Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
36.MENCARI ORANG TUA KANDUNG


__ADS_3

Melihat Delia sudah pergi Zidan sengaja masuk kedalam kamar Delia untuk mencari petunjuk siapa orang tua kandungnya yang sebenarnya.


"Aku harus mencari petunjuk, aku harus memastikan apakah orang tuaku benar-benar sudah meninggal!"Zidan segera mencarinya sebelum Delia pulang.


Zidan mencari ke dalam laci dan lemari sang Ibu, namun belum ia temukan barang apapun. Kemudian Zidan terus mencari sampai ke lemari terakhir, kali ini ia menemukan kertas yang sudah ditanda tangani oleh Ibu Nani dan Pak Sobri berisi persetujuan memberikan hak asuh Putranya kepada Delia.


"Ini yang aku cari, akhirnya!"Zidan langsung meneteskan air mata setelah menemukan petunjuk siapa orang tuanya.


Melihat ada alamat orang tuanya Zidan berniat mencarinya, namun ia tidak akan memberi tahu semua ini kepada Delia.


"Aku akan mencarimu Bu, Pak"Ucap Zidan.


Zidan mencatat alamat yang ada dalam surat itu lalu ia menaruhnya kembali ke dalam lemari agar Delia tidak curiga.


Namun ketika Zidan akan keluar dari kamar Delia, ia melihat ada celana pribadi terjatuh dilantai. Celana pribadi itu milik laki-laki Zidan yakin itu bukan milik sang Ibu.


"Celana da**am!! Milik siapa ini, apa mungkin tadi malam Ibu bersama laki-laki!"Zidan merasa sudah dibohongi oleh Delia.


Merasa sangat janggal Zidan sengaja menunggu sang Ibu untuk bertanya tentang celana pribadi yang ia temukan di lantai kamar sang Ibu.


Setelah menunggu sampai malam Delia tiba di Rumah dan langsung masuk ke dalam kamar. Tidak sampai jauh ia melangkah Zidan memanggil dan menghampiri sang Ibu.


"Bu, tunggu!"Ucap Zidan sedikit keras.


"Kenapa Zi, kok belum tidur"Ucap Delia.


"Jelaskan padaku dengan jujur, ini celana da**am milik siapa!"Zidan memperlihatkan celana pribadi yang ia temukan di kamar sang Ibu.


"Sini!! Kamu lancang ya! Kamu berani ikut campur urusan Ibu!"Delia merebut celana pribadi tersebut dari tangan Zidan.


"Kenapa Bu, aku hanya bertanya, apa Ibu semalam bersama laki-laki!"Zidan tidak terima jika sang Ibu bersama laki-laki yang tidak benar dan tidak jelas.


Sebagai anak laki-laki Zidan ingin melindungi Delia walaupun ia bukan Ibu kandungnya.


"Kamu jangan pernah ikut campur urusan Ibu!"Pekik Delia lalu pergi dari hadapan Zidan.


Rupanya Delia tidak perduli lagi dengan Zidan. Sikap Delia benar-benar sudah berubah, Zidan semakin tidak betah jika terus bertengkar dengan Delia karena ia bukan anak kandungnya.

__ADS_1


"Lebih baik aku mencari orang tuaku, Ibu sudah tidak perduli lagi denganku karena memang aku hanya anak pancingan saja! Mungkin sudah saatnya aku pergi"Ucap Zidan.


Setelah siap Zidan segera mencari alamat tersebut, ia mencari sampai ke ujung desa yang sangat jauh dari kota. Desa itu sangat terpencil, Zidan sampai susah menemukan alamat Rumah yang ia tuju karena hari mulai malam.


Hari itu Zidan ditemani Riko teman kuliahnya.


"Rik, sepertinya ini desa yang kita tuju"Ucap Zidan sambil terus memandangi setiap sudut Rumah.


"Aku rasa juga benar Zi"Ucap Riko sambil mengemudikan mobil.


Setelah lama mencari akhirnya mereka sampai dirumah yang mereka cari. Rumah itu nampak sepi tak berpenghuni.


Riko dan Zidan memutuskan untuk turun dan mencari Pak Sobri dan Bu Nani, siapa tau mereka masih tinggal di rumah tersebut.


Lalu mereka turun dan mengetuk pintu Rumah tersebut, terdengar suara laki-laki menjawab salam mereka. Tak lama kemudian seorang laki-laki tua membukakan pintu dan kaget melihat kedatangan mereka malam-malam begini.


"Selamat malam Pak, apa benar ini Rumah Pak Sobri?"Tanya Riko kepada laki-laki tua tersebut.


