Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
71.SUSU KENTAL MENJADI OBAT PUSING!


__ADS_3

Setelah menunggu satu jam lamanya kini karyawan pabrik mulai beristirahat. Perlahan karyawan wanita dan laki-laki keluar dari ruang produksi mereka bergerombol sehingga susah untuk Zidan mengetahui keberadaan Weni.


Zidan mengamati satu persatu karyawan yang keluar, sampai semuanya keluar namun belum terlihat sosok Weni.


Zidan mencoba masuk kembali untuk memastikan ternyata Weni masih ada didalam bersama 3 karyawan lainnya. Weni terlihat sedang bergurau bersama teman-temannya, kemudian Zidan menghampiri Weni yang tengah duduk bersama teman-temannya itu.


"Ehem!"


Zidan berdehem disela-sela pembicaraan mereka.


Weni menengok kaget ternyata dia pria menyebalkan yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu. Weni heran kenapa bisa laki-laki itu masuk kedalam pabrik begitu saja.


"Kau! Ngapain disini! Apa yang kau lakukan!"Gerutu Weni.


"Aku mau bertemu denganmu, kita bicara diluar! Ini masalah penting!"Ujar Zidan.


"Apa! Kau ini sudah gila? Aku sedang bekerja kenapa kau masuk kesini begitu saja, aku tidak mau bertemu denganmu kau pergi dari sini sekarang!"


Weni memaki-maki Zidan didepan teman-temannya tanpa tau jika Zidan adalah menantu pemilik pabrik tersebut.


"Bukan aku yang akan pergi tapi kau yang akan pergi dari sini jika kau tidak menuruti keinginanku!!"Jelasnya.


"Berani sekali! Memangnya kau siapa? Kau ini cuma laki-laki gila menyebalkan!"


Weni masih enggan menuruti kemauan Zidan ia malah terus membentaknya.


"Kau mau tau aku siapa? Kau boleh tanya sama temanmu dia tau siapa aku sebenarnya!!"


"Kau kenal dengan laki-laki menyebalkan itu? Memangnya dia siapa! Jangan-jangan dia mantan pacarmu?"Tanya Weni kepada salah satu temannya.


"Dia menantu yang punya pabrik ini! Sepertinya kau sedang terancam, lebih baik kau meminta maaf padanya!"


Dengan gugup salah satu karyawan mengatakan jika Zidan adalah menantu pemilik pabrik tempatnya bekerja.


"Astaga!"


Weni tercengang ternyata Zidan menantu pemilik pabrik tempatnya bekerja.


"Kau sudah bosan disini? Kau mau pergi atau mau menuruti kemauanku?"Zidan menantang namun Weni malah ketakutan.


"Aku hanya bercanda Tuan! Oh ya kau pasti ingin bicara penting denganku, ayo kita keluar aku akan menuruti semua kemauanmu"Weni tersenyum konyol berharap Zidan tidak akan memecatnya hari ini juga.


"Baguslah!"Gumam Zidan.

__ADS_1


Zidan langsung mengajak Weni keluar menemui Tiwi. Siang itu lift pabrik eror jadi tidak bisa digunakan Zidan memutuskan melewati tangga jalan bersama Weni.


Tangga jalan sedikit jauh dari jalur utama dalam pabrik juga terbilang sangat sepi. Namun karena lift rusak jadi orang-orang didalam pabrik memanfaatkan tangga jalan untuk menuju lantai bawah.


Ketika akan menuruni tangga Zidan harus sabar bergantian dengan orang lain, namun dirinya lebih diutamakan karena dia adalah menantu pemilik pabrik tersebut.


"Kenapa kalian mundur lagi?"Tanya Zidan kepada karyawan pabrik dengan heran, kenapa mereka tidak jadi turun malah mundur kembali.


"Tuan dulu!"Ujar karyawan begitu polosnya.


"Apa bedanya!"Gumam nya seraya turun menuruni tangga.


"Beda lah! Dia itu cuma karyawan sedangkan kau itu menantu atasan! Man mungkin jalan berdampingan"Gumam Weni.


"Bukan aku tapi kau yang sudah merendahkan mereka!!"Ujar Zidan.


"Aku tidak bilang!"


"Iya tapi bicara!"


Sepanjang jalan mereka berdua terus bertengkar.


Sesampainya dibawah Zidan menuju tempat pribadi milik mertuanya, disitu ada Arumi dan Tiwi. Tempat pribadi itu terdiri dari ruangan yang mewah penuh dengan fasilitas yang ada didalamnya.


