
Hari ini Delia dan Johan mendapat undangan pernikahan Sely dan Gino, Sely adalah adik perempuan Zaki.
Delia dan Johan akan pergi bersama."Mas kamu udah siap..? " Ucap Delia sambil berdandan.
"Untuk apa kamu berdandan, bukankah istriku ini sudah cantik sejak lahir." Ucap Johan sambil memegang pundak Delia, dan menatap wajah cantik istrinya dari dalam cermin.
"Jika istrimu ini cantik, lalu kenapa suaminya cuek sekali dan tidak perduli!!"Sindir Delia dengan mengetuk lipstik yang dipegangnya ke atas meja .
"Apa suamimu tidak perduli..! Wah pasti suamimu sangat tampan sekali sampai istrinya cemburu karena kurang perhatian."Ucap Johan merangkul pundak Delia dengan penuh percaya diri.
"Ikhhhh! apaan sih ga lucu ..!"Delia menghempas tangan Johan dari pundaknya lantaran merasa pembicaraannya tidak dihargai.
Kemudian Johan bertunduk didepan Delia dan memegang dua tangannya yang halus. Tatapan mereka sangat tajam. Malam ini Johan mencurahkan perasaannya terhadap Delia.
"Del kamu percaya yah sama aku! Tidak akan ada wanita lain di hatiku selain kamu!"Ucap Johan sambil mengecup mesra tangan Delia.
"Hahaha! Mas itu baju kamu kebalik! Sana ganti dulu nanti malu-maluin aku. Hahaha"Delia tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Johan, lalu dirinya beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan Johan yang sedang tertunduk malu.
Sampainya di depan rumah Johan menyadari wajah aneh Delia yang belum selesai berdandan itu. Mungkin karena tingkah Johan tadi membuat Delia kelupaan saat sedang berdandan.
"Hahaha! Yang malu-maluin itu kamu! Tuh ngaca pakai pensil alisnya baru di sebelah kiri." Tawa Johan melihat wajah Delia yang aneh seperti orang gila.
"Ikhhh malah ketawa! Ini semua gara-gara kamu, mana kunci Rumah aku mau benerin dulu, awas ya setelah aku menyempurnakan alisku ini kamu bakalan tergila-gila denganku!"Pekik Delia.
"Del alisnya jangan lebar-lebar ya! Nanti kaya sincan Hahaha."Teriak Johan.
"Bodo amat!" Teriak Delia.
1 jam kemudian mereka sampai di acara pernikahan Sely dan Gino. Johan tidak sedetikpun melepaskan tangan Delia sampai mereka memilih kursi yang paling depan diantara kursi yang lain.
"Mas lepasin apa tangannya malu tau!."Ucap Delia merasa malu dengan tamu lain.
"Kalo aku lepas nanti kamu akan terbang. Maksud aku nanti kamu meledak!"Johan salah Tingkah karna merasa canggung, selama ini dirinya tidak pernah bermesraan di depan umum.
"Terbang meledak! Apa maksud kamu? Aku ini istri apa balon udara, rasakan ini iiikkkhhhh..! "Ucap Delia sambil meremas kuat tangan Johan.
__ADS_1
"Aduh ampunnnn! Sakit-sakit.. Aku hanya bercanda, lepaskan tangan ku Del sakit!" Lirih Johan.
Kemudian Zaki dan Lisa menghampiri mereka menyuruh mereka menjamu makanan yang sudah di siapkan. Johan melihat pandangan Zaki terhadap Delia begitu menyimpan rahasia, benar-benar membuat cemburu Johan semakin membara malam ini.
"Kakak ipar sini kita foto yuk." Panggil Sely kepada Lisa.
"Iya kakak kesana."Lalu Lisa pergi meninggalkan Zaki bersama Johan dan Delia.
"Oh ya, makasih ya Del malam ini kalian sudah sempatkan untuk datang kesini."Ucap Zaki sedikit tersenyum untuk Delia.
"Iya sama-sama kita juga senang bisa datang kesini."Ucap Delia membalas senyuman Zaki.
Melihat Zaki dan Delia begitu akrab membuat Johan merasa jengkel dan ingin segera pergi dari sana. Rasa cemburunya sudah tidak bisa di tahan lagi seperti akan meledak begitu saja.
"Del ayo kita pulang sekarang saja..! Aku sedikit pusing."Ucap Johan dengan muka tiba-tiba berubah memerah.
"Tapi Mas kita kan baru sampai!"Ucap Delia dengan sedikit malu dengan Zaki.
"Iya Del lebih baik kamu pulang saja kasian suami kamu butuh istirahat."Zaki sedikit gugup melihat muka Johan yang berubah menjadi merah seperti sedang jengkel.
"Iya mas iya, ini aku mau pulang !"Ucap Delia dan beranjak dari tempat duduk.
