Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
31.KEGUGURAN DI GANTI ANAK


__ADS_3

Delia benar-benar wanita hebat! Ia bisa menaklukkan laki-laki mana saja yang dia mau untuk menuruti segala keinginannya. Namun hidupnya tidak pernah bahagia sehingga membuat dirinya selalu melakukan hal bodoh.


Dan setelah dirinya pindah kerumah baru hidupnya semakin damai tanpa adanya Lisa. Namun Delia tetap saja masih ingin meminta haknya sebelum Zaki menceraikannya.


"Dua bulan lagi anak ini akan lahir, aku harus memeras Mas Zaki lebih dari ini sebelum dia menceraikanku!"Ucap Delia.


Namun kejadian yang tidak diinginkan terjadi padanya! Delia tiba-tiba tersandung dan perutnya menghantam kursi ketika akan memasang foto dirinya di atas dinding sampai membuat ia pendarahan.


Merasa kesakitan bercampur panik Delia segera menelfon Taxi online. Ia berharap tidak akan terjadi apa-apa dengan calon bayi yang ada dalam kandungannya yang sudah menginjak 7 bulan kehamilan.


Ketika Taxi datang, seorang pengemudi Taxi menolong dirinya untuk segera dibawa kerumah sakit saat itu juga.


Masih dalam perasaan panik Delia terus merintih kesakitan dan membuat pengemudi yang sudah tidak muda itu merasa sangat takut.


"Neng, tahan ya Neng."Ucap Pak Sobri supir Taxi tersebut.


"Pak, cepetan!!"Delia merasa sangat kesakitan.


Dan sampainya di Rumah sakit Delia langsung dibawa kedalam ruang pemeriksaan oleh perawat Rumah sakit tersebut.


Karena merasa tidak ada keluarga ataupun saudara Delia yang datang, Pak Sobri tidak meninggalkan Delia sendirian dirumah sakit. Ia justru menunggu Delia sampai keluarganya datang.


Namun hal buruk benar-benar terjadi pada Delia. Bayi yang ada dalam kandungannya ternyata sudah meninggal ketika dilahirkan lewat operasi. Anak itu perempuan, Delia sangat terpukul. Dokter turut prihatin dengan kejadian yang terjadi pada Delia.


"Anaku!!! Dokter!!"Rintih Delia bercampur duka setelah mendengar sang anak sudah meninggal dalam usia kandungan yang sudah menginjak 9 bulan dan tinggal beberapa hari lagi akan lahir ke dunia.


"Sabar ya Bu."Ucap Dokter, kemudian sang Dokter keluar untuk menemui keluarga Delia. Namun yang menunggu justru bukan keluarganya, Pak Sobri hanyalah sopir Taxi yang baru saja bertemu Delia bahkan Pak Sobri belum mengenalnya.


Dokter hanya berpesan kepada Pak Sobri untuk memberikan kabar kepada keluarga Delia. Pak Sobri hanya mengangguk iya.

__ADS_1


Untuk memastikan keadaan Delia Pak Sobri masuk untuk menanyakan keluarganya, bahkan Pak Sobri mau jika harus menjemput keluarga Delia untuk datang kerumah sakit.


"Neng, keluarganya kok belum datang, apa sudah dikasih kabar?"Tanya Pak Sobri.


"Tidak Pak! Aku tidak mau keluarga atau suamiku tau tentang semua ini, apa lagi tentang anaku yang baru saja meninggal!"Ucap Delia penuh duka.


"Lalu, siapa yang akan menemani Neng dirumah sakit"Pak Sobri merasa kasihan dengan Delia.


"Biarkan aku sendiri Pak, Bapak pulang saja! Aku mengucapkan terimakasih banyak karena Bapak sudah menolongku"Ucap Delia dengan memberi uang kepada Pak Sobri.


"Neng, ini terimakasih uangnya, bagaimana jika istri Bapak tak suruh kemari untuk menemani Neng disini"Ucap Pak Sobri kepada Delia yang sedang menangis terpukul.


"Pak! Aku tidak butuh siapa-siapa! Aku hanya mau anak aku hidup kembali!!"Delia teriak membuat Pak Sobri merasa prihatin.


Namun Pak Sobri merasa kebetulan dengan semua ini. Istri Pak Sobri baru 3 hari melahirkan dirumah sakit yang sama dengan Delia dan belum pulang kerumah karena belum membayar Rumah sakit. Mereka tidak punya biaya untuk membayar Rumah sakit. Untuk makan sehari-hari saja mereka kekurangan.


