Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
74.BERADA DI KAPAL MEWAH


__ADS_3

Cuaca sangat cerah dengan pemandangan laut yang biru serta geburan ombak laut yang segar menambah kenikmatan pada segelas kopi yang berjajar diatas meja.


Zidan menyaksikan keasyikan penumpang kapal dengan berbagai gayanya ber-selfie dengan Latar belakang laut yang terbentang luas dibawah indahnya garis pelangi.


Namun matanya kini tertuju kepada wanita dengan kimono merah yang tengah berdiri membelakangi dirinya. Wanita yang tidak asing namun siapa dia?.


Wanita itu tengah berdiri memandangi deburan ombak. Tak lama kemudian datang seorang laki-laki bertubuh tinggi memakai topi dengan kacamata hitamnya mendekati wanita tersebut. Hal itu lantas membuat dirinya semakin penasaran siapa mereka sepertinya tidak asing.


Melupakan sesuatu yang tak penting untuknya. Zidan kembali beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan kepada teman-temannya untuk kembali ke bawah kapal.


"Kau tidak ingin minum yang ini?"Salah satu temannya menawarkan minuman keras namun Zidan menolaknya.


"Tidak! Aku khawatir kalian tidak kebagian jika aku meminumnya"Ujarnya.


Zidan meninggalkan mereka dan masuk menuruni tangga kapal untuk menemui Arumi yang sedang tidur.


Namun Arumi justru sudah bangun dan sedang mencari sang suami ditengah ramainya penumpang kapal mewah yang ditumpanginya.


Arumi tidak habis pikir kenapa Zidan pergi meninggalkannya begitu saja.


Arumi berjalan menyusuri kapal melewati jalur yang berbeda dengan jalan yang dilewati oleh Zidan.


"Mas Zidan kemana sih!"


Arumi menuju ke atas kapal namun tidak terlihat Zidan disana. Merasa lelah dan kesal Arumi mendudukan dirinya dipinggir kapal.


Arumi berdiri tepat disamping teman-teman Zidan yang baru dikenalnya. Siang itu mereka sedang mabuk Arumi menutup hidungnya ketika salah satu pria mendekati dirinya dan mengajak berkenalan.


"Hai sendirian aja mamanya siapa? Aku Faris"Ucap pria yang bernama Faris salah satu dari empat pria yang tengah mabuk di atas kapal.


"Arumi"Ucapnya singkat.


"Kau tidak mau minum?"Ajak Faris.


"Apa-apaan sih!"Arumi justru kesal dengan sikap Faris.


"Maafkan aku, kau tidak usah khawatir aku tidak akan menyetuhmu apalagi menyakitimu. Jika tidak mau tidak masalah"

__ADS_1


"Aku akan lebih senang jika kau menjauh dariku!"


Melihat Arumi ketakutan Faris kembali mendudukan dirinya dengan teman-temannya meninggalkan Arumi yang tengah dilanda kebingungan mencari sang suami.


Faris ternyata seorang pengusaha asal Makassar. Wajahnya yang tampan tidak membuatnya kesulitan mencari perempuan apalagi uangnya yang banyak membuat dirinya bebas akan segala gaya hidup yang ada di jaman modern seperti sekarang ini. Faris pergi ke Bali untuk berlibur bersama teman-temannya.


Arga, Herman dan Yosep merasa heran bagaimana wanita lembut seperti Arumi bisa menjauhkan dirinya dari Faris pria tampan kaya raya yang selalu kebanjiran wanita yang ingin menjadi istrinya bahkan hanya sekedar istri simpanan. Namun sampai saat ini Faris belum mempunyai istri. Walaupun hidupnya royal namun memilih istri adalah hal yang penting baginya.


Senakal nakalnya dirinya dia tetap memilih wanita baik-baik untuk dijadikan ibu dari anak-anaknya.


Sementara itu Zidan sudah sampai dikamar penginapan yang ada didalam kapal namun tidak ada Arumi didalam kamar. Zidan mencoba menelfon namun ponselnya tidak dibawa. Dari daftar panggilan Arumi beberapa kali menghubungi dirinya namun tidak dijawab Arumi juga beberapa kali mengirim pesan singkat.


"Ternyata Arumi mencariku! Pasti dia sedang mencariku"


Setelah membaca pesan singkat Zidan langsung mencari Arumi.


Zidan kembali ke atas kapal karena didalam kapal tidak menemukan Arumi.


