Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
15 . PENELUSURAN BERUJUNG KENIKMATAN


__ADS_3

Malam ini cuaca sangat dingin. Delia menikmati secangkir kopi bersama sang suami, karena hujan lebat Delia tidak kemana-mana hanya di Rumah saja.


Tapi sebaliknya Johan justru akan keluar malam ini.


"Mas kamu mau kemana?"Tanya Delia sambil menaruh secangkir kopi yang sedang diminumnya.


"Aku keluar dulu!"Ucap Johan sambil memalingkan wajahnya.


"Mas ada apa? Kelihatannya kamu sedang marah!" Tanya Delia mendekati Johan.


"Aku akan mencari tau tentang Siska!"Ucap Johan sambil mencari jas hujan.


"Tapi kan sudah malam Mas! Hujan lebat" Ucap Delia mengikuti Johan ke depan.


"Tutup pintunya, aku akan pulang "Ucap Johan berlalu pergi.


Di sebuah Rumah besar terlihat dari jendela. Siska sedang berada di ruang tamu. Siska hanya tinggal sendiri karena orang tuanya sudah meninggal sejak Siska kecil. Karena itu Siska tumbuh menjadi wanita jahat, dia merasa sudah kehilangan semua orang yang dia sayangi, sedangkan orang lain hidup bahagia.


Tidak menunggu lama Johan mendekati Rumah tersebut untuk menemui Siska. Kebetulan malam ini hujan lebat dan suasana sangat sepi. Setelah sampai di depan jendela Johan melihat Siska sedang duduk sendiri, memakai baju tidur seksi dengan dada terbuka Siska terlihat sangat cantik dan menggoda.


"Tok..Tok.. Tok"Johan mengetuk pintu Rumah Siska lalu Siska membukanya.


"Sia....?"Belum selesai bicara Johan mendorong masuk Siska bersama dirinya lalu Johan mengunci pintu.


"Diam atau kamu aku bunuh!"Sambil mengacungkan jarinya Johan sedikit demi sedikit mendekati Siska.


"Jo! Apa yang kamu lakukan disini!" Ucap Siska sedikit mundur dari Johan.


"Katakan padaku apa kamu wanita terakhir yang dulu bersama Ayah Delia!" Ucap Johan memegang kuat lengan Siska.


"Apa maksud kamu!" Sambil mengibaskan tangan Johan Siska mencoba mundur darinya.


"Jawab! apa kamu wanita yang terakhir bersama Ibu Delia!" Johan terus mendekati Siska sampai Siska terjatuh di atas kursi.


"Aku..."Siska gemetar melihat pandangan tajam mata Johan yang membuat keringat lehernya menetes ke dalam buah dadanya.


"Jawab pertanyaan ku atau kamu aku...!"Johan memandang Siska begitu tajam penuh gairah.

__ADS_1


"Mau apa kamu!" Siska menedang Johan jauh darinya.


Johan terus mendekati Siska dan mengancam Siska, Johan bisa melakukan apa saja malam ini jika Siska tidak mau jujur denganya.


"Kamu masih mau mengelak! Apa kamu wanita dibalik meninggalnya orang tua Delia! Jawab!" Bentak Johan sampai mendorong Siska jatuh ke lantai. Tubuh moleknya seketika terlihat karena bajunya terbuka, hal itu membuat Johan naik birahi.


"Laki-laki ini benar-benar kurang ajar! Kenapa dia bisa tau aku wanita di balik meninggalnya orang tua Delia! Aku harus alihkan semua ini!"Batin Siska sambil memandang tajam mata Johan.


"Kenapa kamu diam!"Johan terus memaksa dan mendekati Siska yang masih terduduk di lantai.


"Malam ini sangat dingin, hujan masih lebat bagaimana jika kamu bercinta denganku? Bukankah kamu juga belum bercinta malam ini!"Siska membuka semua baju yang dia pakai, Johan semakin tergiur dan sangat tidak tahan dengan godaan Siska malam ini.


"Kenapa tiba-tiba kau seperti itu?" Tanya Johan sambil memalingkan wajahnya.


"Aku tau kamu pasti ingin bercinta, apa lagi hujan seperti ini. Pasti sangat hangat dan nikmat"Siska berjalan berpindah ke dalam kamar.


