Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
57.TIDAK MAU MENGAKUI


__ADS_3

Sesampainya dirumah Zidan mendudukan dirinya di sofa seraya memijat keningnya dan menarik nafas panjang, ia tidak habis pikir ternyata kesehatannya bermasalah sehingga ia susah mendapatkan keturunan.


Tidak mau banyak pikiran Zidan berusaha untuk menenangkan dirinya, ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi untuk mandi.


Malam itu Arumi bangun dan menyapa Zidan yang baru saja pulang kerumah, Arumi mencium tangan Zidan penuh lembut dan menawarkan malam malam untuknya.


"Mas makan dulu yuk, kebetulan aku juga belum makan"Ujar Arumi.


"Iya, aku mandi dulu ya"Ucap Zidan. Kebetulan Laras sudah tidur malam ini.


Seraya menunggu Zidan Arumi duduk disofa, kemudian ia mendapati amplop putih dan beberapa obat yang tidak ia ketahui kegunaan dari obat tersebut. Arumi bertanya-tanya obat apa yang Zidan bawa dan untuk siapa obat tersebut.


"Obat apa ya? Setahuku Mas Zidan sehat-sehat saja"Ujar Arumi.


Arumi masih penasaran dengan amplop putih yang tertulis nama Rumah sakit Pertiwi. Arumi mencoba membuka amplop tersebut sebelum Zidan selesai mandi.


Namun belum sempat Arumi membukanya Zidan terlihat sedang berjalan kearah dirinya, Arumi langsung meletakkan amplop tersebut kesofa kembali agar tidak dicurigai oleh sang suami.


"Yuk katanya mau makan"Ujar Zidan.


"Iya Mas, kamu cepet banget mandinya"Ucap Arumi. Lalu mereka makan malam bersama.


Arumi menatapi wajah lelah sang suami, ia masih bertanya-tanya apa yang sedang Zidan sembunyikan darinya, obat dan amplop semua itu menjadi pertanyaan untuk Arumi.


"Mas, kau sepertinya tidak enak badan?"Ujar Arumi.


"Tidak, aku sehat-sehat saja, aku hanya lelah seharian belum istirahat"Ujar Zidan.


"Ya sudah kamu makan terus istirahat ya Mas. Oh ya mas tadi aku tidak sengaja lihat obat dan amplop disofa itu punya siapa?"Tanya Arumi.


"Kau membukanya? Katakan padaku apa kau sudah membuka amplopnya!"Tanya Zidan.


Zidan syok mendengar Arumi bertanya tentang obat itu, Zidan berusaha beralasan agar Arumi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak membukanya Mas, memang itu obat apa Mas?"Tanya Arumi.


"Itu obat milik temanku, tadi aku mengantarnya periksa ke Dokter lalu obat itu ketinggalan di mobilku"Ujar Zidan.


"Oh, kenapa tidak kamu kasihkan saja Mas, itu kan obat siapa tahu mau diminum"Ujar Arumi.


"Tidak, biar besok saja aku kasihkan obat itu kepemiliknya"Ujar Zidan.


Tapi Arumi tidak percaya begitu saja, ia masih curiga dengan obat itu Arumi akan berusaha mencari waktu untuk melihat isi amplop putih yang dirahasiakan Zidan.


"Sudah kenyang aku istirahat dulu ya, kamu juga tidur jangan begadang"Ujar Zidan seraya mengambil obat dan amplop tersebut lalu ditaruh di kamar kerjanya kemudian Zidan kembali masuk ke kamar Laras. Malam ini Zidan tidur bersama dengan Laras karena dua hari kemarin ia tidur dengan Arumi.


Sementara itu Arumi masih enggan beranjak dari tempat duduknya, Arumi akan masuk ke kamar kerja Zidan dan mencari amplop yang ditaruh Zidan, ia benar-benar merasa sangat penasaran sekali apa isi surat tersebut.


"Kebetulan sekali Mas Zidan tidur dengan Laras, aku akan masuk ke kamar kerjanya dan mencari amplop itu"Ujar Arumi.


Lalu perlahan Arumi masuk dan mencari amplop itu, ia membuka semua laci namu belum juga ketemu. Setelah lama mencari akhirnya surat itu ketemu dibawah komputer milik Zidan, Arumi cepat-cepat membukanya dan membaca surat itu dengan rasa gemetar.


