Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
6. BERCINTA


__ADS_3

Namanya Haikal Pria tampan kaya raya yang menjadi tamu Delia malam ini. Masih memakai Jas Kantor membuat penampilan Haikal menjadi lebih menawan. Bertubuh tinggi dan berotot pada tubuh Haikal, membuat Delia terbayang kemana-mana. Tak hanya itu, Feby,Risma dan Dara juga ingin merebut Haikal untuk bercinta denganya malam ini.


Sementara itu Haikal hanya terpesona dengan kecantikan Delia. Tubuh Delia yang putih mulus memakai baju seksi tanpa lengan membuat mata Haikal seakan tidak mau melihat Wanita lain selain Delia.


"Baru kali ini aku melihat gadis cantik seperti kalian"Ucap Haikal penuh pesona.


"Ah Tuan bisa saja "Jawab Delia dengan nada centil.


"Tuan pilih saja mau yang mana? Hehe" Celetuk Feby.


"Yang pasti enggak mungkin Lo yang dipilih hahaha" Ejek Risma.


"Kalian semua cantik kok" Goda Haikal.


"Sama aku saja Tuan, tubuhku langsing tidak berat saat bercinta" Ujar Dara genit.


"Langsing mah tidak empuk. Mending sama saya Tuan tubuhku empuk, biar tidak pakai kasur juga tetep empuk!!"Celoteh Risma.


"Bagaimana kalo kamu yang bercinta denganku malam ini?"Ucap Haikal. Ternyata dia tertarik dengan Delia.


"Baiklah aku bersedia ayo sekarang?"Ucap Delia seraya menjilat bibirnya.


"Bagaimana kalo kita minum dulu? Supaya lebih segar." Ucap Haikal.


"Baiklah Tuan muda yang tampan."Ucap Delia.


Setelah Delia dan Haikal selesai minum kemudian mereka pergi ke Hotel satu kamar sudah dipesan oleh Haikal.


Di hotel...


"Silahkan kalo mau ke kamar mandi, biar saya tunggu disini." Ucap Haikal seraya duduk menunggu di atas ranjang.


"Tunggu aku tidak lama lagi aku akan keluar Tuan tampan."Ucap Delia seraya terus melirik mata Haikal..


Tak berselang lama Delia keluar dari kamar mandi. Dia begitu terlihat seksi dan sangat menggoda dengan pakaian transparan yang memperlihatkan bagian d4d4nya dengan kulit putih mulusnya membuat Haikal terpaku membisu melihat gadis cantik itu.


Perlahan Delia mendekati Haikal penuh pesona, berjalannya lenggak-lenggok seakan menarik tubuh Haikal untuk segera memeluknya.


Bibirnya yang merah Delima membuat Haikal tidak tahan untuk mengulumnya. Matanya begitu indah dan penuh gairah. Malam ini Haikal benar-benar sangat beruntung tidur dengan Delia.


"Kemarilah gadis cantik mendekatlah biarkan aku menikmati tubuh indahmu ini"Merasa tidak sabar Haikal langsung membuka baju dan celananya.


"Nikmati aku sepuasmu Tuan."Ucap Delia seraya membelai leher Haikal.


Malam ini Haikal membuat Delia terasa sangat kenikmatan. Baginya rasa itu sangat nikmat, sedangkan Haikal masih terus menantang Delia sampai berkali-kali. Melihat Delia begitu kenikmatan Haikal membuat delia semakin panas dan sampai ke puncak berkali-kali.


Belum merasa puas Delia terus melayani Haikal sampai beberapa kali dirinya mencapai puncak kenikmatan, Malam ini sangat nikmat untuknya, rasa itu benar-benar nikmat untuk mereka berdua.


🌻🌻🌻


Pagi harinya...


Delia terbangun dan melihat ada amplop di ranjangnya. Saat dibuka amplop itu berisikan surat dan uang. Ternyata amplop itu dari Haikal, tadi pagi dia pergi dan meninggalkan uang beserta surat pendek untuk Delia.


Haikal sangat puas dengan tadi malam."Terimakasih untuk tadi malam gadis cantik, kau begitu hebat dan memuaskan. Uang itu aku lebihkan untukmu."Surat pendek Haikal untuk Delia pagi ini.

__ADS_1


"Uang ini lebih dari yang aku minta, ini terlalu banyak untuku. Kalo aku bisa terus mendapatkan uang segampang ini aku akan cepat kaya. Aku juga bisa membeli apapun yang aku mau. Aku akan cepat kaya seperti Rosa" Ucap Delia sembari mengipaskan uang pemberian dari Haikal.


Di apartemen...


Sampainya di apartemen Delia menceritakan tentang tadi malam dengan Haikal, Rosa begitu iri dengan uang yang didapat Delia hanya dengan satu malam kencan. Rosa belum pernah di bayar sebanyak Delia. Menurut Rosa Delia benar-benar sangat beruntung.


"Lihat Ros, Haikal memberiku uang sebanyak ini, ini lebih dari yang aku minta"Ucap Delia sambil memamerkan uang hasil kerjanya tadi malam.


"Wahhh kalo begini terus lama-lama kamu bisa cepat kaya Del!"Ucap Rosa menggelengkan kepalanya.


"Untuk apa aku begini, kalo bukan untuk mencari banyak uang"Ujar Delia sambil mengipaskan uang tersebut.


"Berapa kali semalem?"Senggol Rosa tersenyum konyol.


"Apaan sih nanya-nanya, emang kamu mau tau?"Tanya Delia sedikit senyum.


"Berapa kali emang? Berapa kali?"Tanya Rosa tidak sabar.


"sepuluhh...kaliiii! "Teriak Delia tepat dikuping Rosa.


"Sialan Lo!"Teriak Rosa.


