itu.


 


"Sudah sayang, kamu jangan nyalahin dirimu sendiri. Sekarang kita harus berdoa supaya Keyra baik-baik aja" Reva sangat menghawatirkan Keyra, namun ia tetap berusaha tenang agar bisa menenangkan putranya

__ADS_1


*******


__ADS_2