
Wanita berambut ikal dengan bulu mata yang lentik itu pagi ini sedang bersiap untuk bertemu orang tua Wandi, namun ia sengaja merahasiakan semua ini dari Zaki dan Lisa karena akan memberi kejutan kepada mereka berdua.
Tak berselang lama ponselnya tiba-tiba berbunyi, ternyata Wandi sudah menelfon dirinya, sepertinya ia sudah menunggu Arumi di luar Rumah. Wandi sengaja tidak masuk agar tidak ketahuan oleh orang tua Arumi.
Arumi yang saat itu keluar kamar berusaha bersikap tidak mencurigakan didepan Lisa yang sedang duduk santai seraya menonton tv.
"Ma, aku keluar dulu ya?"Ucap Arumi.
"Kok tumben kamu rapih sekali, mau kemana?"Tanya Lisa.
"Aku mau kerumah teman Ma, cuma sebentar ya?"Ucap Arumi kembali.
"Tapi jangan lama-lama ya Rum?"Ucap Lisa.
Kemudian Arumi berjalan keluar seraya melirik setiap sudut Rumahnya, ia harap kepergiannya dengan Wandi tidak terlihat oleh siapapun termasuk sang Mama.
Wandi yang sudah lama menunggu Arumi akhirnya bertemu dengan wanita idamannya tersebut kemudian mereka langsung masuk kedalam mobil dan langsung menuju Rumah Wandi.
"Kau sudah makan?"Tanya Wandi ketika baru duduk didalam mobil.
"Sudah, kau belum?"Tanya Arumi.
"Sudah, berati kita langsung jalan saja"Ucap Wandi.
Perjalanan kurang lebih 1 jam untuk mereka sampai dirumah Wandi, Arumi yang sebelumnya ceria seketika menjadi tegang melihat Rumah Wandi sudah nampak didepan mata.
Mobil sudah sampai di depan gerbang kemudian salah seorang scurity membuka gerbang dari Rumah mewah tersebut, perlahan mobil yang dinaikinya masuk kedalam halaman Rumah pria yang akan menjadi suaminya itu.
Kini ia telah sampai di depan pintu Rumah megah dengan dua pintu berukuran raksasa yang sudah terbuka lebar untuk menerima dirinya. Pelan tapi pasti ia mulai menapakan kakinya kedalam istana tersebut.
Rasanya tidak bisa dipungkiri, tak hanya gemetar ia juga merasa sangat takut jika orang tua Wandi tidak suka padanya, seraya duduk Arumi mencoba percaya diri.
5 menit kemudian terlihat seorang wanita turun dari tangga disusul seorang pria rapih turun bersamaan dengan wanita tersebut.
"Rum, itu yang turun Mamaku dan pria dibelakangnya itu adalah Papaku"Ucap Wandi seraya menunjuk ke arah mereka.
"Aku gemetar Kak?"Ucap Arumi seraya meremas tangannya.
"Tidak apa-apa kau tenang saja, semua manusia pasti akan merasakan seperti ini"Ucap Wandi.
Orang tua Wandi sudah sampai diujung tangga, mereka melihat kehadiran Arumi seraya menebar senyum kebahagiaan rupanya semua itu tidak seperti yang Arumi bayangkan mereka berdua begitu ramah.
__ADS_1
Kini mereka duduk berdampingan dengan Arumi, Wandi langsung mengenalkan Arumi kepada mereka berdua.
"Ma, Pa, ini Arumi"Ucap Wandi seraya tersenyum.
"Cantik ya nak pacarmu ini, Mama senang sekali akhirnya kau menikah juga"Ucap sang Mama yang diketahui bernama Sanita itu.
"Iya cantik sekali pacarmu ini Nak, Papa senang sekali loh"Ucap sang Papa yang diketahui bernama Bambang tersebut.
"Makasih ya Om, Tante"Ucap Arumi seraya tersenyum gemetar.
"Pa, Ma, aku sama Arumi kan sudah saling menerima bagaimana jika pernikahan kami disegerakan bulan ini?"Ucap Wandi.
"Oh, lebih baik itu Nak Papa malah senang sekali"Ucap Bambang.
"Iya Pa, Mama juga senang sekali"Ucap Sanita sangat kegirangan.
"Makasih ya Om, Tante?"Ucap Arumi merasa senang.