"Bodo amat ah mau tidur, capek semalam Haikal tidak mau turun mintanya digendong mulu"Ujar Delia.


🌻🌻🌻


Malam harinya...


Seperti biasa mereka pergi ke Cafe untuk mencari pelanggan malam ini."Pooookkkkkk...He ngalamunin apa Del?" Rosa menepuk pundak dan bertanya pada Delia.


Terlihat ada seorang Pria tampan duduk di kursi bagian pojok terus mengamati ke arah Delia. Sangat tampan dan tajir, namanya Tomi.


"He, belum tentu siapa tau dia pengangguran, haha haha" Ujar Rosa.


"Belum tentu juga Ros, siapa tau dia pengusaha batu akik!!"Pekik Delia.


"Del lihat, sepertinya dia mau kesini"Ucap Rosa.


"Kan sudah aku tarik lewat lirikan mataku yang indah ini" Ucap Delia.


"Dasar kuprett!"Balas Rosa.


Namanya Tomi pria kaya hidung belang.


"Sepertinya aku belum pernah melihatmu apa kamu pelayan baru di sini? Siapa namamu?"Tanya Tomi.


Tomi adalah pengusaha kaya raya, sudah beristri dan mempunyai dua anak, tapi hobi bermain Wanita. Baginya Wanita penghibur adalah semangatnya setiap hari libur dirinya sudah pasti mencari Wanita malam.


"Iya masih baru malam ini juga bisa kok, kalo kamu mau?"Ucap manja Delia.


"Tentu saja apa lagi dengan gadis cantik seperti mu!"Ujar Tomi mencolek lengan Delia.


"Akan aku buat lebih dari yang kamu bayangkan "Ucap Delia.


Kemudian mereka berdua pergi ke Hotel."Bagaimana kau suka Hotelnya? Menurut ku ini Hotel yang sangat bagus"Ucap Tomi seraya memeluk Delia.

__ADS_1


"Ya, memang sangat bagus. Kasurnya 5x lebih empuk hehehe"Delia sedikit mengajak bercanda Tomi di atas ranjang.


"Terus apa lagi yang kita tunggu?" Tanya Tomi seraya menatap wajah cantik Delia.


Dengan tatapan mata yang sangat tajam Tomi mendekati Delia yang tengah berbaring di atas ranjang. Memakai baju tidur transparan terlihat bentuk buah kenyal yang sangat menggoda.


Melihat Tubuh seksi Delia Tomi langsung mencium tubuh Delia dengan penuh gairah, hal itu membuat Delia sangat keenakan sampai terus mendesah merasa kenikmatan.


"Kenapa kau tidak mencari suami saja? Kau cantik, tubuhmu sangat indah, tidak mungkin ada pria yang mau menolak dirimu."Tanya Tomi dengan satu kecupan pada bibir lembut delia.


"Lalu kenapa kau tidak mencari istri saja?Kenapa harus seperti ini denganku?"Balas Delia dengan ciuman lembut pada leher Tomi.


Ciuman di bagian leher membuat gairah tomi semakin memuncak, lalu di balasnya ciuman bringas di bagian tengah. Membuat Delia tidak bisa menutup suara ******* yang sangat nikmat malam ini.


"Angkat sedikit kakimu!!"Ucap Tomi tergesa-gesa.


"Ahhh..Ini sangat nikmat sekali!!"Ucap Delia. mereka pun menghabiskan malam ini bersama sampai terlelap.


🌻🌻🌻


Pagi harinya...


"Kau sudah bangun? Kalo begitu aku pergi ini ambil untukmu, terimakasih sudah menemani ku malam ini" Ucap Tomi yang masih ada di ranjang bersama Delia.


"Tom,terimakasih ya"Delia memeluk dan mencium leher Tomi untuk yang terakhir kalinya.


"Kalo begini aku bisa tidak ingin pulang!!" Ucap Tomi sambil terus meraba tubuh Delia.


"Tom?"Panggil Delia saat hendak berdiri.


"Ada apa?"Jawab Tomi.


"Ini untukmu. Chup" Delia memberikan ciuman pada bibir Tomi.


"Sampai jumpa lagi"Ucap Tomi dan berlalu pergi.


Setelah Tomi pergi Delia cepat-cepat mengambil uang yang Tomi taruh di atas kasur. Tomi benar-benar tidak pelit, dia memberi 3x lipat dari yang Delia mau. Mungkin karena pelayanannya membuat Tomi puas.


Delia bahkan tidak menyesal bekerja sebagai pe..l..ur... baginya uang banyak adalah segalanya.


"Kerja sebagai pe..l..ur memang menguntungkan, sudah dapat uang banyak dapat enaknya juga. Kenapa tidak dari dulu saja aku menjadi pe..l.. ur "Ucap Delia.


Di supermarket...


Setelah pulang dari Hotel Delia mampir di supermaket untuk membeli kebutuhan sehari-hari.


"Sabun mandi habis, sikat habis, tisu juga habis, sampo apa lagi boros banget. Terus apa lagi ya? Oh ya sama sabun pribadi ini yang paling penting biar enggak bau micin"Ucap Delia serayal memilih barang yang akan dia beli.


"Mas sudah!"Ucap Delia pada pelayan kasir.


"Ada yang mau ditambah lagi?"Tanya pelayan kasir.


"Bagaimana kalo nanti malam kita main kuda? "Ucap Delia seraya menjulurkan lidahnya membuat pelayan toko menelan ludah.


"Mbak ini sudah selesai semua 200 ribu"Ucap pelayan kasir.

__ADS_1


"Ini Mas, lumayan walaupun cuma baunya!"Delia mengeluarkan uang dari dalam buah kenyalnya, membuat pelayan kasir lagi-lagi menelan ludahnya.


Bersambung....


__ADS_2