
"Mas, jamu kamu tinggal sekali minum lagi"Ujar Arumi seraya memberi segelas jamu kepada Zidan dengan sikap lembutnya.
"Oh ya? Tidak terasa sudah satu bulan aku meminum jamu ini semoga saja setelah jamu ini habis aku akan sembuh dan kamu cepat hamil"Ucap Zidan tersenyum memandang Arumi.
"Iya Mas, aku sangat bahagia melihatmu bahagia walaupun aku tidak bisa hamil tapi aku akan selalu setia padamu Mas"Ujar Arumi tersenyum.
"Aku beruntung bisa mencintai dan mempunyai istri baik sepertimu Arumi"Ujarnya. Zidan merasa bahagia memiliki dua bidadari yang indah luar dalam.
Disela-sela pembicaraan tiba-tiba terdengar suara Laras sedang mual-mual, suara yang baru mereka dengar setelah pernikahan.
Arumi dan Zidan menghampiri Laras yang sedang berada dikamar mandi, Arumi memanggilnya memastikan semua baik-baik saja. Arumi melihat wajah pucat Laras dan langsung menuntunnya keluar dari kamar mandi.
"Kau baik-baik saja? Kau pucat sekali kita ke Dokter sekarang!!"Ujar Zidan cemas.
"Aku baik-baik saja"Ujar Laras pelan kemudian pingsan tak sadarkan diri.
Arumi dan Zidan kemudian membawa Laras ke Dokter terdekat. Di dalam perjalanan Laras tak henti-hentinya mual dan sesekali muntah. Wajahnya semakin pucat badannya dingin dan lemas.
Sesampainya dirumah sakit Laras langsung diperiksa, ia dibawa masuk oleh para perawat wanita sedangkan Arumi dan Zidan sementara berada di luar ruangan.
Beberapa menit berlalu Dokter memanggil Zidan sebagai suaminya. Zidan masuk disusul Arumi dari belakang. Dokter memberikan penjelasan tentang penyakit Laras.
"Istri saya sakit apa Dok?"Tanya Zidan cemas.
"Istri Tuan hamil"Ucap Dokter seraya tersenyum.
"Sungguh Dok? Aku akan punya keturunan"Zidan sangat gembira dengan berita mengharukan ini.
"Tapi ada yang harus saya sampaikan kepada Tuan"Ujar Dokter dengan raut wajah redup.
"Apa? Katakan Dok ada apa dengan istri saya?"Zidan mendesak Dokter agar segera memberi tahunya.
"Istri Anda memiliki penyakit serius, nyonya Laras mengidap penyakit paru-paru yang sudah parah"Jelas Dokter.
"Tapi selama ini istriku baik-baik saja Dok!"Ujar Zidan kesal.
"Bisa saja istri tuan menyembunyikan sakitnya karena memang sudah parah dan kemungkinan sudah lama"Ujar Dokter.
Suasana bahagia menjadi air mata ketika kata-kata menyakitkan keluar dari mulut sang Dokter. Zidan tidak tega melihat Laras terbaring lemah dengan satu nyawa dalam perutnya.
__ADS_1
Sementara itu Laras masih tertidur dalam sakitnya, ia tidak menyadari ada malaikat kecil sedang tumbuh dalam perutnya.
"Laras sepertinya sangat lelah, kenapa dia sakit tidak bilang kita ya Mas"Ujar Arumi.
"Aku juga tidak menyangka Laras mengidap penyakit yang serius"Ujarnya. Namun Zidan akan berusaha memberi yang terbaik untuk menyembuhkan penyakit Laras, apalagi ada calon bayi yang sedang tumbuh dalam rahimnya.
Setelah 5 jam Laras berbaring kini ia sudah mulai sadar dan membuka matanya. Laras mulai memanggil nama Zidan dan Arumi. Laras menanyakan kenapa dirinya ada di Rumah sakit.
Zidan memberi tahu kepada Laras tentang kabar bahagianya, Laras yang semula tidak mengetahui merasa penasaran apa kabar bahagia itu.
Arumi perlahan mendekati Laras dan berbicara lirih padanya. Arumi memberi tahu tentang kehamilannya, hal itu membuat air mata Laras perlahan keluar dari pelupuk matanya.
"Aku hamil? Mas akhirnya aku punya anak"Ujar Laras bahagia.
"Iya Laras, aku bahagia sekali"Zidan merasa perjuangannya untuk mendapat anak tidak sia-sia.
