
Seperti biasa mereka menjalani hidup bersama-sama dalam Rumah tangga yang harmonis, kini Zidan sudah bisa berbuat adil kepada mereka, dan jarang sekali mereka berselisih seperti dulu.
Arumi nampak sedang menyirami tanaman bunga pagi ini, sedangkan Laras sedang memasak untuk sarapan kebetulan Laras hobi masak dan masakannya sangat enak.
Zidan yang pagi itu sedang berolahraga sudah pulang kerumah dan langsung bergegas mandi karena sebentar lagi akan berangkat ke kantor.
selesai menyiram tanaman Arumi menghampiri Laras yang saat itu sedang memasak di dapur, Arumi sekalian membantunya menghidangkan sarapan di meja untuk sarapan bersama.
Setelah sarapan sudah siap Zidan turun dan mendudukan dirinya di kursi, seraya menunggu Laras Zidan sedikit bercengkrama dengan Arumi.
"Kau sudah coba tes lagi?"Ujar Zidan.
"Sudah Mas, tapi masih negatif"Ucap Arumi pelan.
"Ya sudah mungkin belum rejeki kita"Ujar Zidan.
Ketika Laras datang mereka terdiam. Laras mendudukan dirinya seraya memberi senyuman, dan mengajak mereka sarapan bersama. Namun Arumi terlihat sedikit melamun mungkin karena pertanyaan Zidan sedikit membuatnya sedih dan kepikiran.
"Rum, kau kenapa melamun? Sarapan yuk"Ujar Laras.
"Eh Iya, aku hanya kepikiran sama Mama saja, sudah seminggu aku tidak menengoknya"Ujar Arumi. Rupanya ia sedang berbohong.
Lalu mereka bertiga sarapan bersama dengan hangat, Arumi yang saat itu sudah habis duluan pergi ke belakang untuk cuci tangan, dan kini Zidan hanya berdua dengan Laras.
"Ras, bagaimana sudah di tes lagi belum?"Ujar Zidan, pertanyaan yang sama dengan Arumi.
"Mas, aku minta maaf ya, masih negatif"Ucap Laras seraya menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, mungkin belum waktunya kita harus sabar dan terus berusaha"Ujar Zidan.
Dari lubuk hati Zidan yang paling dalam ia benar-benar sangat mendambakan seorang anak dalam hidupnya. Namun kedua istrinya belum juga hamil.
"Aku sudah tidak sabar lagi untuk memiliki momongan, tapi semua itu kehendak sang Ilahi mungkin belum saatnya aku mempunyai anak"Batin,nya.
Ketika Arumi kembali ia melihat Zidan dan Laras saling diam dengan pandangan kosongnya, mereka berdua terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Mas, kamu kenapa? Laras juga kok pada ngalamun?"Tanya Arumi.
"Tidak apa-apa Rum, aku hanya memikirkan diriku kenapa aku tidak kunjung hamil juga"Ujar Laras.
"Laras, mungkin belum saatnya, aku juga sama denganmu terkadang aku kasian sama Mas Zidan"Ucap Arumi.
"Aku juga sama sepertimu, aku sedih tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Zidan"Sambung Laras.
"Kalian berdua bicara apa? Tidak ada yang aku sesalkan dari kalian berdua kalian tau itu!"Pekik Zidan.
Zidan merasa kesal dengan mereka, jika mereka berdua tidak hamil mungkin karena dirinya yang bermasalah. Lalu Zidan berencana ke Rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya namun tanpa sepengetahuan Laras dan Arumi.
"Aku kekantor dulu hari ini banyak rapat jadi mungki aku pulang malam karena lembur"Ucap Zidan. Kemudian diantar kedua istrinya sampai ke depan mobil.
Sepanjang perjalanan Zidan selalu teringat dengan kesehatan dirinya, ia selalu berfikir jika kejantanannya yang bermasalah sehingga kedua istrinya tidak kunjung hamil juga.
__ADS_1
"Mereka berdua tidak hamil, itu tandanya aku yang bermasalah"Ujarnya.
Zidan berniat pergi kerumah sakit untuk menanyakan masalah kejantanannya. Zidan memutuskan tidak masuk kantor karena ia sudah beralasan akan rapat, padahal hari ini tidak ada rapat di kantor.
Zidan pergi kerumah sakit swasta dijakarta, Rs.pertiwi yang dipilihnya. Selain lebih dekat juga terkenal lebih baik pelayanannya.
