
Merasa aneh dengan sikap Putri kesayangannya Wisnu lantas mendekati dan bertanya kepada wanita berambut pirang itu.
"Sepertinya kamu ada masalah, kenapa tidak cerita dengan Ayah?"Ucap Wisnu seraya duduk di pinggir ranjang.
"Aku tidak apa-apa."Ucap Laras begitu singkat.
"Bilang sama Ayah apa yang terjadi?"Pekik Wisnu.
Namun Laras masih enggan untuk menceritakan yang sebenarnya, ia memilih diam karena merasa bingung antara terbuka atau tetap merahasiakan semuanya.
"Ras, semenjak Ibumu pergi Ayah yang selalu menemanimu, kamu terluka Ayah tau, kamu diejek teman-teman kamu bilang, apa yang kamu rasakan Ayah selalu diberi tahu tapi sekarang kamu tega merahasiakan sesuatu dari Ayah?"Wisnu mencoba meluluhkan hati Laras agar ia selalu jujur dengan sang Ayah.
"Ayah"Seketika Laras memeluk tubuh laki-laki yang sudah tidak muda itu, ia merasa telah menyakiti hati laki-laki yang sudah merawatnya sejak kecil.
"Katakan apa yang kamu rahasiakan dari Ayah?"Wisnu terus menekan Laras, ia merasa ada hal penting yang Laras sembunyikan.
Dengan bercucuran air mata Laras mulai menceritakan apa yang ia sembunyikan dari sang Ayah.
"Yah, aku sudah mencintai laki-laki"Ucap Laras seraya menundukkan kepalanya penuh air mata.
"Astaga! Kau mencintai laki-laki itu tidak salah Laras, kenapa kau merahasiakan ini dari Ayah jika kau mau akan Ayah nikahkan laki-laki yang kamu cintai. Kamu sudah dewasa kamu sudah pantas untuk menikah."Ucap Wisnu kepada Laras.
Namun Wisnu tidak tau jika laki-laki yang Laras maksud adalah Zidan.
"Yah tapi aku tidak mungkin menikahi laki-laki itu!!!!"Teriakan Laras sampai membuat Delia yang sedang duduk merajuk mendengar suara lantangnya.
"Kenapa tidak mungkin! Memangnya siapa laki-laki itu?"Ucap Wisnu.
"Zidan Yah"Ucap Laras pelan dan sangat jelas.
"Zidan siapa ras? Apa Papa kenal dengan dia?"Wisnu berharap Zidan yang Laras sebutkan bukan Zidan kakak tirinya.
"Kak Zidan Pa!"Ucap Laras dengan lantang.
"Asaga Laras!!"Wisnu kaget dan merasa ini sebuah mimpi, bisa-bisanya Laras mencintai kakak tirinya sendiri.
Lalu tak berselang lama Delia datang karena mendengar kegaduhan di kamar Laras.
"Ada apa Yah apa yang terjadi?"Tanya Delia.
"Putriku, dia mencintai Anakmu"Ucap Wisnu seraya menangis.
__ADS_1
"Laras mencintai Zidan Yah?"Tanya Delia kembali.
"Iya"Jawab Wisnu.
"Kenapa semua ini bisa terjadi!"Sama seperti Wisnu Delia juga tidak menyangka dengan semua ini.
Wanita berambut pirang dengan bulu mata lentik itu memaksa sang Ayah agar menikahkannya dengan Zidan jika tidak ia mengancam akan bunuh diri.
"Apa yang kau katakan Laras! Kau sudah kelewatan!"Pekik Wisnu.
"Terserah Ayah jika Ayah tidak mau melakukan itu aku akan bunuh diri!!"Ucap Laras dengan nada lantangnya.
"Laras sudah! Tidak baik bicara seperti itu!"Ucap Delia.
"Ayah dan Ibu akan lakukan atau akan kehilangan aku selamanya!"Ucap Laras kembali.
Merasa takut semua benar terjadi Wisnu dan Delia mencoba merunding semua ini bersama.
Melihat kedua orangtuanya saling berunding wanita cantik dengan bola mata indah itu lantas merasa sangat senang, perlahan tapi pasti semua yang ia inginkan akan segera terwujud.
"Pernikahan yang aku impikan akan segera terlaksana"Batin Laras seraya mengusap air mata yang sudah berhenti ditengah pipi mulusnya.