"Kita pamit pulang dulu ya salam buat Sely dan Gino sama Lisa juga." Delia benar-benar merasa tidak enak dengan Zaki.
"Aakkhhhh kelamaan! Ayo cepat!"Johan menarik paksa tangan Delia lalu mengajaknya pergi.
"Mas pelan-pelan apa!"Ucap Delia saat di tarik paksa oleh Johan.
Sikap Johan sangat kasar dengan Delia membuat Zaki merasa kasihan, dulu dia berharap akan berjodoh dengan Delia tapi dia malah di jodohkan oleh orang tuanya dengan Lisa wanita yang tidak pernah dia cintai sebelumnya.
"Permaisuri angan-angan ku telah menjadi permaisuri milik laki-laki lain! Memetik melati indah berduri rasanya sudah tidak mungkin. Mungkin hanya sebatas menatapi."Begitu kagumnya Zaki dengan Delia sampai saat ini.
Sementara itu Delia dan Johan sedang bertikai. Sampai di Rumah Johan terus memarahi Delia. Melihat sikap Johan yang selalu marah jika bertemu Zaki membuat Delia tidak mengerti apa yang membuatnya marah tidak karuan.
"Mas kamu ini kenapa sih? Selalu marah-marah tidak jelas!"Tanya Delia kepada Johan yang sedang berdiri sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
"Aku tidak habis pikir sama kamu Del! Di depan mataku sendiri kamu dan Zaki ngobrol sampai kamu melupakan aku sebagai suamimu!!"Ucap Johan merasa kesal terhadap sikap Delia.
"ya enggak lah Mas, kamu yang terlalu berfikir macam-macam terhadap aku. Aku ini sudah punya suami mana mungkin aku melupakan suamiku sendir." Ucapnya sambil menarik tangan Johan yang berada di kepalanya lalu menciumnya dengan mesra.
"Iya tapi tadi kamu bikin aku cemburu Del!" Balas Johan dengan mencium kedua tangan Delia.
"Wajar lah kamu cemburu! Istrimu ini kan cantik saking cantiknya sampai suaminya cemburu dan hampir gila karna istrinya bersama laki-laki lain."Sambil bercanda Delia meraba bagian dada Johan sampai ke telinganya, hal itu membuat Johan hilang ingatan akan kemarahannya.
"Kamu memang istriku yang pintar, ketika suamimu marah kamu membuat dia lupa ingatan hanya dengan sentuhanmu yang mengairahkan ini. Ah aku tidak kuat lagi!" Johan langsung membopong Delia dan menaruhnya di atas ranjang.
"Sudah satu Minggu hasratku tidak terpenuhi, rasanya aku ingin memakanmu sampai habis malam ini!"Johan langsung menyikat tubuh indah istrinya itu dengan ciuman panasnya.
Mereka berdua menikmati malam bersama. Johan begitu beringas sampai ranjang bergoyang keras, pakaian berantakan kemana-mana mereka tidak menyadari hal itu. Mereka terus menikmati sampai selesai ke puncak kenikmatan.
Setelah selesai menumpahkan hasrat, pertama kali mereka mandi bersama karna memang pernikahan awal mereka tidak pernah bermesraan sama sekali.
"Mas keramasin aku dong , sekali-kali kaya di salon gitu anggap saja aku lagi nyalon kamu tukang salonnya hehe"Manja Delia.
"Manja banget! Sini agak nyender sedikit!" Ucap Johan sambil memijat kepala Delia.
Kemudian Johan mengambil sampo tanpa melihatnya, dia juga tidak memperhatikan apa yang dia ambil lalu di usapkan nya ke rambut Delia kemudian ditaruhnya lagi.
"Kamu lain kali beli sampo yang mahal dikit, sampo gak berbusa ko di beli!"Pekik Johan. Mendengar celotehan Johan membuat Delia curiga dengan bau wangi sampo miliknya yang berbeda.
"Mas apa yang kamu ambil tadi? Ini bukan sampo Mas ini pewangi kamu ini sengaja ya!!!" Cubit Delia tepat di dada Johan membuat Johan menjerit kesakitan.
"Aku tidak tahu Del! Aku kira yang aku ambil itu sampo, aku keluar dulu ya Hahaha" Merasa takut dengan kemarahan Delia , Johan langsung lari meninggalkan Delia sendiri di kamar mandi.
"Maaasssss!!! Awas ya kalo sampai rambut aku rontok dan botak aku tidak akan Maafkan kamu..!"Teriak Delia membuat Johan ketakutan.
"Aku minta maaf sayang! Jika rambutmu botak maka aku akan menikah lagi." Teriak iseng Johan membuat Delia geram.
"Emang kamu doang yang bisa nikah lagi! Aku juga bisa ..!"Delia melemparkan gayung ke arah Johan membuat Johan takut dan lari terbirit-birit.
Bersambung...
__ADS_1