
"Siska?"Ucap Delia.
"Delia kamu juga disini?"Tanya Siska.
"Iya, kamu juga disini dari kapan, aku baru Melihatmu."Ucap Delia seraya merapihkan rambutnya.
"Udah sebulan aku disini"Ucap Siska.
Ternyata wanita dengan bola mata yang ketus itu merasa curiga dengan Delia apa lagi dengan penampilan Delia yang seperti sekarang.
"Kamu kerja disini kerja dimana?"Tanya Delia.
"Aku si baru satu Minggu kerja di hotel, lah kamu sendiri kerja di mana?"Tanya Siska.
"Em, aku kerja di kantin. Oh ya aku pulang dulu ya Sis?"Ucap Delia kemudian pergi.
Delia tidak mau jika Siska akan curiga denganya apa lagi jika ia tahu tentang pekerjaannya sebagai p...l..ur pasti akan sangat memalukan.
"Sekarang Delia begitu berubah tidak seperti dulu? Sekarang dia pakai banyak perhiasan dan tas bagus, sepatunya juga sepertinya mahal tapi dari mana dia mendapatkan uang untuk beli semua itu? Dia kan disini baru tiga bulan cuma kerja dikantin mana mungkin bisa membeli ini itu!!"Batin Siska.
Diam-diam Siska memperhatikan penampilan Delia yang begitu berubah tidak seperti dulu merasa janggal dengan pekerjaan Delia Siska lantas memata-matai Delia untuk mengetahui apakah benar Delia bekerja di kantin, atau Delia sudah berbohong padanya.
"Aku harus tau sebenarnya dia kerja apa!! Sepertinya dia sudah berbohong padaku! Tidak mungkin dia bekerja di kantin!"Batin Siska.
Merasa terus merepotkan Rosa, Delia berniat mencari kontrakan untuk tempat tinggalnya yang baru."Aku sudah punya uang cukup, aku harus pindah dari apartemen Rosa. Bisalah kalo buat nyicil rumah sambil bekerja untuk sementa ngontrak dulu juga tidak masalah"Ucap Delia seraya berjalan menuju kontrakan kosong yang pernah dilihatnya tidak jauh dari apartemen.
Sesampainya di Rumah kontrakan terlihat seorang wanita paruh baya sedang membersihkan halaman kontrakan tersebut.
"Bu, maaf apa disini masih ada kontrakan yang masih kosong?"Tanya Delia pada Wanita paruh baya bernama Bu Minah.
"Iya Neng masih ada tiga yang masih kosong. Kebetulan Ibu yang punya kontrakan ini ngomong-ngomong mau nyari untuk siapa Neng?"Tanya Ibu Minah.
"Untuk saya Bu, saya lagi cari tempat tinggal"Ucap Delia.
"Iya Neng bisa, sekarang Ibu bersihin dulu ya?" Ucap Ibu Minah.
"Makasih ya Bu"Sambung Delia.
"Kamu yakin Del ninggalin aku sendiri disini?Ngapain sih pake pindah segala!!" Ucap Rosa seraya membantu membereskan baju Delia.
"Aku hanya tidak ingin terus merepotkanmu Ros, selama ini kamu udah baik padaku"Ucap Delia.
"Kamu juga dulu sering membantuku!! Wajar kalo aku membalas kebaikanmu Del"Balas Rosa.
Selesai beres-beres Delia pergi dari apartemen Rosa untuk pindah ke kontrakan baru disana Ibu Minah sudah menunggu Delia untuk langsung menyerahkan kunci kontrakan.
"Neng sudah lama Ibu tungguin, untuk pembayaran setiap tanggal 2 itu sudah termasuk listrik"Ucap Ibu Minah seraya menyerahkan kunci kontrakan kepada Delia.
"Baik Bu, terimakasih"Jawab Delia.
🌻🌻🌻
Pagi hari..
Cuaca pagi yang sangat cerah namun matahari masih enggan menampakan panasnya, Wanita cantik itu keluar dengan memakai baju tanpa lengan ia begitu terlihat sangat seksi dengan kulit bersih putihnya.
Tak berselang lama terlihat seorang pria keluar dari kontrakan sebelah, lumayan tampan tapi tidak lama seorang perempuan menyusul keluar sepertinya itu istrinya.
Delia memperhatikan pasangan itu begitu sangat bahagia dan damai, seketika otaknya membayangkan masa depan jika nanti dirinya mempunyai suami pasti akan sangat bahagia.
__ADS_1
Janjian dengan Om Darwan...
Om Darwan, dia adalah laki-laki berumur 65 tahun ia adalah pengusaha properti ternama di Jakarta. Walaupun umurnya sudah terbilang Kakek-kakek tapi tenaganya seperti anak muda.
Malam ini Om Darwan menjadi tamu Delia namun melihat umur Om Darwan yang sudah tua membuat Delia tidak yakin akan bercintanya malam ini. Apakah laki-laki tua itu masih bisa mencapai puncak kenikmatan?
Mobil Om Darwan, pengusaha properti itu sudah sampai di depan kontrakan. Delia segera keluar dan menemui Om Darwan, malam ini mereka akan pergi langsung ke Hotel, tapi di sela-sela perjalanan Delia sedikit terganggu dengan bau badan Om Darwan, mungkin lelaki tua itu jarang mandi.