Jantung Arumi seketika berdebar-debar, ia tidak menyangka jika selama ini Zidan mempunyai masalah pada seperm4nya, namun ia selalu beranggapan jika dirinya lah yang tidak bisa memiliki anak.


"Ternyata Mas Zidan menyembunyikan ini padaku, tapi apa yang membuatnya merahasiakan semua ini?"Pikir Arumi.


Setelah tau isi surat itu Arumi langsung keluar dari kamar kerja Zidan dan masuk ke kamar tidurnya, Arumi membanting tubuhnya di atas ranjang dan memeluk bantal guling seraya meneteskan air mata, lama-lama ia pun tertidur dalam mimpi indahnya.


🌻🌻🌻🌻


Pagi harinya...


Pagi ini Zidan mengajak Arumi dan Laras berolahraga pagi Zidan begitu semangat untuk berolahraga. Sebelum olahraga Zidan terlihat masuk ke dalam kamar kerjanya, Arumi yang saat itu sedang mengambil air minum tiba-tiba melihat Zidan sedang minum obat.


"Mas, kamu sakit?"Tanya Arumi.


"Ini hanya vitamin bukan obat"Ujar Zidan, lalu ia membuang bungkus obat ke sakunya sekan Arumi tidan tahu yang sebenarnya.

__ADS_1


"Kau yakin Mas itu vitamin? Sejak kapan kau minum vitamin sepertinya aku baru melihatnya"Ujar Arumi.


"Kau tidak percaya denganku! Kau pikir aku pembohong!"Pekik Zidan seraya mengeraskan suaranya.


"Mas maafkan aku? Bukan maksudku seperti itu tapi aku kira kau sedang sakit"Ucap Arumi pelan.


Entah kenapa Zidan masih merahasiakannya padahal Arumi berharap Zidan akan membuka rahasia itu kepada dirinya tentang penyakitnya itu.


Zidan meninggalkan Arumi yang tengah berdiri kokoh dihadapannya, Arumi terdiam dan menundukan kepalanya dan berharap semua baik-baik saja.


Zidan keluar dan menemui Laras yang sudah lama berada didepan Rumah untuk berolahraga bersama. Sementara itu Arumi menyusulnya dari belakang.


Laras melihat keanehan pada wajah Zidan yang semula segar menjadi kusut tak bersemangat, sama halnya dengan wajah Arumi iapun terlihat tidak semangat dan sedikit cemberut.


"Kenapa aku menjadi keras seperti ini? Apa yang sudah aku lakukan tadi kepada Arumi, aku benar-benar takut kedua istriku meninggalkanku hanya karena aku tidak bisa memberinya keturunan"Batin Zidan.


Ternyata hal itu yang membuat Zidan enggan mengatakan kepada Arumi dan Laras mengenai sakitnya karena merasa takut mereka akan meninggalkannya dan mencari suami baru.


Ketika olahragaraga dirasa cukup jauh mereka beristirahat sejenak. Zidan membeli minuman yang berada seberang jalan, Arumi dan Laras menunggu dibahu jalan seraya menentramkan ototnya.


"Ras, kau pernah tau jika Mas Zidan sakit?"Tanyanya.


"Tidak, memangnya Mas Zidan sakit apa?"Ucap Laras.


"Memangnya dia tidak bicara padamu? Maksudku apa kamu pernah melihat Mas Zidan minum obat-obatan?"Tanya Arumi kembali.


"Aku tidak pernah melihatnya, kenapa tiba-tiba kau bertanya kepadaku tentang itu?"Ujar Laras.


"Semalam aku melihat Mas Zidan pulang membawa obat tapi dia bilang itu punya temannya. Aku juga melihat Mas Zidan meminumnya tadi pagi, tapi ketika aku bertanya dia malah tidak mengakuinya jika itu bukan obat melainkan vitamin?"Ujar Arumi.


"Sepertinya Mas Zidan menyembunyikan sesuatu dari kita? Nanti aku akan Tanya padanya"Ujar Laras.


"Coba kau yang bertanya siapa tau Mas Zidan mau jujur padamu"Balasnya.

__ADS_1


__ADS_2