🌻🌻🌻
Wanita cantik dengan lesung pipit itu merasa sangat senang bisa menyalurkan hobinya menjadi sebuah pekerjaan, Arumi tidak mau menjadikan kekayaan orang tuanya sebagai alasan ia malas bekerja.
"Baru satu bulan aku terjun dalam usaha ini sekarang sudah banyak yang mengenal usahaku"Ucap Arumi.
Namun tak berselang lama wanita berkulit putih dengan bola mata yang indah tiba-tiba kedatangan tamu yang tidak dikenal, tamu itu seorang wanita dengan pakaian rapih serta membawa tas Hermes kemudian duduk seraya mengeluarkan secarik kertas berwarna putih dari dalam tas mahalnya.
"Dengan Ny.Arumi"Ucap wanita yang diketahui bernama Vera.
"Ya, dengan siapa?"Ucap Arumi seraya membuka buku pentingnya untuk mencatat nama dan alamat tamunya.
"Dengan Vera, saya mau pesan semua ini hari dan tanggal sudah tertulis didalam kertas ini, saya minta semuanya agar terlihat mewah dan elegan"Ucap Vera seraya memberikan secarik kertas yang dibawanya.
Vera datang untuk memesan paket pernikahan untuk Minggu depan, ia memesan tema nuansa yang elegan namun modern.
"Oke, silahkan nona Vera bisa dipilih gaun yang nona suka?"Ucap Arumi seraya tersenyum sopan.
"Maaf tapi bukan untuku! Aku minta semua itu Anda yang pilihkan, aku percayakan semua padamu"Ucap Vera dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Bukan untuk nona? Lalu untuk siapa?"Tanya Arumi kembali.
"Untuk Sinta adikku, dia habis kecelakaan jadi aku yang harus turun tangan untuk mengurus semuanya agar pernikahannya tetap lancar dan meriah"Ucap wanita berhidung mancung keturunan Turki tersebut.
"Saya turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Sinta, jika begitu biar saya urus semuanya. Nona tidak perlu khawatir saya akan memberikan yang terbaik untuk pernikahan Sinta"Ucap Arumi.
"Terimakasih"Ucap Vera seraya menahan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
Secarik kertas menjadi barang penting untuk Arumi, ia harus melakukan perintah yang tertulis didalam kertas putih dengan pena hitam tersebut. Tanggung jawab adalah hal wajib baginya.
🌻🌻🌻
"Kau mau kemana Bu?"Tanya Wisnu.
"Aku mau ketemu Zidan aku akan menanyakan hal kemarin."Ucap Delia.
"Aku ikut! "Ucap Wisnu.
Mereka akan pergi menemui Zidan di taman kota untuk menanyakan hal penting yang bersangkutan dengan Laras Delia berharap Zidan mau mengerti dan menuruti permintaan mereka.
Pria tampan berkulit putih itu sudah lebih dulu sampai di taman kota, ia langsung menyambut kedatangan Delia dan Wisnu dengan mencium tangan mereka kemudian duduk bersama.
"Hal penting apa Bu?"Tanya Zidan kepada Delia tanpa basa-basi.
"Iya Ibu sama Ayah mau bicara penting, tapi apa kamu mau menerimanya"Ucap Delia seraya memandang mata Zidan.
"Apa Bu katakan saja?"Tanya Zidan kembali.
"Ibu ingin kau menikah dengan Laras?"Ucap Delia dengan berat hati.
"Menikah dengan Laras!"Seketika jantung Zidan berdetak begitu kencang setelah mendengar ucapan wanita yang sudah dianggap Ibu kandungnya sendiri.
"Zi, Ayah mohon!"Ucap Wisnu seraya bercucuran air mata.
"Tapi Yah!"Ucap Zidan seraya memegang jidatnya.
"Zi, Ibu dan Ayah mohon kamu mau ya, jika tidak Laras akan bunuh diri! Dia sangat mencintaimu nak?"Ucap Delia.
Zidan terdiam seketika, ia benar-benar tidak siap dengan semua ini apalagi Zidan belum mengenal jauh tentang Laras. Pria bertubuh semampai dengan otot perkasanya itu harus menikah dengan wanita yang tidak ia cintai atas dasar kasihan, bagaimana ia harus melewati semuanya?
Bersambung...
__ADS_1