
"Baik Bu, aku akan menikahi Laras"Kata-kata itulah yang keluar dari bibir manis pria dengan tubuh perkasanya itu.
"Terimakasih Nak, kau sudah mau melakukan itu untuk Putriku?"Ucap Wisnu kepada Zidan.
Namun tidak dipungkiri setelah Delia dan Wisnu pergi perlahan air mata keluar dari bola mata pria betubuh tinggi itu, ia benar-benar tidak menyangka akan melakukan semua ini demi orang lain.
"Aku benar-benar tidak berdaya dengan semua ini! Posisi ku sangat susah untuk menolak keadaan ini!"Ucapnya seraya menetes air matanya.
🌻🌻🌻
Sesampainya dirumah Delia memberi tau Laras tentang Zidan. Wanita cantik dengan muka kencangnya di usia yang tidak muda lagi itu langsung menghampiri Putri tirinya yang sedang duduk menyendiri di taman Rumah.
"Ras?"Ucap Delia seraya memegang pundaknya.
"Bu, bagaimana pasti kak Zidan tidak mau menikah denganku!"Ucap laras.
"Kamu salah Ras, kak Zidan mau sekali menikah denganmu?"Ucap Delia seraya tersenyum paksa.
"Serius Bu?"Ucap Laras.
"Iya, diam-diam kak Zidan juga cinta sama kamu"Ucapnya seraya terus memberi senyum palsunya.
Tidak seperti Delia Wisnu justru lebih diam dan tidak bicara sedikitpun dengan Laras, laki-laki kaya raya itu merasa takut akan pernikahan putrinya dengan Zidan yang tidak didasari niat apapun semua itu atas dasar kasihan karena memang Laras anak yang nekat.
"Yah, ko cemberut?"Tanya wanita dengan bulu mata lentiknya itu kepada sang Ayah
"Tidak apa-apa Ayah hanya butuh istirahat!"Ucap Wisnu seraya berjalan menuju kamarnya.
Melihat sikap Wisnu Laras merasa semua ini menjadi tekanan berat untuk sang Ayah tercinta tapi ia juga tidak bisa hidup tenpa pria yang dianggapnya pangeran tampan itu.
"Ibu juga mau istirahat dulu Ras"Ucap Delia menyusul Wisnu masuk kedalam kamarnya.
Wanita cantik dengan lipstik berwarna pink berpadu dengan bibir manisnya kini duduk sendirian, ia memandangi setiap sudut ruangan bayang-bayang pernikahan sudah mulai terlihat dalam khayalannya pernikahan yang mewah dan meriah.
🌻🌻🌻
Persiapan pernikahan Santi.
"Akhirnya sudah 99% kini tinggal memulai acara"Ucap Arumi seraya mengusap keringat lelahnya.
Semua dekorasi sudah selesai dari lampu warna-warni, makanan sampai bunga bermekaran sudah tertata rapih dalam istana pemiliknya.
Pagi itu menunjukkan pukul 8 perlahan acara pernikahan Santi sudah dimulai dengan gaun pengantin warna putih berpadu dengan riasan adat solo modern membuat Santi terlihat begitu cantik dan elegan.
Semua Bidadari-bidadari Arumi mulai menghiasi segala kebutuhan acara pernikahan wanita cantik keturunan Turki dengan hiasan hena anggun pada tangan lembutnya.
Sinta menikahi seorang pengusaha sukses, wajah tampannya sontak membuat para Bidadari-bidadari Arumi merasa iri padanya.
Para tamu undangan sudah berdatangan sehingga acara menjadi begitu meriah, sampai makanan semua habis tidak tersisa. Tak hanya itu kedua mempelai juga mendapat banyak uang dari semua tamu yang datang.
Arumi yang tengah duduk merasa bahagia melihat mereka semua begitu sangat menikmati, sepasangan kekasih sampai iri melihat mesranya pengantin baru bak Putri Raja itu.
"Aku merasakan bagaimana mereka tersenyum karena bahagia"Ucap Arumi merasa puas.
Ia duduk seraya terus tersenyum melihat sepasang pengantin yang begitu terlihat bahagia, apa lagi Sinta ia terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya.
Tiba-tiba datang seorang pria muda berkulit sawo matang dengan wajah tampannya duduk disamping Arumi, ternyata ia adalah kakak laki-laki Sinta.
"Hai, siapa nama kamu?"Tanya pria tampan dengan senyum pesonanya kepada Arumi yang tengah duduk sendiri seraya menyodorkan tangannya untuk berkenalan.
