
Zidan pulang dengan wajah semangat dan langsung memanggil Arumi dan Laras, Zidan memberi tahu pada mereka jika besok ia akan pergi untuk berobat dalam waktu beberapa hari kedepan. Semua ini ia lakukan semata-mata untuk mendapatkan keturunan.
"Kau akan pergi dengan siapa Mas?"Tanya Laras.
"Aku akan pergi dengan Tiwi, dia yang akan menunjukan tempat pengobatan alternatif itu"Ujar Zidan.
"Mas, apa kau tidak ingin mengajak kami, maksudku masa kau akan pergi berdua dengan perempuan yang bukan muhrimnya?"Jelas Arumi.
"Percaya padaku, aku tidak akan macam-macam kalian tenang saja semua ini demi kita, agar kita cepat memiliki keturunan"Ucapnya tersenyum.
Entah apa yang membuat Zidan begitu yakin dengan Tiwi, padahal mereka baru bertemu bahkan tidak saking mengenal sebelumnya.
🌻🌻🌻🌻
Keesokan harinya..
"Jaga dirimu baik-baik Mas, kami akan selalu mendoakanmu yang terbaik"Ujar Laras.
"Hati-hati ya Mas"Sambung Arumi.
"Iya, kalian jaga dirimu baik-baik ya"Ucap Zidan kemudian pergi menuju tempat perjanjiannya dengan Tiwi.
Setelah sampai didepan kompleks Tiwi terlihat keluar dari Rumah dan berjalan menuju mobil Zidan. Tiwi masuk kedalam mobil dengan rambut terurai menampakkan keindahan wajahnya yang mulus.
"Kita jalan sekarang, kau sudah siap?"Tanya Tiwi.
"Aku bahkan sudah tidak sabar lagi"Ucap Zidan.
"Ternyata kau begitu sangat berusaha keras ya untuk mendapatkan keturunan. Oh ya kok istrimu tidak sekalian diajak?"Ujar Tiwi.
"Tidak, biarkan mereka dirumah aku tidak ingin mereka capek"Ujar Zidan.
"Mereka? Maksud kamu siapa? Tidak, maksudku istrimu kan"Ujar Tiwi heran.
__ADS_1
"Aku mempunyai dua istri tapi kami sangat bahagia dan harmonis"Ujar Zidan tersenyum.
"Apa! Kau serius? Memiliki dua istri benar-benar hebat"Ujarnya.
"He'em"Gumam Zidan seraya mengangguk.
Pengobatan alternatif terbilang sangat jauh tempatnya di pelosok desa terpencil dan jauh dari kota, mereka harus melewati jalan pegunungan yang sepi dan gelap karena memang sudah larut malam dan diperkirakan akan sampai pukul 3 pagi.
Tak lama kemudian ponsel Tiwi berbunyi beberapa kali, terlihat nama Danu yang ada pada telepon tersebut. Zidan langsung membangunkan Tiwi yang sedang tertidur pulas dan menyuruh Tiwi untuk mengangkat telepon tersebut.
Tiwi terdengar sedikit keras dalam berbicara dengan seseorang yang ada dalam teleponnya, entah apa yang terjadi Tiwi seperti kesal dengan seseorang yang menelponnya itu.
"Siapa, kenapa dimatikan?"Tanya Zidan.
"Danu, dia pacarku. Dia orangnya suka ngatur makannya aku kesal!"Ujar Tiwi.
"Pacarmu! Jangan-jangan dia marah gara-gara kau pergi denganku? Kenapa kau tidak bilang sejak awal aku benar-benar enak sudah membuatmu repot"Ujar Zidan. Ia tidak tahu jika Tiwi sudah mempunyai pacar.
"Bukan karenamu, dia memang suka marah tidak jelas bahkan aku selalu salah dimatanya"Ujar Tiwi kembali.
Pukul 3 lebih 15 menit mereka sampai ditempat pengobatan alternatif tersebut. Tiwi mengajak Zidan untuk masuk kedalam dan mengenalkan kepada seseorang yang akan mengobatinya. Kebetulan Tiwi sering datang untuk mengantar orang yang akan berobat. Karena sudah kenal Tiwi bahkan sudah terbiasa dengan seseorang yang sudah dianggapnya Kakek itu.
Namanya Kakek Toyo, sudah puluhan tahun Kek Toyo membuka pengobatan alternatif, berawal dari Ayahnya yang sudah lebih dulu menjadi seorang tabib, kini Kek Toyo menjadi penerus sang Ayah.
Tiwi mengenalkan Zidan kepada Kek Toyo, walaupun sudah berumur 80 tahun tapi Kek Toyo masih sehat dan ceria. Kek Toyo menggunakan pengobatan tradisional untuk menyembuhkan segala penyakit.
