
"Kami pamit dulu karena sudah larut malam"Ucap Wisnu kepada keluarga Zidan yang sudah hadir dan menyambut kedatangan mereka.
Langkah kaki Laras terasa berat ketika harus menjauh dari Zidan, ia tidak henti-hentinya memandangi wajah tampan Zidan dengan penuh makna. Rasa cinta benar-benar sudah tumbuh dalam hatinya.
Sesampainya di dalam mobil, Laras merasa galau dan terus terbayang wajah Zidan yang begitu sangat tampan.
"Kenapa aku semudah ini jatuh cinta, Zidan benar-benar tampan! Ia benar-benar calon suami idamanku"Batin Laras, sepanjang perjalanan ia selalu berandai-andai menjadi pendamping Zidan di atas pelaminan.
"Hus, ngalamunin apa kamu Ras?"Wisnu menyenggol Laras yang tidak biasa melamun, biasanya Laras selalu ceria bahkan sangat cerewet.
"ikh Ayah ngagetin aku aja!"Ucap Laras kepada Wisnu.
"Anak Ayah"Wisnu memeluk Putri kesayangannya itu.
Dalam hati Laras ingin sang Ayah mengurungkan pernikahannya dengan Delia. Namun ia tidak berani karena takut akan membuat sang Ayah marah besar padanya.
"Jatuh cinta macam apa ini! Kenapa aku tidak bisa melupakannya sedikitpun!"Ucap Laras seraya memegang jidatnya.
"Laras?"Wisnu memanggil Laras yang sedang berada di kamarnya.
"Iya Ayah, apa?"Tanya Laras ketika menemui Wisnu.
"Kamu kok tidak makan temani Ayah"Ucap Wisnu seraya tersenyum kepada Putri kesayangan.
"Oh iya, ini kan sudah jam makan sore!"Ucap Laras seraya menepuk jidatnya.
Wisnu tidak mengetahui jika Putrinya mencintai calon anaknya, Wisnu begitu sangat menyayangi Laras pasti ia akan menuruti apa saja keinginan Putrinya. Namun yang satu ini adalah masalah besar! Ia tidak mungkin membatalkan pernikahan jika ia tahu sang putri mencintai Zidan.
Sementara itu hari ini Arumi pulang dari Rumah sakit, Arumi sudah sehat seperti sediakala.
"Ma, Pa, Pernikahan Ibu kapan?"Tanya Arumi kepada mereka.
"Untuk apa kamu memikirkan itu Rum, pikirkan dulu kesehatanmu!"Ucap Zaki kepada Arumi.
"Pernikahan Delia Minggu depan Rum, benar kata Papamu kamu harus mikirin kesehatanmu dulu!"Ucap Lisa.
"Nanti kita kesana ya Ma, Pa"Ucap Arumi seraya tersenyum.
🌻🌻🌻
Hari pernikahan Wisnu dan Delia.
"Ayah, aku sudah siapa"Ucap Laras, pagi ini Laras sudah selesai didandani untuk datang ke Pernikahan menemani sang Ayah.
__ADS_1
"Whah, Putriku cantik sekali"Ucap Wisnu seraya membelai rambut Laras.
Setelah semua siap mereka langsung pergi ke Rumah Delia.
Delia sudah selesai didandani, pernikahan kali ini tidak mewah. Zidan yang meminta agar pernikahan sang Ibu sederhana saja. Karena ini adalah pernikahan ketiga Delia.
"Tuh mereka sudah datang Bu!"Ucap Zidan seraya merapihkan penampilanya.
"Siap-siap ayo semua siap-siap!"Ucap Delia kepada semua tamu dan saudara yang datang.
Pagi itu keluarga Arumi datang lewat pintu samping, karena mereka telat sedangkan calon pengantin pria sudah ada di depan Rumah.
"Kak Zidan"Ucap Arumi seraya memeluk sang kakak tersayangnya.
"Arumi, aku kira kau tak datang"Ucap Zidan.
Namun ada yang tidak suka dengan kedekatan mereka, yaitu Laras! Ia cemburu melihat Zidan dan Arumi begitu sangat akrab. Mengira Arumi adalah kekasih Zidan Laras mencoba mencari tahu tentang Arumi.
Saat pelaksanaan pernikahan sedang berlangsung Laras malah sibuk memandangi Arumi dengan tatapan mata yang sangat tajam. Namun Arumi tidak menghiraukannya.
"Siapa dia! Apa dia anak Om Wisnu? Kenapa dia memandangku aneh seperti itu"Batin Arumi. Ia juga penasaran dengan gadis yang terus memandangnya tersebut.
Setelah acara pernikahan sudah selesai, sekarang giliran tamu undangan menjamu semua hidangan yang sudah disiapkan oleh sang pengantin.
Namun disaat semuanya sedang menikmati makanan yang enak-enak Laras justru menyibukkan diri untuk menjawab rasa penasarannya dengan menghampiri salah satu tamu undangan.
"Hei Laras, iya salam kenal ya aku Tante Yosi"Ucap Tante Yosi seraya tersenyum kepada Laras.
Lalu Laras mengajak Tante Yosi duduk sebelum ia bertanya tentang Arumi.