Semakin lama bau badan Om Darwan semakin menyengat, entah bau keringat atau bau ketek yang jelas Delia merasa eneg dengan bau badan Om Darwan. Apa lagi berada di dalam mobil kedap udara, membuat Delia sedikit mual.
"Ikh! Bau banget nih Kakek-kakek!"Batin Delia seraya sesekali menutup hidungnya.
Namun Om Darwan begitu percaya diri dengan Jas merah senada dengan rambut pirangnya ia terlihat seperti anak muda yang sudah kelewat umur.
Sesampainya di dalam Hotel Om Darwan mempersilakan Delia untuk masuk ke dalam kamar Hotel yang baru dipesannya.
"Silahkan masuk Wanita cantik. Malam ini kau akan menjadi Wanita istimewa ku aku akan membuatmu merasa sangat nikmat dari ujung kaki sampai unjung kepala"Ucap Om Darwan seraya tertawa, lelaki tua itu ternyata masih saja bisa mengoda.
"Bisa saja Om. Oh ya barangkali Om Darwan mau mandi dulu silahkan?"Ujar Delia ia berharap lelaki tua itu langsung pergi mandi agar tidak bau badan lagi.
"Tidak mandi dulu?"Ujar Delia sekali lagi.
"Tidak sayang"Ucap Om Darwan tepat ditelinga Delia.
Dengan rasa kesal Delia terpaksa melayani Om Darwan dengan bau badannya yang tidak tertahankan itu."Ikh, hmmm!"Gumam lirih Delia bukan karena merasa nikmat justru Delia tidak menikmati malam ini. Bau badan Om Darwan benar-benar tidak enak.
Sebaliknya, Om Darwan sangat menikmati malam itu. Desahannya sangat keras, dan begitu kuatnya, meremas buah kembar tidak terkira sampai membuat Delia kesakitan.
"Sudah tua tenaganya melebihi kuda liar, mana tidak selesai-selesai lagi!"Batin Delia merasa tidak tahan lagi dengan perlakuan Om Darwan.
"Sini bibirmu dari tadi aku belum menciumnya!" Ucap Om Darwan seraya terus mengulum bibir Delia.
"Em, sudah Om!"Gumam Delia merasa tidak kuat lagi.
Delia berharap malam ini segera berakhir. Dia sudah tidak tahan lagi ditambah lagi saat keringat lelaki tua itu menetes tepat di bibirnya, benar-benar membuat Delia ingin muntah. Berkali-kali Om Darwan mencium leher Delia, bukannya merasa keenakan hal itu malah membuat Delia merasa kesal.
"Kenapa kau langsung menjauh? Kau tidak tahan dengan bau badanku? Semua wanita yang tidur denganku pasti mengeluhkan bau badanku ini"Ujar Om Darwan seraya berdiri tanpa busana.
__ADS_1
"Memang bau banget! Aku mandi dulu!Ucap Delia segera masuk ke kamar mandi.
Lelaki tua itu tidak merasa jengkel karna memang sudah menyadari hal itu. Beberapa lembar uang kertas ditaruhnya diatas ranjang, lalu pergi meninggalkan Hotel. Bukannya memberi uang sesuai janji, Om Darwan malah memberi uang Delia di bawah yang dia janjikan.
Selesai mandi Delia tidak melihat om Darwan lagi mungkin lelaki tua itu sudah pergi. Delia hanya melihat uang di atas ranjang, ia segera mengambil uang tersebut tapi uang itu tidak banyak hanya berapa lembar saja.
"Sial! Sudah bau banget, mainya kasar! Ngasih cuma segini! Kalo tau gini tadi aku cekik saja lelaki tua itu!" Ucap Delia seraya \*\*\*\*\*\*\*-\*\*\*\*\* uang tersebut.
🌻🌻🌻
Sesampainya di tempat Rosa Delia menceritakan tentang bercintanya dengan Om Darwan, hal itu malam menjadi bahan tertawaan oleh teman-temannya.
"Whah rame sekali ada apa ini?"Ucap Delia pada teman-temannya.
"Pada ngomongin Lo!" Ujar Feby seraya menghisap rokoknya.
"Kayaknya bau wangi nih?" Sindir Risma.
"Bau wangi dari mana? Semalam aku melayani laki-laki tua, udah gitu bau banget!!"Ucap Delia.
"Serius Lo? Terus bagaimana, enak dong?"Tanya Risma.
"Enak apaan, jijik iya!" Ucap Delia.
"Yang penting kan uangnya"Ujar Feby.
"Nih liat! Uang segini minta di layani berjam-jam! Lo pada mau ga?" Ucap Delia seraya memperhatikan uang yang di beri Om Darwan tadi malam.
"Haha serius Lo Del cuma segitu?"Ucap Feby.
"Ya iya lah, Aku juga sebel banget sama laki-laki tua itu!"Ucapnya seraya memijat jidatnya.
"Sudah-sudah daripada Lo tidak dibayar!"Pekik Risma.
"Rosa kok tidak kelihatan, kemana dia?"Tanya Delia.
"Rosa lagi di cafe, ada perlu katanya"Ucap Feby.
Bersambung....
__ADS_1