Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
73.LIBURAN DATANG BULAN


__ADS_3

Zidan yang saat itu tengah duduk terus memikirkan Jaklen dan Qenan apakah mereka berhasil atau tidak.


"Tok Tok Tok"


Tak lama kemudian Qenan dan Jaklen telah kembali, Zidan langsung menyuruhnya masuk kedalam ruangan.


"Masuklah!"


Zidan dengan tidak sabar langsung menyuruh mereka duduk.


"Duduklah, ayo duduk!"Ujar Zidan dengan sangat tidak sabar.


"Tuan pasti sudah lama menungguku bukan?"Ujar Qenan sambil mendudukan dirinya dan tersenyum tenang.


"Kau tidak menganggapku!"Pekik Jaklen kepada Qenan seraya menginjak kakinya.


"Tidak usah bertengkar kalian berdua masing-masing akan dapat 200 juta! Tapi jika berhasil" Seraya berdiri Zidan menunggu kata-kata yang keluar dari mulut mereka.


"Kami berhasil Tuan"Ujar Qenan.


"Ya Tuan kami berhasil!"Imbuh Jaklen.


"Kalian hebat!"Sahut Zidan seraya berjalan menuju lemari dan mengambil dua amplop coklat berukuran besar.


"Lihat itu! Tuan ambil amplop Qen?"


"Oh tidak! Jak sepertinya itu amplop berisi uang untuk kita?"


Dalam otak mereka berdua hanyalah uang dan uang!


Zidan membalikan badannya dan berjalan memegang dua amplop coklat yang ditaruhnya diatas meja tepat didepan Jaklen dan Qenan.


"Kau ambil satu-satu"Ujar Zidan, membuat mereka mengambil amplop tersebut dengan sangat cepat.


******


Pagi yang cerah....


"Mas sudah pagi kau tak bangun? Hari ini kan hari Minggu kau janji mau ajak aku kemana?"Arumi berbisik membangunkan Zidan agar tidak lupa jika hari ini mereka akan berlibur ke pantai.


"Kau sudah siap?"Tanya Zidan yang masih sedikit mengantuk.

__ADS_1


"Sudah kau bangun dan mandi cepet! Aku tidak mau kesiangan!"Rengek Arumi.


"Baiklah aku akan mandi tapi apa kau tidak lihat ini?"


Zidan beranjak dari ranjangnya lalu berdiri menghadap Arumi seraya memberinya kode jika keperkasaannya pagi itu sedang berdiri.


Arumi menelan ludahnya melihat keperkasaan suaminya yang sedang berdiri. Ia mengerti apa yang dimaksud oleh suaminya itu.


"Aku melihatnya memangnya kenapa?"Arumi memalingkan wajahnya.


"Kau tidak mau? Pagi-pagi seperti ini adalah waktu yang sangat enak buat begituan sayang"Ujarnya sambil menatap Arumi penuh gairah Zidan pun perlahan mendekat.


"Aku sedang datang bulan memangnya kau mau? Tak apa jika kau mau"Tegas Arumi seraya membuka bajunya setengah telanjang.


"Hah! Tidak aku mau mandi saja kita kan mau jalan-jalan!"


Mendengar Arumi sedang datang bulan Zidan mengurungkan niatnya dan langsung pergi masuk kedalam kamar mandi.


"Kenapa Arumi bisa datang bulan hari ini padahal sudah 3 hari aku tidak begituan rasanya kaku semua urat-urat ku ini!"Ujar Zidan seraya berdiri didalam kamar mandi dan memegang keperkasaannya.


Sementara itu Arumi memakai bajunya kembali."Aku kira Mas Zidan bakal kalah dengan nafsunya, ternyata dia masih punya iman yang kuat"Ujar Arumi.


Setelah selesai mandi Zidan keluar dari kamar mandi, Arumi yang tengah duduk dipinggir ranjang berhasil mengalihkan pandangannya. Arumi yang nampak duduk begitu terlihat sangat cantik memakai dres merah dan menyilang kakinya membuat paha mulusnya terlihat begitu segar dan kenyal.


Zidan mengambil pakaian yang ada dilemari namun yang ia ambil justru milik Arumi. Karena sesekali matanya masih tertuju pada paha mulus sang istri membuat dirinya tidak terlalu fokus mengambil pakaiannya.