"Kurang ajar sekali wanita itu! Bisa-bisanya aku sangat tergoda sampai tidak tahan seperti ini!" Lalu Johan mengikuti Siska ke dalam kamarnya.


Sampainya di kamar Siska mendekati Johan dan menariknya tidur ke atas ranjang. Kemudian Siska membuka baju Johan dan menciumi lehernya. Selanjutnya Siska membuka celana Johan dan mencumbui nya, membuat Johan sangat kenikmatan.


"Aku sudah tidak kuat lagi!" Siska meminta Johan memulainya duluan.


"Kau sangat menggoda!" Johan merasa sangat puas bercinta dengan Siska, malam ini menjadi malam yang nikmat untuk Johan.


Selesai bercinta Johan menarik Siska yang hendak berdiri, dia mengancam Siska jika memberi tahu kepada Delia apa yang sudah terjadi malam ini. Tidak hanya Johan, Siska juga mengancam Johan jika memberi tahu Delia tentang kejahatan dirinya atas meninggalnya orang tua Delia. Johan sudah kebablasan malam ini sampai lupa dengan rencananya. Hanya karena melihat tubuh molek Siska dia sampai kalah dengan dirinya sendiri.


🌻🌻🌻


Pagi harinya...


"Mas kamu sudah pulang"Ucap Delia melihat sang suami sudah ada di dalam Rumah.


"Iya aku pulang pas kamu sudah tidur. Terus aku tidur di luar" Johan membohongi Delia.


"Ya ampun Mas! Kenapa kamu tidak ketuk pintu saja, kenapa harus tidur di luar"Delia memeluk Johan yang masih dalam keadaan mengantuk.


"Aku hanya tidak mau mengganggumu tidur"Ucap Johan sambil memeluk erat Delia.

__ADS_1


"Mas! Leher kamu ko merah?" Tanya Delia yang masih dalam pelukan Johan.


"Merah bagaimana?" Tanya Johan sambil memegang lehernya.


"Ini Mas, Seperti ada bekas gigitan gitu!" Ucap Delia terus melihat bekas merah pada leher Johan.


"Mungkin ini bekas gigitan Siska tadi malam! Siska kan semalam sangat brutal, mungkin bagian dalam jugan banyak bekas gigitan Siska! Bagaimana kalau Delia sampai melihatnya!" Batin Johan sambil memalingkan wajahnya.


"Mas ko diam?"Tanya Delia penuh curiga.


"Semalam waktu aku tidur di depan seperti ada ulat bulu nempel di leher. Mungkin karena itu" Johan sedikit gugup di depan Delia.


"Oh ya sudah kamu mandi dulu nanti kita sarapan" Delia terus memperhatikan bekas merah pada leher Johan.


"Iya aku mandi dulu"Ucap Johan berlalu pergi.


Selesai sarapan Delia menanyakan Johan perihal tadi malam, informasi apa yang dia dapatkan setelah menemui Siska.


"Mas kamu tadi malam bagaimana" Tanya Delia sambil memandang Johan yang sedang membersihkan jam tangannya.


"Tadi malam sangat enak" Ucapan Johan keluar begitu saja.


"Enak bagaimana! Maksud kamu apa Mas!" Pekik Delia.


"Tidak! Maksud aku tadi malam aku gagal menemui Siska!" Ucap Johan penuh keringat dingin, dia tidak sadar apa yang dia katakan itu salah. Johan selalu ingat dengan kejadian nikmat tadi malam bersama Siska.


"Oh gitu. Mas aku rasa Siska tidak mungkin melakukan itu padaku! "Ucap Delia tertunduk karena takut Johan akan membentaknya.


"Iya aku rasa juga begitu. Siska tidak mungkin melakukan itu padamu, aku sudah salah menilai Siska" Ucap Johan sambil tersenyum dan menggenggam tangan Delia.


"Mas..."Peluk Delia.


"Maafkan aku Del! Semua ini salahku! Tapi aku akan membantumu, aku tidak akan diam begitu saja, Siska benar-benar licik dia wanita licik"Batin Johan.


Untuk menyelamatkan dirinya sendiri Johan berusaha menutupi kesalahan Siska, dia sudah mengkhianati Delia. Semua ini karena kejadian tadi malam, tapi semua tidak akan berakhir sampai disini. Diam-diam Johan akan memberi pelajaran kepada Siska.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2