"Iya benar, saya sendiri"Ucap laki-laki tua yang ternyata adalah Pak Sobri.


"Iya saya sendiri, silahkan masuk tidak enak diluar begini"Lalu Pak Sobri mengajak mereka masuk ke dalam Rumah sederhananya.


Mereka duduk dan tidak lama kemudian di beri minuman oleh seorang wanita tua yang ternyata adalah Bu Nani. Riko dan Zidan benar-benar tidak menyangka jika mereka masih hidup. Ternyata Delia sudah berbohong.


"Jadi, kalian sebenarnya kesini mau apa, kalian ini siapa dan dari mana?"Tanya Pak Sobri yang sedang duduk ditemani Bu Nani.


"Iya, kalian itu malam-malam kesini ada apa"Ucap Bu Nani begitu heran.


Sementara itu Zidan menahan air matanya, ia tidak menyangka bisa bertemu orang tuanya yang sudah tidak muda itu.


"Bu, Pak kedatangan kita kesini ingin mencari Ibu dan Bapak"Ucap Riko.


"Memangnya kenapa"Tanya Pak Sobri kembali.


Belum sempat menjawab, Zidan tiba-tiba bersujud dibawah kaki mereka dan menangis haru. Melihat sikap Zidan membuat mereka ikut menangis dan terus bertanya-tanya.


"Katakan padaku, ada apa ini?"Seru Pak Sobri.

__ADS_1


"Pak, ini aku Zidan. Anakmu!"Ucap Zidan sesenggukan. Sementara itu Riko terus menangis melihat pertemuan mereka.


"Zidan anaku?"Tanya Bu Nani dengan kaget.


"Kau Zidan anaku?"Sambung Pak Sobri dengan berlinang air mata.


"Iya Pak, Bu dia Zidan anak kalian. Dia anak yang di asuh dan di besarkan Ibu Delia"Ucap Riko kepada mereka.


Sontak mereka langsung memeluk Zidan, mereka tidak menyangka bisa bertemu Zidan yang sudah dewasa dan tampan. Mereka sangat beruntung anaknya mau mencari keberadaannya setelah dewasa.


"Nak, maafkan Ibu dan Bapak!"Bu Nani sangat bersalah dan menyesal sudah memberikan Zidan kepada orang lain.


"Bapak juga minta maaf Zidan!"Ucap Pak Sobri sambil mengusap air matanya yang terus menetes.


Zidan mengerti dan memaafkan mereka. Lalu mereka menceritakan alasan dibalik semua itu.


Zidan juga menceritakan yang terjadi akhir-akhir ini. Ia memberi tahu kepada orang tuanya, jika Delia mengadopsi dirinya hanya untuk pancingan saja, supaya bisa mendapatkan warisan dari Papa Zaki. Setelah mendapatkan semuanya Delia menjadi berubah dan tidak menganggap Zidan seperti anaknya lagi.


Mendengar cerita Zidan membuat Bu Nani dan Pak Sobri tidak berhenti menangis. Ia benar-benar sangat menyesal.


Selama beberapa tahun mereka selalu memimpikan bisa bertemu anaknya, tapi hari ini semua doanya terkabul, mereka benar-benar bertemu anak kandungnya yang sudah 20 tahun bersama orang lain.


Riko begitu bahagia melihat sahabatnya sudah bersatu kembali dengan orang tuanya. Malam ini Bu Nani menyiapkan makan malam lalu mereka makan bersama.


Malam ini Zidan mengajak Riko menginap dirumah orang tuanya. Walaupun ia tidak pulang seharian tidak ada telepon atau sekedar pesan singkat dari Delia. Mungkin ia benar-benar sudah tidak perduli lagi dengan Zidan.


"Ibu tidak menanyakan keberadaanku, mungkin dia sudah tidak perduli lagi denganku!"Ucap Zidan kepada Riko yang sedang berbaring istirahat bersama.


"Aku juga kaget Zi, kok bisa Bu Delia berubah seperti itu! Dia juga sudah bohongin kamu kalo orang tua kamu sudah meninggal! Mungkin Bu Delia takut kalo warisan kamu akan kamu berikan kepada orang tua kandung kamu!"Ucap Riko sambil memejamkan mata hendak tidur.


"Sudahlah kita tidur saja. Yang penting aku sudah menemukan orang tuaku"Ucap Zidan kepada Riko yang sudah lebih dulu terlelap karena kecapekan.


Malam ini mereka terlelap dalam bahagia, dirumah sederhana yang tentram jauh dari perkotaan.


Ikuti terus Novel ini ya😊


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2