Dengan perasaan tak aneh Zidan mulai memakai pakaian Arumi yang diambilnya pakaian berwarna pink dengan motif kupu-kupu. Arumi menengok dan melihat hal itu lantas merasa heran dengannya. Kumat apa suaminya pagi-pagi sekali sudah bertingkah aneh.


"Mas kamu kenapa apa yang terjadi padamu?"Tanya Arumi kepada Zidan ketika Zidan sudah memakai bajunya dengan menahan tawanya.


"Apa? Aku baik-baik saja kau kenapa bertanya padaku kau ini aneh!"Zidan tidak merasa ada yang aneh pada dirinya. Ia terus berjalan biasa seraya merapihkan barang-barang yang akan dibawanya pergi jalan-jalan.


"Kau serius Mas, kau tidak merasa dirimu aneh?"


"Justru kau yang aneh!"


Arumi terus menyadarkan dengan sejuta tawanya namun Zidan masih belum menyadari dan malah merasa kesal dengan Arumi.


"Mas kita mau pergi ke pantai bukan mandi bola kenapa kau pakai baju kupu-kupu"Arumi terus tertawa melihat tingkah sang suami pagi itu.


"Kupu-kupu! Apa-apaan ini siapa yang sudah melakukan ini!"Ucapnya sambil melepas baju kupu-kupu milik Arumi.

__ADS_1


"Yang kamu sendiri lah Mas siapa lagi"Jelas Arumi.


"Semua ini gara-gara kamu, kenapa kamu pakai baju seksi seperti itu padahal kau sedang datang bulan!"Ujarnya.


Merekapun berseteru karena datang bulan.


******


Semua barang sudah siap, mereka akan pergi selama seminggu. Liburan kali ini mereka akan ke Bali Arumi yang meminta untuk berlibur ke pantai Bali padahal Zidan ingin berlibur ke puncak namun Arumi menolaknya.


"Mas kopernya sudah semua jangan sampai ada yang tertinggal karena di sana semua mahal-mahal"Ucap Arumi ketika masuk dan mendudukan dirinya didalam mobil.


"Siapa suruh kesana aku bilang ke puncak saja kau malah minta kepantai, dipuncak lebih sejuk tidak panas seperti di pantai"Ujar Zidan.


"Yang penting kita bulan madu!"Pekik Arumi.


Zidan terdiam dan mulai melajukan mobilnya. Ditengah perjalanan Zidan teringat dengan proyek yang bekerjasama dengan Maria. proyek itu akan dimulai 4 hari ke depan namun Arumi meminta berlibur selama satu Minggu.


"Bagaimana ini! Proyek itu harus dimulai 4 hari lagi sedangkan liburan ku seminggu kedepan baru pulang. Jika aku mengajak Arumi pulang lebih awal pasti dia akan marah apalagi Arumi sudah lama ingin ke Bali"Batinnya.


"Mas aku berharap liburan kali ini akan membawa kebahagiaan untuk kita ya Mas"


"Maksud mu apa bukankah selama ini kita hidup bahagia"


Zidan tidak tau apa yang sedang dipikirkan Arumi.


"Semoga setelah pulang liburan aku akan hamil"Jelas Arumi tersenyum.


"Iya sayang, semoga kau akan hamil. Tapi bukankah kau sedang datang bulan terus kita kapan begituan nya?"


"Hah!"


Arumi menepuk jidatnya ia baru sadar jika dirinya sedang datang bulan.


Perjalanan mereka masih panjang, mereka tidak menggunakan perjalanan udara Zidan memilih menggunakan jalur laut karena bisa membawa mobilnya dan akan lebih cepat sampai ke Bali.


Setelah masuk kedalam kapal mereka beristirahat sepanjang perjalanan Arumi tertidur lelap. Zidan tidak bisa tidur karena ombak laut membuat dirinya mabuk perjalanan.


Karena Arumi masih tertidur Zidan memilih berjalan menyusuri kapal mewah yang ditumpanginya. Zidan naik kelantai atas dan melihat banyak perempuan yang sedang duduk dan berdiri.


Lalu tak lama kemudian ada seorang pria yang sedang duduk bersama teman-temannya mereka memanggil Zidan untuk duduk bersama mereka.

__ADS_1


Zidan menghampiri mereka dan berkenalan dengan empat pria tersebut..


__ADS_2