"Neng, jika Neng mau Bapak punya anak laki-laki baru lahir, dan Bapak bersama istri sebenarnya ingin mencari keluarga yang mau mengurus anak kami."Ucap Pak Sobri dengan berat hati.


Sama-sama merasa kebetulan kemudian Pak Sobri menghampiri Bu Nani sang istri dan menceritakan kepada Bu Nani tentang Delia yang sudan melunasi biaya Rumah sakit sekaligus akan mengurus anak laki-lakinya.


Mendengar semua itu Bu Nani menangis seketika. Ia dan suami benar-benar terpaksa melakukan semua ini karena tidak punya biaya untuk mengurus anak ketiganya.


Anak pertama dan kedua Bu Nani dan Pak Sobri sudah meninggal karena sakit. Waktu itu mereka tidak bisa membawa anaknya ke Dokter karena tidak punya biaya. Hal itu yang menjadikan mereka untuk mencari keluarga asuh untuk anak laki-lakinya.


"Neng ini istriku Nani, dan ini anak kami"Ucap Pak Sobri kepada Delia.


Kemudian mereka menaruh anak laki-lakinya di sebelah tubuh Delia dan begitu tampan bahkan sangat lucu, anak itu tidak menangis sama sekali ketika disandingkan dengan Delia.


"Lucu sekali, tampan"Ucap Delia begitu bahagianya ketika melihat anak laki-laki sedang tidur di dekat tubuhnya.

__ADS_1


"Bu, Pak, saya Delia. Saya akan merawat anak kalian sepenuh hati seperti anak saya sendiri"Ucap Delia kepada Bu Nani dan Pak Sobri.


"Neng Delia, terimakasih ya. Bapak dan Ibu ikut bahagia"Ucap Pak Sobri.


"Aku memang akan menyayangi anak kalian, tapi semua ini hanyalah pancinganku saja! Jika Mas Zaki tau anaknya sudah meninggal maka aku tidak akan mendapatkan warisan darinya! Itu sebabnya aku mau mengadopsi anak ini!"Batin Delia. ternyata semua ini adalah rencananya.


Melihat Delia begitu bahagia Pak Sobri dan Bu Nani merasakan bahagia yang sama seperti Delia.


Setelah 2 hari dirawat dirumah sakit Delia di persilahkan untuk pulang kerumah. Dan ia di antar langsung oleh Pak Sobri dan Bu Nani sampai ke rumah.


Setelah 50 menit dalam perjalanan mereka akhirnya sampai dirumah Delia. Pak Sobri menggelengkan kepala ketika melihat Rumah besar Delia, begitupun dengan Bu Nani ia tidak pernah membayangkan jika anak laki-lakinya akan diasuh oleh keluarga kaya raya.


Pagi itu Delia mempersilakan mereka untuk masuk kedalam dan membuat surat perjanjian untuk ditanda tangani.


"Pak, Bu terimakasih untuk semua ini. Aku akan menyayangi anak kalian"Ucap Delia kepada mereka ketika akan pulang.


Mereka sesekali menciumi pipi anak laki-lakinya dengan penuh kerinduan. Mereka sadar Mereka akan berpisah dan tidak tahu kapan akan bertemu lagi karena mereka akan pulang ke kampung halamannya.


Untuk itu Delia memberikan uang kepada mereka, uang itu untuk kebutuhan sehari-hari mereka dan begitu besar nominalnya. Semua itu tanda terimakasih Delia karena mereka sudah memberikan anaknya kepada dirinya.


Sementara itu Zaki dan Lisa tidak mengetahui jika anak Delia sudah meninggal. Delia sengaja merahasiakan semua ini dari mereka.


"Akhirnya aku bisa mempunyai anak dengan mudah"Ucap Delia sambil mengelus pipi anak mungilnya.


Delia memberi nama anak itu Zidan. Walaupun Delia memperalat Zidan untuk memeras harta Zaki namun Delia akan selalu menyayangi Zidan seperti anak sendiri.


Dan tidak disangka satu Minggu setelah Delia mengadopsi Zidan Lisa melahirkan anak perempuan.


Bagaimana cerita selanjutnya terus baca Novel ini ya😊 Semoga kalian panjang umur dan sehat selalu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2