
Sementara itu keluarga Arumi sedang kebingungan mereka akan sangat malu jika hari ini Arumi tidak jadi menikah apa lagi mereka sudah menyebar undangan kepada rekan-rekan bisnisnya.
Walaupun tamu undangan sempat melihat keluarga Arumi menangis namun mereka tidak tahu yang terjadi sebenarnya. Mereka tidak tahu jika hari ini calon mempelai pria meninggal dalam kecelakaan.
Melihat Arumi terus menangis Zaki merasa sangat sedih, ia membanting badannya diatas sofa, sedangkan Lisa terus menenangkan perasaan Arumi seraya ikut menangis.
"Rum kamu yang kuat ya Nak"Ucap Lisa kepada Arumi.
"Ma, pernikahanku sudah mau dimulai tapi jika kita tidak jujur dengan kenyataan ini maka mereka akan terus menunggu kita Ma! Mereka pikir aku akan menikah"Ucap Arumi.
"Jika begitu biar Mama jelaskan kepada mereka"Ucap Lisa sebelum ia pergi menemui tamu undangan.
"Untuk apa? Apa yang akan kau katakan?"Sambung Zaki.
"Pa, aku akan bilang yang sebenarnya jika hari ini Arumi tidak jadi menikah"Ucap Lisa.
"Tidak bisa!"Ucap Zaki.
"Kenapa tidak bisa Pa? Memang ada pernikahan tanpa mempelai laki-laki, jika Papa malu aku juga malu bukan hanya Papa! Semua ini sudah terjadi jika Papa ingin menyelamatkan pernikahanku lalu siapa yang mau menikahiku hari ini juga!"Ucap Arumi kepada Zaki.
Zaki hanya terdiam dan terus meneteskan air matanya, ia pasrah dengan semua ini. Memang benar semua yang dikatakan Arumi.
"Biar Papa yang turun dan bilang pada mereka, kau dan Mama disini saja"Ucap Zaki kepada kedua perempuan kesayangannya itu.
Dengan hati kuat Zaki menuruni tangga untuk menemui tamu undangan dan memberi tahu kepada mereka tentang pernikahan Arumi yang gagal dilaksanakan.
Zaki melihat penghulu masih duduk kokoh seraya menunggu calon pengantin yang akan ia nikahkan pagi ini, jantung Zaki mulai berdebar kencang dan keringatnya mulai keluar.
Nasib malang yang menimpa Arumi begitu berat, dihari pernikahan yang sudah ia impikan menjadi sebuah duka yang tidak terkira sakitnya. Namun bukan berarti ia tidak akan menikah karena sebuah pengorbanan akan membawanya ke pernikahan yang nyata.
Zaki menatap tajam para tamu undangan, matanya berkaca-kaca namun air matanya ia tahan agar tidak keluar melintasi pipinya.
__ADS_1
Mulutnya sangat berat untuk mengatakan kata-kata yang akan ia katakan kepada mereka, Zaki berfikir mereka pasti akan mengira jika Putri kesayangannya itu adalah pembawa sial jika mereka tahu calon suaminya kecelakaan dan meninggal dunia tepat dihari pernikahan.
"Aku harus bisa menerima semua ini, jika pernikahan putriku akan gagal dilaksanakan!"Batin Zaki.
Kakinya mulai meninggalkan tangga dan mulai mendekati para tamu undangan yang sudah mapan mendudukan dirinya di kursi tempat mereka akan menyaksikan janji suci yang akan segera dilaksanakan, namun disaat itulah Zidan datang dan langsung menarik tangan Zaki seraya mengajaknya ke sebuah ruangan yang sangat sepi.
"Zidan apa yang kau lakukan?"Tanya Zaki kepada Zidan yang masih rapih memakai pakaian pengantin.
"Pa, aku sudah tahu yang terjadi pada Arumi, sekarang aku akan menikahi Arumi!"Ucap Zidan dengan jelas.
"Apa! Bagaimana kau akan menikahi Arumi sedangkan kau sudah menikah dengan Laras!"Pekik Zaki.
"Aku tidak menikahi Laras aku akan menikahi Arumi!"Ucap Zidan.
"Kau bilang apa Zidan!"Ucap Zaki kembali.
"Pa, aku tidak mencintai Laras sama sekali, aku hanya mencintai Arumi sejak aku tau dia bukan adik kandungku, dan sekarang aku yang akan menikahi Arumi"Ucap Zidan berkaca-kaca.
