BE MY BABY

BE MY BABY
PART 91


__ADS_3

"Iya kebebasan Viona, bisa bikin mama seneng. Kamu harus tahu, Viona kehilangan mamanya karena kesalahan mama. Dan saat ini papanya juga lagi sakit keras. Dan kalau dia sampai berakhir dipenjara seperti ini..."


 


"Maaa.. Apa mama tahu? hari itu Viona nelpon Keyra, dan bilang terjadi sesuatu sama Mama. Keyra sama sekali enggak berpikir negatif, karena yang Keyra pikirin cuma keadaan mama. Bahkan sampai saat Keyra tiba di gedung itu, Keyra sama sekali enggak curiga. Karena yang Keyra pikirin cuma mama dan mama,  Keyra takut mama kenapa-kenapa" Dengan meringis kesakitan, dan berderai air mata Keyra berusaha mengatakan semuanya


 


"Tapi apa yang Keyra dapet ma? Mama bahkan enggak peduli sama Keyra" Keyra tersenyum pilu, sedangkan Diana tidak menyangka dengan apa yang Keyra katakan.


 


"Key..." perkataan Diana terpotong karena rintihan kesakitan Keyra


 


"Paaa... kepala Keyra sakit banget..." kata Keyra lirih, tidak lagi mampu menahan sakit


 


"Cukup Diana, kami tidak ingin mendengar apapun lagi dari kamu. Sekarang kamu keluar dari sini, dan jangan pernah temui Keyra lagi. Lebih baik dia tidak pernah punya mama seperti kamu" Pram memeluk Keyra yang masih merintih kesakitan dan terisak


 


"Paaaa..." seketika Keyra tak sadarkan diri di pelukan Pram


 


"Keyraaa.. sayanggg.." Pram berusaha menyadarkan Keyra, namun tidak berhasil. "Bara segera panggil dokter" tanpa menunggu lama, Bara segera berlari memanggil dokter.


 


"Diana, sebaiknya kamu keluar dari sini. kamu lihat apa yang sudah kamu lakukan pada putrimu sendiri?" ketus Aldi


 


"Tapi Al..."


 


"Aku akan mengantarmu keluar" ucap Reva menengahi


 


Setelah sampai diluar pintu, Diana melihat Dokter dan Suster yang tergesa memasuki ruangan Keyra. Dan saat itu, ada perasaan khawatir dan takut yang Diana rasakan.


 


"Kalau kamu hanya bisa memberikan kesedihan untuk Keyra, sebaiknya kamu tidak pernah menampakan wajahmu di depannya lagi. Sebagai seorang ibu, aku sangat kecewa dengan semua yang kamu lakukan tadi Diana. Keyra sangat menyayangimu, tapi kamu bahkan tidak memperdulikannya"

__ADS_1


 


"Reva, maksudku bukan seperti itu. Aku sedang berada di posisi yang sulit. Aku,,,"


 


"Sudahlah Diana, jika kamu tidak bisa menyayangi Keyra dengan semestinya. Maka aku yang akan memberikannya kasih sayang sebagai seorang Ibu juga Mertua. Sekarang silahkan pergi"


 


Reva kemudian kembali memasuki ruangan Keyra. Sedangkan Diana terduduk lemas di depan ruangan itu. Ia baru menyesali atas semua yang telah ia lakukan beberapa saat lalu. Tapi semua sudah terlambat.


*******


 


"Keadaan pasien baik-baik saja, ia pingsan karena mendapat tekanan pada pikiran dan juga perasaannya. Apalagi keadaan pasien yang belum pulih sepenuhnya, untuk kedepannya tolong dijaga agar pasien tidak mendapatkan tekanan berlebih lagi. Dan saat ini biarkan untuk pasien beristirahat lebih lama"


 


"Baik dokter. Terima kasih"


 


"Kalau begitu saya permisi" Dokter tersebutpun meninggalkan ruangan, dan menyisakan keheningan yang cukup lama disana setelah keributan yang sempat terjadi tadi.


 


 


"Aku ikut dengan kalian" kata Pram menimpali


 


"Kalau begitu, mama yang akan menjaga Keyra disini, kalian pergilah" Aldi, Pram dan Bara pun berjalan beriringan menuju kafetaria.


*******


 


Mereka bertiga sudah duduk disalah satu meja yang berada di sudut kafetaria, dengan secangkir kopi di hadapan masing-masing.


 


"Bara, apa papa melewatkan sesuatu? Bagaimana bisa ada Viona di kasus ini? Sedangkan saat Reno menceritakan rincian kejadiannya, ia sama sekali tidak menyebut nama Viona" Pram membuka pembicaraan


 


"Karena memang Reno tidak melihat Viona ada disana Pa"

__ADS_1


 


Bara melanjutkan ucapannya, "Bara melihat Viona saat Bara tiba di gedung itu, dimana pada saat itu Reno belum ada disana. Bara juga dibuat bingung dengan adanya Viona disana, tapi Bara yakin dia yang menjebak Keyra. Karena itu, Bara meminta polisi untuk menyelidiki keterlibatan Viona"


 


"Jadi sekarang Viona benar-benar sudah dipenjara?"


 


"Iya pa, karena Viona terlibat dan ia tidak bisa mengelak dari itu. Seperti apa yang Keyra sempat bilang tadi, kalau Viona menelponnya dan mengatakan sesuatu tentang mamanya. Sehingga Keyra segera pergi kesana tanpa menaruh curiga"


 


"Kasihan Keyra, padahal dia hanya ingin mengetahui kabar mamanya. Dan hari ini mama yang ia khawatirkan, malah menyakitinya" komentar Aldi


 


"Aku tidak menyangka, wanita yang aku cintai bertahun-tahun tega menyakiti anaknya sendiri, anak kami. Hanya karena anak dari lelaki yang ia cintai" Pram mengusap wajahnya kasar


 


 "Dan setelah kejadian tadi, kau akan membebaskan Viona?" tanya Aldi menatap Bara


 


"Entahlah pa, Bara hanya ingin memberi hukuman yang setimpal pada semua orang yang terlibat dengan kejadian ini. Tapi jika Keyra memang menginginkan Viona untuk dibebaskan, mungkin akan Bara lakukan"


 


"Lalu bagaimana dengan Grace? Reno bilang, dia mengalami kecelakaan saat pengejaran, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Aldi lagi


 


"Dia masih dalam perawatan intensif, karena keadaannya yang masih kritis. Jika nanti dia sadar dan keadaannya sudah memungkinkan, ia juga akan mendapatkan hukuman yang setimpal"


 


"Apa Keyra sudah tahu tentang semuanya?" kini Pram yang bertanya


 


Bara menggeleng, "Belum pa, karena Bara pikir kondisi Keyra belum pulih dan Bara tidak ingin membebaninya. Tapi hari ini justru mamanya sendiri yang melakukan itu, dan menyebabkan Keyra tertekan. Lagipula Keyra belum membahas tentang itu"


 


"Ya, lebih baik dia tidak tahu dulu. Tunggu sampai dia benar-benar pulih. Jangan sampai kejadian hari ini terulang lagi" kata Pram


*******

__ADS_1


__ADS_2