Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
42.MENGHAYAL


__ADS_3

Sembari berbaring di atas ranjang malam ini Laras termenung merindu, entah apakah rindunya akan tersampaikan kepada pangeran khayalannya yang pasti saat ini ia sedang dimabuk cinta.


Untuk menyalurkan rasa rindunya ia membuka ponselnya kemudian masuk ke dalam galery yang berisi sebuah foto, namun foto yang ia cari bukanlah foto miliknya melainkan foto sang pangeran yang sengaja ia curi diam-diam pada waktu itu.


"Laki-laki tampan sepertimu hanya pantas bersanding denganku Zidan! Aku mencintaimu sayang"Ucapnya seraya membelai pipi yang tidak bergerak didalam ponsel yang ia pegang tersebut.


Tenyata cinta benar-benar sudah membuat pikirannya seakan tidak normal lagi. Ia terus berkhayal dan tertawa tak jelas, malam ini Laras terus bergulat dengan tempat tidurnya, khayalannya membuat dirinya merasakan kehadiran sang pangeran. Namun khayalannya diganggu oleh suara sang Ibu yang tiba-tiba memanggilnya begitu mengagetkan.


"Laras berisik!"Delia menegur laras karena ia mendengar Laras tertawa tidak jelas sehingga mengganggu tidurnya malam ini.


"Iya Bu maaf!"Ucap Laras kepada Delia, belum puas ia mengkhayal sang Ibu sudah mengganggunya.


Merasa sudah hening suasana malam ini, Laras kembali ke dalam khayalan yang berbeda. Ia menghayal yang tidak wajar, khayalannya kali ini menuju kepada bayangan intim dimana ia merasakan sedang bercinta dengan pangeran pujaannya.


Lekuk tubuhnya perlahan ia belai dengan tangannya, dari bawah ke kebibir lalu ia kulum jari jemarinya seakan itu ciuman nikmat dari Zidan.


Tak sampai disitu Laras juga semakin gila! Ia merasa seperti sedang penuh napsv sampai area pribadinya ia mainkan sehingga membuat susu kentalnya keluar begitu saja.


Laras terkulai lemas dan merasa puas dengan khayalannya malam ini.


🌻🌻🌻


Esok harinya...


"Bu aku mau ke kondangan dulu ya?"Ucap Laras kepada Delia yang sedang sibuk memasak pagi itu.


Penampilannya pagi ini sangat anggun dengan rambut lurus sedikit pirang, ia juga memakai bola mata palsu yang membuatnya semakin terlihat cantik.


"Kondangan dimana Ras?"Tanya Delia.


"Temen Bu, temen sekolahku dia hari ini nikah"Ucap Laras.


"Lalu kau kapan Ras? Sudah ada dong pasti calonnya?"Tanya Delia seraya tersenyum, ia memberi sindiran untuk Laras karena Laras belum pernah mengenalkan pacarnya.


"Secepatnya Bu! Yaudah Bu aku jalan dulu"Laras pergi dengan muka cemberut, sepertinya ia tidak suka dengan sindiran Delia.


Laras pergi dengan mobil miliknya namun hari ini ia tidak sendiri, ia bersama sopir pribadi sang Ayah yang akan mengantarnya kesana.


"Pak Jojo Ayah bilang apa?"Tanya Laras kepada sopir pribadi sang Ayah yang bernama Pak Jojo.

__ADS_1


'Kata Tuan Neng Laras ga boleh ditinggal, Pak Jojo harus tungguin Neng Laras sampai pulang"Ucap Pak Jojo.


"Oh gitu, terus Ibu bilang apa?"Tanya Laras kembali.


"Ibu tidak bilang apa-apa Neng"Ucapnya kepada Laras.


"Terus kenapa tadi Ibu bicara lama sekali dengan Pak Jojo?"Laras masih penasaran dan terus bertanya.


"Oh itu, Ibu tadi hanya bilang pulangnya suruh mampir apotek beli obat gatal"Ucap Pak Jojo.


"Oh yaudah"Ucap Laras, tak lama kemudian ia sudah sampai di Rumah temanya untuk kondangan.


Laras beranjak keluar dari mobil dan merapikan pakaiannya. Ia menyuruh Pak Jojo untuk parkir dan menunggunya diluar saja.


"Pak tunggu disitu ya"Ucap Laras.


"Oke Neng"Ucap Pak Jojo.