Ia kemudian masuk ke pendaftaran dan mendaftarkan nama dirinya, Zidan memilih VIP agar lebih cepat dan tidak memakan banyak waktu untuk mengantri.
3 menit kemudian namanya langsung dipanggil, ia langsung menuju ruang dokter yang berada di lantai 2 Rumah sakit. Perlahan ia melangkahkan kakinya dengan perasaan gemetar bercampur rasa kalut dalam pikirannya.
Kini ia sudah sampai didepan pintu ruang dokter yang akan menangani keluhan ya saat ini, nama dokter tersebut tercantum diatas pintu ia adalah Dokter Dima Airlangga.
Setelah beberapa detik menenangkan dirinya Zidan mulai mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan Dokter Dima Airlangga. Disitu terlihat ada dua perawat yang membantu Dokter Airlangga menangani pasien-pasiennya.
Zidan merasa malu dan bingung harus memulainya dari mana, jujur ia sangat malu dengan dua perawat wanita yang ada didalam ruangan itu namun ia mencoba tenang seraya mendudukan dirinya menghadap Dokter Dima Airlangga.
"Iya Dok"Jawab Zidan.
"Silahkan sebutkan keluhan yang Tuan alami?"Tanya Dokter kembali.
"Dok, istriku tidak kunjung hamil, saya sudah menikah 5 bulan?"Ujar Zidan begitu polosnya.
"Istri Anda tidak hamil, memangnya ada penyakit tertentu yang bisa membuat kehamilan itu terganggu?"Tanya Dokter Dima.
"Istri saya sehat Dok, mungkin saya yang bermasalah"Ujar Zidan seraya memandang kedua perawatan wanita dan memastikannya tidak menertawai dirinya.
"Oke kita langsung periksa saja, Tuan berbaring biar saya lihat dulu, silahkan berbaring"Ucap Dokter Dima.
__ADS_1
Lalu perawatan wanita itu menunjukkan ranjang dan menyuruh Zidan untuk berbaring, satu perawat lagi menutup tirai agar menutupi proses pemeriksaan Zidan oleh Dokter Dima.
Zidan merasa malu jika prosesnya akan terlihat oleh perawat wanita yang berada didalam ruangan, ketika Dokter sedang memeriksa Zidan merasa gemetar dan takut jika hasilnya tidak seperti yang ia inginkan.
"Tuan sepertinya tidak ada masalah, burun9mu baik-baik saja dan sehat"Ujar Dokter.
"Sudah bisa dipastikan Dok?"Tanya Zidan.
"Belum, ini hanya bagian luar kita nanti akan periksa bagian dalamnya"Ujar Dokter.
Kemudian Zidan dituntut untuk membuka semua celananya, ia dipaksa mengeluarkan sperm4nya dengan alat yang ada di RS tersebut. Rasa malu semakin memuncak ketika ia harus mengeluarkan sperm4nya dan diberikan kepada Dokter Dima melewati perawat wanita.
"Tuan tidak perlu banyak jika sudah keluar langsung berikan pada kami"Ucap perawat wanita.
"Iya, ini sudah dapat"Ucap Zidan gugup.
Kemudian sperm4nya diperiksa kembali oleh Dokter, hasilnya keluar setelah 3 jam menunggu dan ternyata ada masalah pada sperm4nya sehingga membuatnya susah untuk punya anak bahkan sampai bertahun-tahun.
Mendengar pernyataan Dokter Zidan langsung berkaca-kaca dan merasa sedih, ternyata semua ini karena kesehatan dirinya yang terganggu sehingga ia susah untuk mendapat anak.
"Dok, lalu apakah saya tidak bisa punya anak?"Tanya Zidan.
"Bisa tapi semua itu harus dibarengi usaha dan doa, yang penting terus sabar dan semangat"Ujar Dokter.
"Ada ramuan yang bisa menyembuhkan agar masalah dalam sperm4ku ini bisa sembuh Dok?"Tanya Zidan kembali.
"Bisa nanti kita kasih obat, tapi masalah Tuan sedikit parah jadi kemungkinan akan lama proses penyembuhannya"Ujar Dokter.
"Terimakasih Dok"Ucap Zidan, kemudian ia diberi resep obat ia kembali menunggu 2 jam kemudian karena harus menunggu hasil lab yang belum keluar. Setelah selesai semua Zidan langsung mengambilnya kemudian kembali kerumah karena hari sudah malam.
__ADS_1