"Oh tidak!"


Weni tercengang melihat ruangan mewah didalam pabrik yang selama ini tidak pernah dilihat karyawan lain. Ia beruntung bisa masuk dan melihatnya.


"Kenapa! Kau akan aku pertemukan dengan wanita yang ada disana"Zidan menunjuk Tiwi yang tengah duduk bersama Arumi disofa mewah yang ada diruangan tersebut.


"Siapa wanita itu?"Tanya Weni karena tidak mengenalnya.


"Ikut aku nanti juga kau tau!"


Weni berjalan mengikuti Zidan menghampiri dua wanita yang ditunjuknya.


"Kau mengenalnya? Dia Weni wanita yang pernah aku ceritakan padamu!"Ujar Zidan kepada Tiwi.


Tiwi masih mengingat betul wajah Weni, Zidan benar wanita yang dimaksudnya adalah Weni mantan Danu.


"Aku pernah melihatnya dulu waktu di pameran"Jelas Tiwi.


"Siapa kamu? Aku tidak kenal padamu!"Weni sedikit judes ketika berbicara dengan Tiwi.

__ADS_1


"Dia mantan Danu!"Jelas Zidan.


"Mantan Danu?"


"Yang lebih parahnya lagi dia juga sedang mengandung anak Danu dan tidak dinikahi!"


Dengan spontan Zidan mengatakan begitu saja kepada Weni.


"Ya Tuhan! Jadi bukan aku saja yang sudah ditipu laki-laki bangs4t itu! Untung aku langsung memutuskannya"Weni tidak menyangka ternyata Tiwi lebih parah darinya. Tiwi sampai hamil dan ditinggalkan begitu saja.


"Maksudmu? Bukankah dulu kau yang sudah selingkuh dari Mas Danu!"Ujar Tiwi dengan wajah judesnya.


"Selingkuh? Siapa yang selingkuh aku tidak pernah selingkuh dari Mas Danu, jaga omonganmu! Aku dan Mas Danu putus itu karena dia hanya memeras hartaku saja, dia janji bakal menikah denganku tapi tidak ada buktinya!"Ujar Weni kesal.


"Stop! Kalian malah bertengkar. Kalian itu sama-sama korban jangan saling menyalahkan!"Zidan menengahi masalah Tiwi dan Weni agar tidak terjadi salah paham antara keduanya.


Setelah saling mengerti akhirnya mereka berdua meminta maaf. Zidan mendorong mereka berdua agar mau menjadi saksi atas kejahatan Danu. Tidak ada alasan lain semua itu karena rasa kasihan nya kepada Tiwi.


******


Zidan menemukan cara untuk memancing Danu agar kedoknya bisa dibongkar didepan semua orang. Zidan menyuruh asistennya untuk menawarkan kerjasama dengan perusahaan milik Maria namun nama Zidan dirahasiakan darinya agar tidak dicurigai.


Setelah kerjasama dengan Maria berhasil Zidan akan lebih mudah melacak kelicikan Danu. Sudah pasti Danu akan mengincar harta Maria selanjutnya.


Pada waktu yang tepat Zidan akan membuka rahasia Danu didepan umum, Zidan akan menyiapkan polisi dan mengajak Tiwi dan Weni sebagai saksinya atas kejahatan yang telah dilakukan oleh Danu.


"Semoga rencanaku berjalan seperti apa yang aku harapkan!"


"Aku mendukungmu Mas"


Arumi tiba-tiba datang dengan pakaian terbaiknya dengan wewangian yang menggoda berharap sang suami melepas rasa penatnya malam ini.


"Kau....Cantik sekali!"Zidan tidak bisa mengedipkan kelompak matanya dari pemandangan indah lekuk tubuh Arumi dengan balutan baju tidur yang seksi.


"Sudah lama kau tidak melepaskan susu kentalmu, malam ini susu itu akan mengalir membasahi tubuhku ini!"Arumi semakin liar dengan pandangannya. Mulai meraba dan meremas area sensitif Zidan dengan penuh gairah.


"Sudah lama aku tidak meng***ap buah kenyalmu, rasanya semakin nikmat! Apa lagi jika susu kentalmu ikut keluar!"


"Kau sangat liar! Aku sampai ingin keluar Mas!"Gerutu Arumi.


"Keluarkan saja aku akan meng***apnya!"


Hampir tidak ada yang terlewat Zidan begitu liar menikmati tubuh seksi Arumi. Mereka melepas hasrat sampai pada puncaknya berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2