__ADS_1
"Aku Arumi"Ucapnya seraya gemetar berjabat tangan dengan pria tampan disebelahnya.
"Cantik ya nama kamu. Oh ya, aku Wandi?"Ucap pria yang diketahui bernama Wandi tersebut.
Wanita berkulit putih bersih itu merasa malu dan hanya tersenyum seraya memalingkan wajahnya saat pria tampan tersebut memberi pujian untuknya.
"Oh ya Arumi aku kedepan dulu ya?"Ucap Wandi.
"Iya silahkan"Ucap Arumi.
Pertemuan yang tidak sengaja memberikan kesan pertama untuk Arumi, dimana ia baru pertama kali mendapat pujian cantik dari seorang pria tampan seperti Wandi.
Arumi yang kala itu baru saja pulang seusai bekerja merasa lelah, namun lelahnya seketika terobati melihat senyum kedua orang tuanya ketika ia mulai menampakan kaki ke dalam istana megahnya.
"Arumi sayang sudah pulang, bagaimana kerjanya Rum lancar?"Tanya Lisa kepada Arumi.
"Lancar Ma,Pa aku seneng banget melihat mereka bahagia Ma,Pa"Ucap Arumi.
"Mereka siapa Rum?"Tanya Zaki.
"Ya mereka yang baru saja menikah lah Pa"Ucap Arumi.
"Ikh Papa!"Pekik Arumi.
"Sudah kamu mandi dulu bau"Ucap Lisa kepada Arumi.
Arumi berjalan masuk kedalam kamar, senyum manis selalu nampak dari bibir merahnya entah apa yang ia rasakan sepertinya hatinya sedang bahagia.
"Pria itu?"Arumi selalu terbayang senyum manis pria yang baru dikenalnya sore tadi.
Arumi yang malam ini merasa sangat lelah langsung berbaring di atas ranjang. Namun matanya tiba-tiba tertuju ke arah jam dinding yang seketika membuatnya merajuk kaget, pasalnya sudah larut malam ia lupa untuk mandi hanya karena memikirkan pria tampan yang baru ia jumpai.
Bukan hal penting untuk Arumi jika malam ini ia tak mandi untuk satu hari, kali ini Arumi benar-benar kelelahan ia kembali berbaring di atas bantal empuknya dan perlahan matanya mulai terpejam tidak ada lagi senyum manis pada bibir cantiknya, kini wanita kesayangan Wisnu benar-benar sudah tertidur.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Zidan menemui Laras pagi ini, pria tampan mempesona itu rupanya akan mengajak Laras ke tempat usaha Arumi. Bukan sekedar main melainkan Zidan akan mempercayakan semua kebutuhan pernikahannya kepada Arumi.
"Ada yang ketinggalan?"Tanya Zidan kepada wanita dengan bola mata indah tersebut.
"Tidak, kita jalan sekarang"Ucap Laras seraya memberi senyum.
Ditengah perjalanan Zidan mencoba mengajak bicara Laras, ia masih penasaran dengan sikap Laras.
"Oh ya sejak kapan kau suka padaku? Maksudku kenapa kau mau menikah denganku?"Tanya Zidan kepada Laras.
"Sejak pertama kali aku melihatmu, sejak itulah aku ingin menikah denganmu"Ucap Laras seraya menggenggam tangan Zidan.
"Wanita ini sepertinya sudah terbiasa dengan laki-laki, sejak pertama aku bersamanya ia tidak risih untuk mendekatiku bahkan memegang tanganku!"Batin Zidan.
"Kau yakin? Jika suatu saat aku selingkuh bagaimana?"Ucap Zidan seraya tersenyum usil.
"Jika nanti kau selingkuh maka aku akan sama sepertimu!!"Pekik Laras seraya mengibaskan tangan Zidan.
"Hehe becanda"Ucap Zidan.
Kemudian mereka sampai di butik Arumi, sesampainya di depan pintu seorang karyawan wanita dengan julukan Bidadari sedang menyambut kedatangan mereka. Karena memang semua karyawan Arumi mempunyai julukan Bidadari.
"Silahkan masuk"Ucap Bidadari seraya memberi senyumannya kepada mereka.
"Terimakasih"Ucap Zidan, lalu mereka masuk dan menemui Arumi.
Belum juga sampai di ruangan Arumi Zidan sudah merasa ketar-ketir, tubuhnya mulai gemetar kakinya semakin berat untuk melangkah.
__ADS_1
Bersambung...