
"Harusnya kamu gak perlu sampai marah dan meninggalkan Jerry begitu Bara" akhirnya Keyra membuka suara setelah hening beberapa saat di dalam mobil Bara
Bara melirik Keyra sekilas, "Aku tidak marah dengannya, aku hanya tidak suka dengan cara Jerry memandangmu Key"
Keyra memutar bola matanya malas, "Bukankah itu sama saja?" gumam Keyra dalam hati
"Hm... tapi Bara, Grace yang dimaksud Jerry itu. Apa Grace yang sama dengan yang kita temui di Jerman?"
"Hmmm.. Iya dia" Jawab Bara singkat
"Kalian pernah berpacaran?"
"Tidak"
"Lalu?"
"Lalu... apa Keyra sayang?"
"Tadi Jerry mengatakan kalau Grace sangat mencintaimu, kenapa kalian tidak berpacaran?" tanya Keyra memperjelelas
"Ya karena aku tidak bisa mencintainya, Karena aku hanya mencintaimu. Jelas?" tegas Bara
"Benarkah? Kenapa? Bukankah Grace lebih cantik dariku?" Entah kenapa Keyra benar-benar ingin tahu jawaban Bara lebih memilih Keyra daripada Grace
Bara kembali menoleh sekilas pada Keyra, kemudian memilih menepikan mobilnya di tempat yang cukup lenggang. Karena ia rasa, pembicaraan ini akan sedikit membutuhkan waktu. Setelah memberhentikan mobilnya, Bara menoleh pada Keyra sepenuhnya kemudian menggenggam tangan Keyra erat
"Sayang... bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu?" tanya Bara lembut, yang dijawab gelengan kecil oleh Keyra.
Bara tersenyum dan mengusap pelan pipi putih Keyra, "Aku tidak peduli itu Grace atau siapapun. aku tidak peduli dia lebih cantik atau tidak darimu. Yang aku pedulikan hanya hatiku, hatiku yang selalu berdebar saat melihatmu
tersenyum kepadaku. Dan semuanya hanya berpusat padamu, hanya karena kamu. Tidak untuk wanita lain. Aku hanya selalu ingin kamu sebagai wanitaku, mendampingiku dan menjadi ibu untuk anak-anak ku kelak" setelah mengatakan itu Bara lalu mencium tangan Keyra lembut
Keyra sangat tersentuh, dia bahagia sangat bahagia mendengar semua perkataan Bara. Membuat jantungnya berdebar tak menentu dan seperti ada ribuan kupu-kupu yang memenuhi dadanya. Keyra pun tidak dapat menyembunyikan rona merah pada wajahnya karena perkataan Bara. Ia lalu memeluk leher Bara, walaupun masih terhalang tangannya yang diperban.
"Terima kasih Bara" ucap Keyra di tengah pelukan tersebut
Bara mengusap rambut Keyra pelan, "Aku harap setelah ini, tidak akan lagi ada keraguan dalam hatimu padaku Key. Karena aku benar-benar mencintaimu dengan segenap jiwaku. Percayalah."
Keyra menganggukkan kepalanya, "Aku berjanji tidak akan meragukanmu lagi. dan akan selalu percaya padamu"
__ADS_1
Bara melepaskan pelukan Keyra padanya, memandang wajah cantik Keyra dan memberikan kecupan manis pada kening gadisnya. Kecupan yang mampu mengantarkan segala rasa yang Bara miliki.
"Baiklah, jadi sekarang kita bisa melanjutkan perjalanan?" Tanya Bara
Keyra hanya mampu menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Bara. Kemudian Bara melajukan mobilnya, untuk mengantarkan kekasihnya.
*******
Kemarin perban di tangan Keyra sudah bisa di lepas, dan sepertinya kondisi Keyra juga sudah benar-benar pulih seutuhnya. Keyra merasa sangat senang karena bisa melakukan aktifitasnya seperti biasa lagi.
Drrt.. Drrt..
Tante Reva calling..
