Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
103.NGIDAM GUDEG


__ADS_3

Kehadiran calon bayi yang ada dalam kandungan Arumi semakin membawa sejuta kebahagiaan untuk keluarganya. Zidan sebagai seorang suami begitu sangat perhatian dan memperlakukan Arumi dengan sangat istimewa.


Zidan juga sering memanjakannya dan memberikan semua yang dibutuhkan Arumi selama kehamilan termasuk ketika sang istri sedang ngidam makan nasi gudeg khas Jogja.


Namun keinginannya sangat susah dipenuhi, bagaimana tidak, sudah larut malam Arumi ngidam nasi gudeg khas Jogja dan hanya mau makan di Jogja. Bukan masalah untuknya jika sang istri ingin makan nasi gudeg namun masalahnya Arumi hanya mau makan langsung dari Jogja.


"Kau minta yang lain ya sayang kau boleh minta apa saja yang kamu mau, kita ke Jogja nya nanti aja kalau aku punya banyak waktu ya?"Ujar Zidan seraya mengelus perut Arumi berharap Arumi mengurungkan niatnya pergi ke Jogja.


"Tapi Mas aku maunya sekarang, aku cuma pingin nasi gudeg doang kamu malah gak mau nurutin!"Arumi cemberut dan memalingkan wajahnya dari hadapan Zidan.


"Bagaimana jika kita besok ke toko emas, kau boleh beli kalung gelang, atau cincin yang kamu mau, kau boleh beli semua yang kau mau ya sayang tapi kita ke Jogja nya nanti saja"Zidan terus menggoda Arumi dengan segala caranya.


"Aku tetap mau ke Jogja sekarang! Titik."


Kali ini Zidan benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, karena Arumi begitu sangat ngidam makan gudeg khas Jogja.


"Memangnya kenapa sih mas, aku kan cuma mau makan nasi gudeg doang tidak mahal! Ketimbang kamu belikan aku emas dan lainnya bukankah itu lebih mahal daripada nasi gudeg!"Jelas Arumi bercampur kesal.


"Sayang maafin aku ya? Aku hanya ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal dan itu besok. Aku juga melakukan ini untuk kita untuk masa depan anak-anak kita nanti. Mumpung ada proyek besar yang mau percaya dengan perusahaan kita aku mau memanfaatkan semua itu"Dengan nada lembut Zidan berhasil meluluhkan hati Arumi yang sebelumnya kekeh ingin pergi ke Jogja.


"Em Mas aku juga minta maaf ya? Aku memang tidak mengerti kenapa aku selalu ingin menang sendiri dan selalu ingin marah sama kamu, aku juga tidak mau mengerti kamu, aku hanya memikirkan kemauanku saja"Ujar Arumi.


"Sayang kebanyakan wanita hamil memang seperti itu. Bawaan dari bayi, moodnya juga selalu berubah-rubah. Aku janji sayang nanti kalau aku sudah ada waktu kita ke Jogja ya, tapi tidak sekarang"Zidan mencium perut Arumi seraya terus mengelusnya.


"Iya mas"Jawab Arumi tersenyum.


Begitulah jika wanita hamil sedang ngidam pasti maunya di turutin. Walaupun Arumi bersedia menunda untuk pergi ke Jogja namun tidak dipungkiri rasa ngidam ingin makan nasi gudeg terus membayangi dalam pikirannya.


**********

__ADS_1


Pagi ini Arumi hendak pergi ke dokter. Arumi sampai tidak ingat jika hari ini jadwal dirinya pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungannya. Berhubung sang suami sibuk Arumi memutuskan pergi bersama Aini dan mang dadang sopir pribadinya. Arumi meminta izin lebih dulu sebelum Zidan berangkat ke kantor.


"Mas hari ini aku mau pergi ke dokter, periksa kandungan. Oh ya, aku pergi sama Aini sama mang dadang saja ya mas, kan kamu hari ini sibuk kerja"Ujar Arumi ketika selesai sarapan bersama.