"Tante, Tante tau gak wanita yang bersama Zidan itu siapa ya?"Tanya Laras seraya menunjuk ke arah mereka.
"Oh itu, memangnya kamu tidak tahu! Dia kan adik tiri Zidan namanya Arumi masa kamu tidak tahu! "Ucap Tante Yosi sedikit ketus.
"Adik Zidan! Aku tidak tahu mungkin karena kami belum saling bertemu, Tante aku pergi dulu!"Ucap Laras seraya pergi meninggalkan Tante Yosi karena merasa malu.
Merasa sudah salah paham Laras mendekati Arumi yang tengah duduk sendiri untuk berkenalan dengannya.
"Hai"Sapa Laras kepada Arumi yang sedang duduk sambil memegang ponselnya.
"Hai, silahkan duduk"Ucap Arumi seraya menaruh ponselnya di atas meja.
Kemudian mereka duduk bersama dan saling berkenalan. Mereka tidak menyangka jika sekarang mereka sudah menjadi saudara.
__ADS_1
"Kemana Zidan?"Tanya Laras kepada Arumi seraya menengok ke seluruh sudut ruangan.
"Kakak, gak tau deh"Ucap Arumi, ia tidak mengetahui keberadaan sang kakak.
"Em, Rum Zidan sudah punya pacar belum?"Tanya Laras lirih sedikit gugup dan malu. Ia begitu berani menanyakan hal itu kepada Arumi.
"Kenapa? Kalo masalah itu aku sih tidak tahu! Tapi setahuku kakak tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun"Ucap Arumi kepada Laras. Ia curiga dengan Laras kenapa Laras menanyakan hal itu, apa urusannya.
"Boleh minta nomornya?"Laras meminta nomor Zidan seraya memegang ponselnya.
"Oke"Lalu Arumi memberikan nomor Zidan kepada Laras. Ia melihat wajah Laras begitu senang setelah mempunyai nomor sang kakak.
"Ada apa ini! Kenapa dia begitu senang"Batin Arumi seraya memandang wajah Laras dengan heran.
"Aku kesana dulu ya Rum"Laras pergi meninggalkan Arumi setelah mendapatkan apa yang dia mau.
Merasa lelah dan mengantuk Arumi mengajak Mama dan Papanya untuk pulang malam ini. Namun hal tak terduga tiba-tiba terjadi!
"Zidan! Kamu dimana nak?"Terdengar suara wanita tua memanggil nama Zidan. Saat itu pula Zidan keluar dan ternyata wanita itu adalah Nani, Ibu kandungnya.
"Apa!!!"Teriak Delia dengan keras ketika melihat Nani dan Sobri datang kerumahnya.
"Siapa yang mengundang kalian datang kesini! Zidan apa-apaan ini!"Delia marah tidak karuan setelah tahu semua ini. Ternyata Zidan sudah bertemu orang tuanya, dan kebohongan Delia sudah terungkap.
"Bu, jelaskan semuanya Bu!"Ucap Zidan seraya memegang tangan Nani dan Sobri.
"Ada apa ini, ada apa Zidan?"Tanya Zaki kepada Zidan.
"Mereka adalah orang tuaku Pa!"Ucap Zidan seraya mengeluarkan air matanya, ia sangat sedih dengan kejadian yang telah terjadi.
"Apa! Delia apa benar yang Zidan katakan!!"Zaki bertanya namun Delia seperti merasa malu dan kebingungan untuk menjawab semua ini.
Arumi dan Laras yang tidak tahu menau tentang semua ini hanya bisa melihat dengan hati bertanya-tanya.
"Benar Mas, dia orang tua kandung Zidan! Aku yang sudah mengasuhnya karena Anakmu keguguran! Aku sudah berbohong, semua itu aku lakukan agar kamu mau menerimaku!"Ucapan Delia membuat semua keluarga barunya kaget dan tidak menyangka.
"Anak asuh! Zidan yang aku anggap anak sendiri ternyata bukan anaku!"Zaki tidak menyangka dan menangis di depan semua orang. Nani dan Sobri hanya terdiam tanpa bicara apapun, mereka tidak tahu jika Delia merahasiakan semua ini.
Melihat Zaki menangis Zidan langsung memeluk dan meminta maaf kepada Zaki, begitu juga Delia ia juga meminta maaf pada Zaki juga kepada Lisa, entah berapa ribu kata maaf yang sudah dilontarkan Delia merasa selalu menyakiti mereka.
Namun bukanya merasa marah dengan Delia Wisnu justru memeluk Delia, ia ikut menangis begitu juga dengan Arumi dan Laras mereka semua menangis. Malam ini adalah malam air mata dimana semua menangis melihat kebenaran yang sudah terungkap.
Mereka semua saling memaafkan, malam ini Zidan pulang dengan orang tua kandungnya, sedangkan Laras tinggal bersama Delia, dan Arumi pulang bersama Mama Papanya.
__ADS_1
Namun tidak berakhir sampai disini! Kejahatan masih akan ada diantara mereka? Laras yang diam-diam merasa sangat mencintai Zidan akan berbuat apa saja untuk mendapatkannya. Seperti apa selanjutnya ikuti terus ya😊
Bersambung...