
AUTHOR POV
Keyra baru saja menyelesaikan pekerjaannya, dan sekarang ia tengah menikmati pemandangan kesibukan ibu kota di jam-jam pulang kerja seperti ini, dari jendela ruangan kerjanya di lantai 30. Tadi Bara menghubunginya, dan mengatakan bahwa lelaki itu tidak bisa menjemputnya hari ini dikarenakan ada beberpa berkas penting yang harus diperiksanya sebelum digunakan meeting besok hari. Dan ia juga mengatakan telah mengirim sopir perusahaannya untuk menjemput Keyra. Jadi disinilah dia, masih menunggu di ruangannya, hingga sopir Bara tiba.
Tiba-tiba pikirannya menerawang memikirkan Bara, tanpa terasa sudah sebulan mereka bersama. Memang waktu yang sangat singkat baginya. Tapi waktu sebulan ini cukup untuknya mengetahui beberapa sifat kekasihnya itu.
Bagaimana sifat manis lelaki itu, yang beberapa kali membawakannya karangan bunga yang cukup besar untuknya. Padahal hari itu sedang tidak ada perayaan apa-apa, dan hal itu tentu saja menjadi perhatian para karyawannya. Atau bagaimana seorang Bara yang posesiv dan cemburu bila dirinya dipandang lekat oleh lelaki lain. Dan banyak sifat-sifat Bara yang baru ia ketahui setelah mereka berpacaran.
Keyra merasa bahagia, sangat bahagia. Papanya yang sudah berangsur pulih, walau masih harus sering melakukan check up ke rumah sakit. Dengan Keyra yang selalu berusaha menemani sang papa saat dirinya tak sibuk, papanya juga benar-benar menuruti kata-kata Keyra untuk benar-benar beristirahat.
Juga tentang hubungannya dengan Bara, yang bisa dikatakan berjalan dengan baik. Karena semakin hari, Bara selalu bisa membuat Keyra makin mencintainya dengan segala sikap yang ditunjukanlelaki itu padanya.
Keyra hanya berharap, kebahagiaannya ini, akan selalu berpihak padanya. tanpa ada lagi rintangan di depannya.
*******
Keyra telah memasuki mansion kelurganya, ya setelah papanya pulang dari rumah sakit, Keyra kembali tinggal di mansionnya untuk menemani sang papa.
"Bi, papa dimana?" tanya keyra saat melihat Bi minah melewatinya
"Sepertinya di ruang baca non, Tuan menunggu non Keyra untuk makan malam bersama" jawab Bi Minah kemudian pamit untuk menyiapkan makan malam
__ADS_1
Keyra segera menaiki tangga untuk menemui papanya terlebih dahulu sebelum ia ke kamarnya.
Tokk.. Tokk. Tokk..
"Pa, Keyra masuk ya" kata Keyra dari balik pintu, kemudian langsung membuka pintu tersebut.
Dilihatnya Pram yang sedang duduk di sofa single menghadap sebuah sofa panjang yang di belakangnya terdapat rak buku yang cukup besar. Keyra tersenyum menghampiri papanya, kemudian duduk di sofa panjang berhadapan dengan sang papa.
"Papa udah minum vitamin papa?" tanya Keyra sesaat setelah menjatuhkan dirinya diatas sofa tersebut.
"Tadi Keyra nnggu sopir jemputannya Bara, soalnya dia tiba-tiba gak bisa jemput. Jadi agak telat. Padahal Keyra udah bilang, kalau bisa pulang sendiri. Tapi Bara ngotot nyuruh nnggu sopirnya, jadi agak telat deh" jawab Keyra dengan sedikit menggerutu
Pram tersenyum, "Itu artinya Bara bertanggung jawab sama kamu, makanya dia gak mau kamu pulang sendiri. Sepertinya hubungan kalian semakin baik, papa seneng dengernya"
Keyra mengangguk sambil tersenyum ke arah sang papa.
"Hm... sayang, sebenarnya udah beberapa hari ini papa pengen tanya sesuatu" tanya papanya lagi pada Keyra
__ADS_1
"Tanya apa pa?" jawab Keyra penasaran
"Apa selama ini, mama mu ada menghubungi kamu sayang?" tanya sang papa hati-hati
"Untuk apa lagi papa tanya soal mama? Kenapa papa harus bertanya sesuatu yang bisa bikin hati papa sakit setiap ingat mama?" tanya Keyra beruntun, tanpa menjawab pertanyan papanya
"Pa... pa... hanya..." jawab Pram ragu, bingung harus menjawab Keyra bagaimana
"Hanya apa pa??? papa ingin tahu keadaan mama?" Keyra menghembuskan nafas gusar, kenapa papanya masih saja memikirkan mamanya, padahal belum tentu mamanya memikirkan mereka.
"Mama sempat datang ke rumah sakit, sehari sebelum papa sadar. Dia datang dengan suami barunya, mengatakan dia sangat mencintai lelaki itu, bahkan dia nampar Keyra waktu Keyra memojokkan suaminya" Keyra menyeringai mengingat kejadian itu, "Dan dia terlihat bahagia sekarang." lanjut Keyra
Pram cukup kaget mendengar cerita Keyra, jika mantan istrinya sempat menjenguknya. Dan apa tadi putrinya bilang? Menampar? Bagaimana mungkin Diana bisa menampar putri mereka hanya karena lelaki itu? Pram geram mendengar hal itu, dia pun merasa bersalah telah menanyakan hal ini pada Keyra. Pasti menyakitkan jika mengingat lagi kejadian tersebut.
Pram ingin menyampaikan sesuatu, tapi Keyra sudah berdiri dari duduknya. Keyra menarik nafas pelan, seolah ingin menghilangkan sesak di dadanya.
"Udah gak ada yang mau papa tanya sama Keyra kan? Keyra capek, mau istirahat" Keyra berjalan menuju pintu tanpa menunggu jawaban papanya, dan sebelum membuka pintu Keyra kembali berujar, "Maaf pa, tiba-tiba Keyra gak nafsu makan. jadi Keyra gak bisa nemenin papa makan malam. Selamat malam Pa" ujar Keyra dan langsung keluar tanpa menoleh ke belakang. Meninggalkan sang papa dengan rasa bersalah, karena telah mengingatkan sang putri dengan hal yang menyakitkan.
*******
Waaahhhh... Udah lama gak updateee...
Jangan Lupa Vote, Like dan komennya ya...
__ADS_1