"Ya udah kalau gitu kalian hati-hati ya, aku berangkat ke kantor dulu. Maafkan ya sayang aku hari ini tidak bisa nemenin kamu ke dokter"


"Iya mas tidak apa-apa kok jika kau tidak ikut"


"Ya udah aku berangkat dulu"Seperti biasa Zidan mengecup pipi Arumi dan Aini sebelum ia berangkat bekerja.


Setelah berpamitan Zidan berangkat ke kantor agar tidak kesiangan.


"Aini sudah kenyang kan, yuk kita pergi periksa dede dulu"Ujar Arumi dengan senyum bahagianya.


"Sudah bu, enak sekali ayam goreng nya"Ucap Aini.


"Iya nanti ibu masakin ayam goreng lagi buat Aini yang banyak. Sekarang kita berangkat yuk nanti hujan"


"Iya sayang"


Setelah sampai didepan rumah Aini dan Arumi langsung masuk kedalam mobil dan mendudukkan dirinya. Mang dadang yang sejak pagi sudah siap langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Arumi turun seraya menuntun Aini. Sementara itu mang dadang menunggu ditempat parkir. Sebelumnya Arumi sudah membuat janji dengan dokter Bram untuk bertemu, dokter Bram adalah dokter pribadinya selama 5 bulan terakhir karena merasa puas dengan pelayanannya Arumi enggan memilih dokter yang lain.


Arumi masuk ke dalam ruangan dan bertemu dokter Bram. Dokter tampan keturunan arab dengan tubuh tinggi berdada bidang tersebut sangat di gemari oleh pasien wanita. Ya terutama wanita yang sedang hamil karena banyak yang berharap ketampanannya akan menurun pada anaknya.


"Selamat siang dok"Sapa Arumi kepada dokter tampan tersebut yang tengah duduk seraya memegang pulpen dan daftar buku pasien.


"Selamat siang ibu Arumi dan putri cantik Aini"Jawab dokter Bram sangat ramah.

__ADS_1


Karena sudah 5 bulan sering bertemu dokter Bram begitu sangat terbiasa ketika bertemu Arumi dan putri cantiknya.


Dokter Bram langsung memeriksa kesehatan janin Arumi dengan melakukan USG 4 dimensi. Wajah dan bentuk tubuh sangat jelas ketika USG dilakukan, haru bercampur bahagia sangat dirasakan Arumi saat itu Arumi langsung mengirim foto calon bayinya tersebut melalui ponsel miliknya dan mengirimkannya kepada Zidan.


Dokter Bram mengatakan semuanya baik-baik saja, dan janin nya sangat sehat dan aktif. Bayi Arumi diprediksi berjenis kelamin laki-laki hal itu menambah kebahagiaan untuk Arumi dan Zidan. Namun apapun jenis kelaminnya mereka sangat bahagia yang penting sehat dan tidak ada satu kekurangan apapun.


"Bu dede nya cantik ya"Ujar Aini.


"Kok cantik si sayang, kan cowok berarti ganteng dong"Jelas Arumi tertawa kecil.


"Oh iya bu, dede nya kan cowok"Aini begitu menggemaskan membuat Arumi berulang kali mencium pipinya.


"Dok terimakasih ya, pelayanan dokter Bram sangat baik dan ramah"Ucap Arumi.


"Sama-sama bu Arumi. Sudah seharusnya seorang dokter berbuat ramah dan memberi pelayanan yang baik untuk pasien-pasien nya"Jelas dokter Bram.


Selesai periksa Arumi langsung pulang dan menemui mang dadang ditempat parkir. Karena cuaca mendung mereka memilih langsung pulang ke rumah sebelum hujan turun.


Ketika dalam perjalanan Zidan menelpon Arumi Video call.


"[Halo mas, aku sedang di jalan mau pulang, Aini juga sudah tidur kecapekan dia]"Ujar Arumi.


"[Iya, tadi bagaimana semua baik-baik saja]"Tanya Zidan.


"[Semua baik-baik saja mas, kata dokter Bram bayi kita sehat dan aktif]"Ujar Arumi.


"[Ya sudah nanti aku telpon lagi ya, nanti kau kabari aku jika sudah sampai di rumah]"


"[Iya mas]"

__ADS_1


Setelah telpon terputus Arumi memejamkan matanya sejenak untuk beristirahat agar tenaganya terisi kembali.


__ADS_2