"Kau yakin, jika begitu aku akan temui Arumi dan bicara padanya."Kemudian Zaki pergi menemui Arumi yang sedang berada di dalam kamarnya.
"Saudara Wandi ini sudah telat kenapa anda baru datang?"Ucap penghulu kepada Zidan.
"Pak tolong ganti nama Wandi dengan nama Zidan, sedangkan kedua orang tuanya diganti dengan nama Pak Sobri dan Bu Nani"Ucap Zidan kepada penghulu tersebut.
"Ada apa ini? Kenapa harus diganti"Tanya penghulu.
"Tolong ganti saja Pak, karena data yang diberikan Arumi salah!"Ucap Zidan kembali.
"Baiklah!"Jelas penghulu.
Namun ekspresi penghulu justru merasa bingung, bagaimana nama Wandi diganti dengan nama Zidan? Penghulu bingung siapa sebenarnya mempelai pria yang akan menikah dengan Arumi.
__ADS_1
Sementara itu Zaki masuk dan menemui Arumi yang tengah menangis tanpa henti, ia akan memberi tahu kepada Arumi jika Zidan akan menggantikan posisi Wandi untuk menjadi suaminya.
"Arumi, berhenti menangis ya Nak, kamu sekarang turun dan temui Pak penghulu"Ucap Zaki kepada Arumi.
"Untuk apa Pa, bukankah Papa sudah menjelaskan kepada mereka lalu untuk apa lagi aku turun menemui mereka!"Ucap Arumi.
"Karena kau akan menikah, Papa sudah menemukan pengganti Wandi Nak"Ucap Zaki seraya berkaca-kaca.
"Apa? Siapa yang akan menikahiku Pa, apa dia orang baik, apa Papa kenal terus Papa yakin dia orang baik-baik?"Ucap Arumi kepada Zaki.
"Papa kenal, dia orang baik dia juga mencintaimu"Ucap Zaki kembali.
"Walaupun aku tidak kenal dengannya, tapi aku akan menerima pernikahan ini agar mereka yang sudah datang tidak membicarakan keluarga kita yang tidak-tidak!"Ucap Arumi seraya mengusap air matanya.
"Nak, biar Mama tuntun kamu turunnya"Sambung Lisa seraya menahan air matanya.
Zaki yang ada dibarisan paling belakang meneteskan air matanya melihat nasib Arumi, namun semua ini tertolong karena pengorbanan Zidan kepada Arumi, Zidan rela meninggalkan Laras demi menikahi Arumi wanita yang sudah ia cintai semenjak dirinya tahu Arumi bukanlah adik kandungnya.
Arumi menuruni tangga perlahan dengan dituntun tangan lembut Lisa yang selalu menenangkan hatinya dari keterpurukan yang sedang Arumi alami.
Arumi menatapi laki-laki yang tengah duduk didepan penghulu, laki-laki kokoh dan berwibawa dengan Jas pengantin yang dipakainya membuat Arumi penasaran akan sosok laki-laki yang sedang duduk membelakangi dirinya itu.
Sesampainya di bawah Arumi enggan melihat calon suaminya itu, ia lebih memalingkan wajahnya karena merasa malu dengan pernikahan pengganti yang laki-laki itu lakukan, Arumi juga tidak pernah berfikir jika laki-laki tersebut adalah kakak tirinya sendiri.
Setelah semuanya dirasa siap sang penghulu langsung melakukan pernikahan, penghulu memulai dan betapa kagetnya Arumi ketika mendengar nama yang disebut adalah nama Zidan.
Matanya langsung menengok dan tercengang takala melihat jelas bahwa laki-laki yang baru saja menikahinya itu adalah kakak tirinya sendiri.
"Tidak, kak Zidan!"Batin Arumi.
Arumi tidak menyangka jika Zidan akan melakukan semua ini, Arumi berfikir semua ini hanyalah pernikahan bohongan yang dirancang Zaki untuk menyelamatkan pernikahan dirinya.
__ADS_1
"Tidak, semua ini pasti bohongan! Tidak mungkin Kak Zidan menikahiku dia kan sudah menikahi Laras, semua ini pasti rencana Papa untuk menyelamatkan pernikahanku"Batin Arumi.
Bersambung...