Kemudian Laras masuk dan tak sengaja bertemu sejumlah teman-temannya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka juga diundang untuk menghadiri pernikahan sang teman.


"Hai Neti, Sisi, Ayana, kalian cantik-cantik sekali pangling loh aku!"Ucap Laras seraya berjabat tangan dengan mereka.


"Kalian juga langsing"Ucap Laras kepada mereka.


"Eh Ras kamu tau gak ceritanya Sonya dan Gilang?"Ucap Sisi kepada Laras.


Sonya dan Gilang adalah teman Laras yang dimaksud sedang melangsungkan pernikahan hari ini.


"Tidak, memang kau tau? Apa Si?"Laras begitu penasaran dengan ucapan Sisi.


"Aku si baru dengar kemarin, itupun kata orang. Sebenarnya Gilang itu calon suami Kazel kakak Sonya, tapi malah nyantolnya sama Sonya"Ucap Sisi kepada Laras.


"Kok bisa Si?"Laras masih penasaran.


"Aku ga tau cerita banyak itu doang yang aku tau Ras, mungkin karena cinta itu gila hehe"Ucap Sisi seraya tertawa.


"Hebat sekali ya si Sonya"Ucap Laras seraya menggelengkan kepalanya.


Namun perlahan tapi pasti Laras akan meniru kisah cinta Sonya. Ia akan merebut Zidan dari wanita manapun yang berani mendekatinya.

__ADS_1


"Ternyata bukan aku saja, Sonya malah lebih gila dariku! Bagaimana tidak, calon suami sang kakak ia sikat juga!"Ucap Laras.


Ketika akan pulang Laras menemui pengantin untuk sekedar bersalaman dengan sang pengantin terlebih dahulu.


"Sonya selamat ya?"Ucap Laras seraya mendaratkan pipinya di pipi Sonya.


"Sama-sama Ras, cepat nyusul ya"Ucap Sonya kepada Laras.


Namun ketika giliran bersalaman dengan pengantin pria Laras seketika terpanah melihat ketampanan Gilang. Ia benar-benar wanita yang mudah terpelet dengan pria tampan.


"Whah, pantas saja Sonya merebutnya, gantengnya kebangetan gini!"Ucap Laras seraya terus berjalan dengan 15 detik tatapan mata kepada Gilang.


Laras berjalan pulang, hari ini dua orang berbicara yang sama denganya. Ya mereka berharap dirinya agar segera menikah.


Ibu dan temannya memberi sindiran kepadanya, sindiran itu malah semakin membuat Laras nekat untuk mendapatkan pangeran pujaannya agar cepat-cepat menjadi miliknya.


"Tidak! Aku tidak boleh lama-lama dengan permainanku ini, secepatnya aku harus mendapatkan Zidan sebelum ia menjadi milik wanita lain"Ucap Laras seraya berjalan begitu cepat.


Sesampainya di tempat parkir Laras langsung masuk kedalam mobil tanpa aba-aba, hal itu membuat kaget Pak Jojo.


"Astaga Neng! Pak Jojo kaget, ada apa Neng kok seperti dikejar hantu?"Ucap Pak Jojo seraya melihat Laras yang sudah duduk dibelakang lewat kaca mobilnya.


"Bukan hantu lagi Pak, tapi zombie yang hampir makan orang!"Pekik Laras.


"Waduh"Gumam Pak Jojo.


Pak Jojo melihat Laras begitu cemberut, tidak seperti biasa mungkin karena kesal dengan ucapan yang tidak membuatnya senang, apa lagi jika itu tentang pernikahan Laras bisa kesal berhari-hari.


Sampainya dirumah Laras masuk tanpa menengok seisi Rumah, ia hanya berjalan menuju kamarnya Laras juga tidak menyapa kedua orangtuanya yang sedang ada di ruang keluarga padahal ia melewatinya.


"Laras kenapa Yah, dia kok cemberut gitu ya?"Ucap Delia.


"Iya, seperti ada masalah"Ucap Wisnu seraya bangkit dan akan menghampiri Laras.


"Ayah biarkan Laras istirahat dulu, kalo kamu kesana dan tanya dia kenapa Laras pasti tidak mau jawab dia pasti sedang capek biarkan Laras istirahat dulu"Ucap Delia kepada Wisnu.


"Iya Bu, aku fikir juga begitu"Kemudian Wisnu duduk kembali.


Apa yang akan dikatakan Laras nanti tunggu episode selanjutnya ya😊

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2