Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
40.KEJADIAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Arumi yang kala itu sedang selfi tak sengaja melihat kedekatan mereka berdua, Arumi terdiam dan seperti sedang tidak diperdulikan oleh mereka. Mengetahui Arumi sedang memperhatikan dirinya Zidan lantas melepaskan tangan Laras lalu ia menghampiri Arumi karena merasa tidak enak.


"Rum, bukannya kakak dan Laras ingin meninggalkanmu sendiri di sini, tapi tadi Laras yang menghampiriku!"Ucap Zidan seraya membelai pipi Arumi.


"Bohong! Paling juga kakak yang mau ngedeketin Laras!"Ucap Arumi seraya cemberut dan memalingkan wajahnya dari wajah Zidan.


"Arumi kamu kenapa?"Laras menghampiri mereka karena merasa penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan.


"Aku gak apa-apa, aku mau pulang saja!"Arumi merasa liburan ini sudah tidak menyenangkan lagi. Ia mengajak Zidan pulang karena merasa tidak semangat lagi.


Ketika mereka hendak pulang Arumi tidak sengaja menyenggol seorang pria yang tengah berjalan sambil membawa minuman, membuat gelas minuman yang dibawa pria itu jatuh dan pecah.


"Ah!"Gumam pria yang membawa minuman tersebut. Minuman itu tumpah mengenai bajunya.


"Astaga!! Maafkan aku Mas!"Ucap Arumi seraya mengambil gelas yang tumpah namun pria itu menahan tangannya.


"Astaga!"Sambung Laras.


"Mas, maafkan adik saya?"Ucap Zidan kepada pria yang diketahui bernama Reza.


"Tidak apa-apa, saya tidak apa-apa!"Ucap Reza seraya membersihkan gelasnya yang pecah.


"Kak, ayo kita pulang"Ucap Arumi.


Namun Arumi tidak menyadari dompetnya jatuh ketika bertabrakan dengan Reza.


"Dompet? Apa mungkin ini milik gadis tadi, aku harus kejar dia!"Reza bergegas lari dan mencari Arumi sebelum ia jauh untuk mengembalikan dompetnya yang jatuh.


Arumi yang sudah sampai di tempat parkir tidak mengetahui jika dompetnya jatuh.


"Kak, aku depan ya? Laras belakang"Ucap Arumi kepada Zidan. Ia takut jika dirinya dibelakang nanti akan dicuekin lagi oleh sang kakak.


"Terserah"Singkat Zidan seraya tertawa.


"Udah masuk! Panas nih"Ucap Laras yang sudah kepanasan dan ingin segera masuk ke dalam mobil.


Merekapun masuk ke dalam mobil dengan laju pelan tiba-tiba?


"Stop.. Stop!!"Pria yang tadi bertabrakan dengan Arumi menghentikan mobilnya. Pria tersebut ingin memberikan dompet milik Arumi yang terjatuh tadi.


"Ada apa ya, Mas yang tadi kan? Mas mau minta ganti rugi ya?"Sahut Laras, ia mengira Reza ingin meminta ganti rugi kepada mereka.


"Tidak! Aku hanya menemukan dompet ini, mungkin ini milik kalian!"Reza memberikan dompet itu kepada mereka, lalu ia pergi begitu saja karena merasa tersinggung dengan ucapan Laras.

__ADS_1


Laras yang merasa salah paham hanya terdiam malu dengan ucapannya yang keluar begitu saja.


"Dompetku! Ini dompetku kak!"Ucap Arumi seraya membuka dompet miliknya yang ditemukan Reza.


"Kalo begitu kau cepat turun dan bilang terimakasih!"Ucap Zidan kepada Arumi.


"Semuanya uangku masih utuh! Dia benar-benar orang baik!"Kemudian Arumi cepat-cepat turun dan memanggil Reza yang belum jauh berjalan.


"Mas? Tunggu!"Arumi memanggil Reza sambil berlari mengejarnya.


Reza yang sedang berjalan kepanasan berhenti sesaat dibawah pohon yang teduh, lalu Arumi menghampiri Reza dan berterimakasih padanya.


"Mas, aku mau bilang terimakasih ya udah nemuin dompetku?"Ucap Arumi seraya membuka dan mengambil 3 lembar uang merahnya untuk diberikan kepada Reza.


"Untuk apa?"Tanya Reza kepada Arumi ketika menyodorkan uang kepada dirinya.


"Untuk Mas, ambil saja tidak apa-apa?"Arumi berharap pria itu mau mengambilnya sebagai tanda terimakasih.