Arumi merasa sangat bahagia disaat ia sudah pantas untuk menikah ia langsung dipertemukan dengan jodohnya, Arumi yakin Wandi adalah pria baik-baik.
🌻🌻🌻
Sore itu Arumi pulang kembali bersama Wandi, namun Wandi tetap tidak akan masuk sebelum waktunya. Arumi turun dari mobil sedangkan Wandi langsung pulang kerumahnya.
"Iya, kau juga jangan lupa, besok aku akan membawa orang tuaku datang untuk melamarmu"Ucap Wandi seraya tersenyum.
Arumi segera masuk karena hari sudah sore ia juga sudah berjanji tidak akan pulang sampai larut malam. Lisa dan Zaki saat itu seperti biasa sedang santai seraya menonton TV.
"Ma, Pa"Ucap Arumi seraya menghampiri mereka didepan TV.
"Eh, sudah pulang Rum dari mana?"Tanya Zaki.
"Kerumah teman Pa katanya"Ucap Lisa.
"Iya Pa, aku habis main dirumah teman"Ucap Arumi.
"Oh, ya sudah makan dulu sana Papa sama Mama sudah makan"Ucap Zaki kepada anak semata wayangnya itu.
Melihat wajah Arumi Zaki merasa anak gadisnya sedang berbahagia apalagi akhir-akhir ini Lisa sering mendengar Arumi bicara romantis dengan seseorang lewat telepon.
"Pa, sepertinya Arumi tidak biasa?"Ucap Lisa.
__ADS_1
"Iya Papa rasa juga begitu, jangan-jangan dia sedang jatuh cinta?"Ucap Zaki.
"Kali gitu bagus dong Pa, sebentar lagi kan Laras sama Zidan akan menikah terus Arumi juga menikah?"Ucap Lisa.
"Itu kan kalo benar sudah punya pacar Ma, mending kau tanya Arumi saja"Ucap Zaki.
Merasa benar kan tebakannya Lisa kemudian menghampiri Arumi kerena merasa penasaran. Ia menghampiri Arumi yang tengah duduk seraya memegang ponselnya.
Lisa lantas menghampiri Putrinya itu namun belum sampai ia mendekat ternyata Arumi sedang memandangi foto seorang pria yang tampan dengan hidungnya yang mancung membuat Lisa merasa kagum dengan pria pilihan Arumi itu.
"Rum"Ucap Lisa seraya menepuk pundak Arumi membuatnya kaget dan langsung menyembuyikan ponselnya dari sang Mama.
"Ah Mama ngagetin aja"Ucap Arumi.
"Hayo sedang apa?"Tanya Lisa seraya tertawa.
"Apaan sih Ma, orang aku sedang duduk"Ucap Arumi seraya terus menyembunyikan tangannya kebelakang badan.
"Mama sudah tau loh apa yang kamu sembunyikan itu foto seorang pria kan,?"Pekik Lisa.
"Mama gitu! Arumi kan mau kasih kejutan sama Mama sama Papa, Mama malah ngintip duluan"Ucap Arumi.
Merasa kesal dengan sang Mama Arumi langsung cemberut dan memalingkan wajahnya dari hadapan sang Mama seraya duduk dan memeluk bantal yang berada di atas sofa.
Lisa justru merasa lucu dengan sikap Putrinya, ia lantas memanggil Zaki agar pria tampan itu melihat sendiri kelakuan Putri kesayangannya ketika sedang ngambek.
"Lihat Pa Putri cantikmu, dia bisa ngambek dan cuekin Mama seperti itu?"Ucap Lisa seraya menahan tawanya.
"Arumi tidak baik seperti itu, kamu ini sudah dewasa Nak"Ucap Zaki seraya memegang tangan Arumi.
"Mama yang nyebelin!"Ucap Arumi.
"Emang Mama bikin salah apa?"Tanya Zaki.
"Tadi nama tidak sengaja lihat Arumi sedang memandangi foto seorang pria Pa"Ucap Lisa kepada Zaki.
"Loh Papa kok tidak dikasih lihat, kok cuma Mama saja? Arumi kenapa gak kenalkan sama kami Nak"Ucap Zaki.
"Besok Pa akan Arumi kenalkan, besok mereka akan melamarku?"Ucap Arumi pelan.
Merasa sudah salah dengan sang Mama Arumi langsung memeluk wanita hebat kesayangannya itu dan meminta maaf padanya.
__ADS_1
Bersambung...
"