"Halo. Tante Reva"
"Halo Keyra sayang, bagaimana keadaanmu? Apa sudah baik? Tante masih merasa bersalah padamu, karena bertemu dengan tante kamu jadi terserempet mobil" terdengar nada sedih tante Reva dari ujung telpon
"Tante, ini sama sekali bukan salah tante. Aku saja yang kurang hati-hati saat menyebrang. Lagi pula sekarang aku sudah baik-baik saja. Jadi tante tidak perlu merasa bersalah" jawab Keyra lembut
"Benarkah kamu sudah baik-baik saja Key?"
"Iya sayang, tidak apa-apa. Lagipula tante sudah tahu dari Bara kalau sebenarnya kamu pandai memasak. Jadi untuk memasak makanan kesukaan Bara, pasti tidak akan terlalu sulit untukmu." Keyra merasa malu saat tahu bahwa Bara sempat membicarakannya dengan sang mama.
"Hehehehe.. iya semoga saja tante. Hm.. mungkin 2 hari lagi Keyra akan berkunjung ya tante" ucap keyra
"2 hari lagi? Bukankah 2 hari lagi Bara akan berangkat ke Jerman?" Tanya Reva.
Keyra mengernyitkan keningnya bingung. Karena seingatnya Bara tidak pernah memberitahu Keyra bahwa ia akan ke Jerman.
"2 hari lagi Bara ke Jerman? Tapi kenapa Bara tidak ada memberitahuku?" Batin Keyra
"Ke Jerman? Untuk apa tante? Apa ada kaitannya dengan Perusahaan di Jerman?"
"Iya Key, sepertinya begitu. Baru tadi pagi tante mendengarnya saat sarapan, tapi sepertinya Bara agak berat untuk ke Jerman" ujar Reva
"Berat? Kenapa tante? Bukankah sebelumnya memang Bara yang menangani perusahaan di Jerman?"
__ADS_1
"Entahlah Key, mungkin Bara berat karena harus meninggalkanmu? Karena tante sangat tahu bagaimana anak tante itu, dia sama sekali tidak bisa jika sehari tidak melihatmu" ucap Reva dengan terkekeh
"Benarkah tante?" Wajah Keyra merona mendengar perkataan Reva. Untungnya pembicaraan ini melalui telpon, jadi tidak akan ada yang tahu bagaimana meronanya Keyra saat ini.
"Tentu saja sayang" Reva kembali terkekeh saat mengatakannya, "Ya sudah kalau begitu Key, tante ingin membuat kue dulu untuk cemilan. Sampai ketemu ya Keyra"
"Iya tante, sampai ketemu" Keyra segera menutup panggilan tersebut
Saat Keyra akan meletakkan ponselnya di meja, ponsel itu kembali bergetar. Dan ternyata sekarang telpon dari kekasihnya. Segera Keyra mengangkat panggilan tersebut.
"Haloo Bara?"
"Halo sayang. Kenapa daritadi panggilanmu sibuk? Kau menelpon seseorang? Siapa?" Cecar Bara beruntun
"Hm.. ya tadi aku sedang menelpon seseorang. Kamu ada apa menelpon?"
"Siapa yang menelponmu? Kenapa sangat lama? Seorang pria?" Cecar Bara lagi
Keyra memutar bola matanya malas. Bara dengan kecemburuannya, benar-benar merepotkan.
"Yang menelpon itu mama mu, ingin menanyakan keadaanku. Apa kah sudah jelas Tuan Bara Revaldi Wijaya?" Tekan Keyra diakhir kalimat
"Ohh.. dari mama" Bara tertawa kecil saat sadar akan sikap cemburunya, "Aku menelpon cuma ingin mengatakan, kalau aku tidak bisa makan siang denganmu sayang. Maafkan aku"
"Iya Bara, aku tidak masalah. Nanti aku akan menyuruh OB untuk membelikanku makan siang"
"Sebagai gantinya, bagaimana jika kita makan malam saja?"
"Boleh, aku setuju"
"Baiklah kalau begitu, nanti aku jemput. Bye sayang"
"Iya, bye sayang" sahut Keyra mengakhiri sambungan telpon.
"Baiklah sekarang aku harus cepat memeriksa semua file ini, agar tidak perlu lembur dan bisa makan malam dengan Bara" gumam Keyra dan langsung berkutat memeriksa berkas-berkas yang menumpuk diatas mejanya.
*******
Heeyy.. Heyyy..
Jangan lupa Like dan comentnya ya.. :D
__ADS_1