"Jika aku mau aku bisa ambil semua uangmu!! Tidak perlu aku mengembalikan dompet itu padamu!!"Pekik Reza dan berlalu pergi dari hadapan Arumi.


"Eh, tunggu!"Arumi terus mengejar Reza karena ia merasa sudah salah paham.


"Kau pergi saja, sudah tidak penting lagi!"Pekik Reza seraya terus berjalan dibawah panasnya matahari siang.


"Tapi aku mau bilang terimakasih?"Ucap Arumi seraya terus mengejar Reza yang begitu cepat ia berjalan.


"Ahkkkk!!"Arumi merasa kelelahan, ia memutuskan untuk kembali kemobil karena sudah kehilangan jejak, entah kemana larinya Reza.


Arumi kembali dengan wajah panas karena mungkin cuaca yang sangat panas atau karena lelah mengejar Reza.


"Kak, ayo pulang"Ucap Arumi sedikit kesal.


"Kamu lama sekali?"Tanya Zidan.


"Sudahlah males aku ceritanya!"Arumi langsung masuk ke mobil dengan wajah kesalnya.


"Rum kamu kenapa?"Laras penasaran apa yang terjadi dengan Arumi, kenapa Arumi sangat kesal begitu.


"Em, aku males cerita Ras!"Ucap Arumi seraya menyenderkan kepalanya di kaca mobil.


"Ya udah deh kalo tidak mau!"Pekik Laras.


Arumi terus membayangkan kejadian yang baru saja ia alami, mimpi apa ia sampai bertemu dengan pria yang aneh sikapnya.

__ADS_1


"Pria itu benar-benar nyebelin apa memang aku yang salah ya? Dia nemuin dompetku terus ngejar aku dan dikembalikan padaku? Lalu aku memberinya uang sebagai tanda terimakasih? Salahku dimana kenapa dia lari dan marah? Akhhh tau ah!"Batin Arumi. Ia merasa semua ini tidak ada yang salah mungkin pria itu memang aneh.


🌻🌻🌻🌻


Sampainya dirumah Arumi...


"Papa, Mama?"Sampainya dirumah Arumi langsung masuk dan mencari mereka.


"Eh anak cantik sudah pulang"Ucap Lisa seraya menghampiri Arumi dari kamarnya.


"Papa mana Ma?"Tanya Arumi.


"Papa mandi. Oh ya Laras, Zidan, kalian belum pada makan kan? Makan disini aja ya?"Lisa mengajak mereka malam malam bersama sebelum pulang kerumahnya.


"Tidak Ma, aku mau pulang saja"Ucap Zidan.


"Aku juga mau pulang Tante"Sambung Laras.


"Loh kenapa, kalian tidak mau makan bersama kami?"Pekik Lisa.


Karena merasa malu Zidan menerima ajakan makan bersama Lisa.


"Iya Ma, ayo Ras kita makan dulu"Zidan mengajak Laras untuk ikut makan bersama.


Kedekatan mereka begitu hangat bak keluarga utuh namun pelan tapi pasti semua akan berubah. Zidan yang menganggap Arumi seperti adik kandungnya perlahan mulai berubah. Sedangkan Laras ia diam-diam mempuyai rasa cinta yang amat besar terhadap Zidan.


"Arumi, entah kenapa aku semakin merasa beda melihat Arumi!"Batin Zidan seraya memandang wajah Arumi.


"Zidan kenapa ya, kok liatin Arumi terus!"Batin Laras, ia merasa curiga dengan pandangan Zidan yang tak biasa itu.


"Wah anak Papa sudah pulang!"Zaki yang baru saja selesai mandi merasa senang melihat Arumi sudah pulang ke Rumah.


"Papa telat!"Pekik Arumi kepada sang Papa.


Sikap Arumi selalu menjadi candaan Zidan, ia selalu membuat ramai seisi Rumah, jika tidak ada Arumi Lisa dan Zaki merasa sangat rindu sebab Arumi adalah anak kesayangan mereka.


"Sudah malam aku sama Lisa pamit pulang dulu ya Ma, Pa?"Malam ini Zidan pulang hanya berdua dengan Laras.


"Hati-hati Zi"Ucap Zaki kepada Zidan sebelum ia pergi.


"Kak, hati-hati ya"Arumi memberi senyuman sebelum sang kakak pulang, senyuman itu sangat indah di mata Zidan, benar-benar indah.


Ketika dalam perjalanan pulang tiba-tiba hujan turun begitu lebat. Laras merasa takut dengan suara petir, seketika Laras merajuk dan memeluk Zidan?

__ADS_1


???


Bersambung...


__ADS_2