Ketika sedang berjalan Zidan tidak sengaja berpapasan dengan wanita dan pria yang sedang dia curiga. Ternyata dia Danu dan Maria mereka sontak merasa kaget melihat Zidan berada di kapal mewah yang tiketnya puluhan juta semalam. Maria mengira Zidan adalah orang miskin yang memanfaatkan dirinya dan Danu atas kehamilan Tiwi.


Zidan memasang wajah datar melihat muka menjijikkan Danu yang sangat santainya bergandengan tangan dengan Maria tanpa merasa dirinya adalah pecundang bej4t.


"Mas, kok laki-laki miskin ini bisa naik kapal selevel kita ya? Jangan-jangan uang untuk beli tiket hasil jual pacarnya ke pria hidung belang!"Sindiran Maria membuat geram Zidan.


"Maria sepertinya belum tahu jika Zidan adalah pengusaha sukses yang kaya raya. Baguslah lebih baik Maria tidak pernah tau siapa Zidan sebenarnya!"Batin Danu.


"Sayang kamu kan tau sendiri, dia itu laki-laki yang suka memainkan perempuan untuk mendapatkan uang!"Jelas Danu seraya mengerutkan keningnya.


"Ocehan kalian sama sekali tidak berguna!!"Pekik Zidan dan berlalu pergi dari hadapan mereka.


"Kau lihat dia, begitu malunya dia bertemu kita! Lebih baik kita masuk dan istirahat rasanya aku sudah tidak tahan lagi melihatmu begitu seksi memakai kimono dengan belahan dadamu yang menonjol"Bisik Danu.


"Kita coba gaya baru bagaimana kau sanggup?"Lirih Maria tepat dikuping Danu.


"Bukan masalah!"Balasnya.


Mereka melanjutkan kembali berjalan bergandengan tangan menuju kamar penginapan yang rupanya berhadapan dengan kamar Arumi dan Zidan.

__ADS_1


Masih dengan Zidan yang sedang pusing mencari kemana Arumi. Zidan kembali naik ke atas kapal berputar mengelilingi luasnya kapal untuk mencari Arumi.


Zidan mencoba kembali ketempat dimana dia bertemu dengan teman-temannya mungkin dia bisa bertanya pada mereka.


"Faris, Arga, Herman, Yosep apa kalian melihat wanita pawakan tinggi langsing rambut lurus tapi tidak terlalu tebal?"Ucap Zidan.


"Mungkin yang kau maksud wanita itu?"Ucap Faris setengah mabuk.


"Astaga Arumi!"


Benar saja Arumi terlihat sedang bersandar dipagar kapal sambil menangis.


Zidan langsung menghampiri Arumi dan memeluknya dari belakang. Arumi merasa kaget mengira itu bukan Zidan melainkan Faris.


"Ah! Apa yang kau lakukan laki-laki bodoh!"Arumi memutar tubuhnya dan menampar Zidan yang dikiranya adalah Faris.


"Akh! Kenapa kau menamparku!!"


"Tidak! Mas ini kamu!!"Arumi syok ternyata yang baru ditamparnya adalah suaminya sendiri.


Kejadian itu lantas membuat orang-orang yang ada disekitarnya melihat mereka berdua. Arumi mencoba menjelaskan kepada Zidan mengapa ia tidak sengaja menampar pipinya.


"Mas aku minta maaf aku kira tadi bukan kamu tapi laki-laki itu!"Arumi menunjuk ke arah Faris yang tengah menenggak minuman keras.


"Dia? Apa yang dia lakukan!"Tanya Zidan kepada Arumi.


"Dia mendekati aku dan menyuruhku minum minuman keras itu! Dia juga bertanya siapa namaku aku kira tadi bukan kamu tapi dia"Ujar Arumi.


Zidan mendekati Faris dan bertanya sendiri apa yang sudah dirinya lakukan kepada Arumi.


"Kau apakan istriku!"Tanya Zidan kepada Faris dengan tatapan tajamnya.


"Dia istrimu? Kau beruntung punya istri yang baik dan cantik. Dia tidak pantas kau sakiti"Faris justru memuji Arumi sebagai istri Zidan.


"Jadi kau tidak apa-apakan dia?"Tanya Zidan sekali lagi.


"Aku hanya mencoba mendekati namun dia menjauhkan dirinya dari laki-laki lain selain suaminya. Aku tidak menyentuhnya sama sekali!"Jelas Faris.

__ADS_1


"Jika begitu maafkan aku"


Zidan kembali menghampiri Arumi dan mengajaknya masuk ke dalam kapal. Arumi terus memandang Faris ia heran kenapa tidak ada perdebatan sama sekali antara dia dan suaminya.


__ADS_2