Sebelum memulai pengobatan Kek Toyo lebih dulu bercengkrama dengan Zidan dan Tiwi. Dirumah Kek Toyo hanya ada dia dan dua cucu perempuannya yang ikut denganya sedangkan istrinya sudah meninggal dunia.
Zidan merasa sangat senang melihat kehidupan Kek Toyo yang sangat sederhana tapi bahagia. Dulu pengobatan Kek Toyo sangat terkenal namun semenjak banyak pengobatan modern rumahnya menjadi sepi namun tetap sama seperti dulu, siapa yang berobat ke Rumah Kek Toyo pasti sembuh dari sakitnya.
"Nak, dulu rumah Kakek begitu ramai tapi semenjak banyak pengobatan modern Rumah Kakek jadi sepi"Ujar Kek Toyo.
"Aku senang sekali Kek bisa datang dan berobat dengan Kakek"Ucap Zidan.
__ADS_1
"Memangnya apa yang membuatmu datang kesini Nak?"Tanya Kek Toyo.
"Saya divonis mandul Kek, saya datang kesini ingin berobat dengan Kakek siapa tahu atas izin yang maha kuasa saya diberi kesembuhan"Ujar Zidan.
"Nak, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha"Ujar Kek Toyo.
Kek Toyo langsung membaringkan Zidan diatas ranjang, Zidan mulai di terapi dari ujung kaki sampai ujung kepala terutama di area sensitif nya. Zidan merasakan hangat di sekujur tubuhnya mungkin efek dari terapi yang dilakukan Kek Toyo.
Setelah mendapat terapi Zidan merasakan sekujur badannya sangat lemas, itu adalah efek dari pengobatan alternatif yang dilakukan Kek Toyo. Zidan langsung diberi jamu rahasia racikan Kek Toyo. Setelah meminumnya Zidan merasa lebih bugar dan bertenaga.
Ketika hendak pulang Kek Toyo menahannya, Kek Toyo menyuruh Zidan untuk tinggal sementara dirumah Kek Toyo untuk memaksimalkan pengobatannya agar tidak terganggu. Rumah Kek Toyo memiliki 7 kamar tidur yang 3 diantaranya adalah kamar untuk menginap pasiennya.
"Kira-kira berapa lama Kek saya tinggal disini?"Tanya Zidan.
"Satu Minggu, semua itu untuk pengobatan agar lebih maksimal, semua butuh waktu anggap saja seperti keluarga sendiri. Ikuti Kakek agar Nak Zidan cepat sembuh"Ujar Kek Toyo.
"Iya Kek"Ucap Zidan kemudian ia pergi bersama Kek Toyo menuju kamar untuknya beristirahat. Sementara itu Tiwi tidur bersama kedua cucu perempuan Kek Toyo Tiya dan Tuti.
Malam semakin larut, seisi Rumah nampak sepi karena penghuninya sudah tertidur lelap. Hanya Zidan yang masih terbangun seorang diri dengan harapan yang selalu digenggamnya.
*****
Satu Minggu kemudian...
Hari ini Zidan telah menyelesaikan pengobatannya. Waktunya ia pulang kembali bersama kedua istrinya yang sudah ia rindukan beberapa hari ini.
"Kakek doakan smoga Nak Zidan cepat mempuyai keturunan, hati-hati ya Nak semoga selamat sampai tujuan"Ucap Kek Toyo.
"Makasih ya Kek"Ujar Zidan seraya mencium tangan Kek Toyo.
Zidan merasa berat meninggalkan keluarga Kek Toyo, ia merasa sudah seperti keluarga sendiri. Sebagai tanda terimakasih Zidan memberi Kek Toyo amplop berisikan uang yang menurutnya sangat pantas diberikan kepada orang tua. Setelah amplop itu dibuka uang itu terlalu banyak untuk Kek Toyo.
Kek Toyo hanya mengambil 5 lembar uang kertas merah, dan diam-diam memberikannya kepada Tiwi untuk dikembalikan kepada Zidan setelah mereka sampai di kota. Tiwi merasa terharu dengan alasan Kek Toyo.
__ADS_1
Kek Toyo enggan mengambil semua uang yang diberikan Zidan karena ia tidak serakah. Kek Toyo hanya ingin diberi yang sewajarnya"Jika ingin memberi berikan kepada orang yang tidak mampu"itu kata Kek Toyo.
Mendengar cerita Tiwi membuat Zidan meneteskan air mata. Ia berharap suatu hari nanti bisa kembali bertemu dengan Kek Toyo.