
Drrtt... Drrtt….
Tiba-tiba handphoneku berbunyi lagi, dan aku mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon, sambil masih menghapus sisa-sisa air mataku.
"Haloo.."
“Halo Non Keyra, ini bi Minah. Tuan sakit, non! Tuan sedang dalam perjalanan ke rumah sakit sekarang, sama bibi dan pak Ahmad” kata bi minah, pembantuku dengan nada was-was.
“Sakit apa bi? Tapi saya baru selesai telpon papa bi, dan suara papa baik-baik saja” tanyaku kalut. Setahuku papa tidak mengidap penyakit kronis apapun.
“Bibi tidak tahu non, tadi bibi ke ruangan Tuan untuk mengantar kopi pesanan tuan. Dan bibi lihat Tuan memegang dadanya sambil merintih, setelah itu Tuan pingsan. Tapi tuan mengeluh dadanya selalu nyeri akhir-akhir ini” jawab bi minah. “Bibi tutup dulu ya non, kita hampir sampai dirumah sakit, bibi sudah menelpon nyonya tapi tidak diangkat, bibi juga sudah menelpon asistentuan dan sekarang mungkin dalam perjalanan kemari” sambungnya.
"Ya Tuhan papa..." aku benar-benar merasa bersalah setelah tadi sempat membentak papa. “Iya bi, makasih ya… Keyra akan pulang segera. Tolong jaga papa ya bi" kataku lalu menutup teleponnya. Aku bergegas menelpon sekertarisku untuk memesankan tiket pesawat segera hari ini lalu beralih memasukkan pakaianku kedalam koper.
__ADS_1
Tak lama teleponku bordering lagi dan sekertarisku mengatakan kalau penerbangan terakhir telah lewat sejam yang lalu dan penerbangan akan ada lagi keesokan harinya. Aku mengurut kening yang mendadak pusing.
“Kenapa lagi dengan hidupku?” desahku panjang. "Ya Tuhan tolong jaga papa, cuma papa yang aku punya sekarang" Aku melirik jam didinding, sudah pukul satu dini hari, pantas saja sudah tidak ada penerbangan lagi. Aku tidak bisa menunggu, aku harus segera memastikan keadaan papa dengan mata kepalaku sendiri.. Tiba-tiba aku teringat akan Bara, mungkin dia bisa membantuku. Kucari kontaknya dihandphoneku lalu segera ku telepon. Tak lama terdengar suara Bara yang agak serak.
“Halo, Keyra…”
“Bara, bolehkah aku minta tolong padamu?” tanyaku tanpa babibu. “Papaku masuk rumah sakit, aku sangat takut terjadi apa-apa dengannya. Aku harussegera pulang ke Indonesia, tapi aku tak dapat penerbangan segera”
Aku terus merapalkan doa agar papa baik-baik saja, sambil terus menghapus air mataku yang terus mengalir. Sudah hampir sepeuluh menit aku mondar mandir disamping tempat tidurku, berharap telepon dari Bara. Tak lama teleponku berdering, dan tanpa melihat ku yakini itu adalah Bara.
"Aku sudah dalam perjalanan menuju apartement mu, sebentar lagi aku sampai" kata Bara dan langsung memutus sambungan telpon
__ADS_1
*******
Bila ada kata yang bisa menggambarkan sosok Bara, ia adalah laki-laki yang sempurna. Tak ku sangka saat ini ia sedang bersamaku didalam pesawat pribadi milik Wijaya Group. Ia berdalih tak ingin aku pulang sendiri dengan keadaan panik seperti sekarang ini, Sehingga ia ikut menemaniku. Bara menggenggam tanganku erat, seakan menyalurkan kekuatan untuk ku. Ku alihkan pandanganku kearah manik matanya.
"Ini salahku Bara, tadi aku bertengkar dengan papa. Bahkan aku sempat membentak papa dan mematikan telpon papa sepihak. Setelah itu bi Minah menelpon, mengatakan papa pingsan" isakku tertahan
"Sssttt... itu bukan salahmu Key" ucap Bara menenangkan ku
"Aku takut Bar, aku tidak mau kehilangan papa. Cuma papa yang aku punya, aku takut" aku semakin terisak, Bara membawaku masuk ke dalam pelukannya dan ia mengelus kepalaku pelan
"Tenanglah Key, semua akan baik-baik saja. Papamu akan baik-baik saja, dan aku akan selalu menemanimu" kata kata Bara mampu menenangkanku, dan belaian tangannya menghangatkanku. "Sekarang istirahatlah, kau terlihat lelah Key. aku tidak ingin kau sakit" aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Tenaga ku seakan terkuras karena menangis dan menghawatirkan papa.
Perlahan aku pejamkan mataku dalam pelukan Bara menghirup aroma maskulin nya yang menenangkan, terasa sangat hangat dan nyaman berada dalam pelukkannya seperti ini. Ku dengar detak jantungnya yang berirama dan semakin lama aku semakin jatuh terlelap.
*******
__ADS_1
Maaf Part ini agak pendek ya...
Jangan Lupa tinggalkan jejak Like dan komennya ya :)