"Selamat ya Ras, jaga baik-baik janinmu kamu jangan capek-capek ya, kamu gak boleh masak-masak lagi"Ujar Arumi tersenyum.
"Iya Arumi, semoga habis ini kamu juga hamil aku doakan kita sama-sama punya anak"Ujar Laras tersenyum.
Mereka begitu bahagia, namun Laras tidak mengetahui jika penyakitnya sudah sangat parah, Zidan tidak menjelaskan kepada Laras karena ia masih dalam perawatan dan belum saatnya memberi kabar buruk padanya.
*****
"Kamu habis ini jangan capek-capek, wanita yang sedang hamil muda biasanya rawan keguguran"Ujar Zidan penuh perhatian.
"Iya Mas, aku sangat mencintai janin ini seperti aku mencintai dirimu"Ujar Laras memandang wajah Zidan.
"Kemarin aku divonis mandul, sekarang kamu hamil. Semuanya seperti kado yang sangat istimewa. Aku mencintaimu Laras"Ucap Zidan seraya menggenggam tangan Laras.
"Aku juga mencintaimu Mas"Balasnya.
Bagaimana Laras bisa melewati kehamilannya dengan penyakit yang dideritanya. Ini semua menjadi pukulan tajam untuk Zidan.
"Disaat Tuhan memberi kita keturunan, aku diberi cobaan yang begitu berat. Kamu sakit parah ketika perutmu sudah mulai mengandung nyawa. Aku khawatir dengan keadaan kalian"Batinnya.
*****
Sesampainya dirumah...
__ADS_1
Mereka sampai dirumah, Zidan menuntun Laras keluar dari mobil. Arumi terlihat keluar dan menghampiri mereka. Arumi ikut menggandeng lengan Laras dan menuntunnya masuk kedalam rumah.
"Kalian ngapain sih repot-repot baget, aku kan bisa jalan sendiri"Ujar Laras heran.
"Wanita yang sedang hamil memang harus diperlakukan seperti Putri"Ujar Arumi tersenyum.
Sampainya didepan kamar Laras membuka pintu dan tidak diduga-duga ternyata Arumi dan Zidan memberi kejutan kepada dirinya mereka menghias kamar Laras dengan tema kartun helloKity yang lucu. Laras memang sangat menyukai tokoh helloKity sejak kecil.
"Wah, bagus sekali! Arumi terimakasih ya?"Ujar Laras bahagia.
"Bilang terimakasih sama Mas Zidan juga dong!"Ujar Arumi tersenyum.
"Mas, sekali lagi makasih ya?"Laras memandang Zidan penuh bahagia.
Malam ini mereka bertiga berbalut dengan suasana haru campur bahagia. Tugas selanjutnya adalah menjaga janin Laras agar selalu sehat begitu juga dengan sang Ibu.
Malam semakin larut, kedua istrinya sudah tertidur lelap. Kini tinggal dirinya seorang diri. Menyendiri bersama hembusan angin malam yang mendesak merasuk kedalam tulang rusuknya.
Zidan menatapi gelapnya langit tanpa bintang. Langit yang hitam menggambarkan suasana hatinya yang sedang gundah, berharap sinar bulan akan menerangi hitamnya langit malam ini. Hingga merubahnya menjadi biru ke abu-abuan yang membangkitkan harapan baru pada angan-angannya yang tinggi.
Terlalu lama berada dalam kesendirian membawa perasaannya semakin terpuruk. Zidan memutuskan masuk dan memejamkan matanya diatas ranjang seorang diri.
Tak lama kemudian Zidan mendengar teriakan anak kecil menangis memanggil Ibunya, Zidan lantas terbangun dan melihatnya dari dalam jendela. Terlihat sosok anak kecil meraung memanggil Ibunya yang terus berjalan meninggalkan anak malang itu.
Merasa kasihan dengan anak kecil itu Zidan keluar dan menghampiri anak tersebut dipinggir jalan, Zidan langsung menggendongnya seraya berlari mengejar sang Ibu, namun wanita itu semakin menjauh dan sangat jauh darinya.
Pada akhirnya Zidan kelelahan ia pun terus berteriak berharap Ibu dari anak kecil itu mau menengok namun teriakannya sia-sia. Kemudian tepukan keras sangat terasa pada pundaknya.
"Pukkk!!!"
"Mas, kamu mimpi apa Mas?"Tanya Arumi seraya terus membangunkan Zidan dengan menepuk pundaknya.
"Tidak! Arumi aku baru saja mimpi buruk, aku takut sekali Arumi!"Ujar Zidan seraya bercucuran keringat dinginnya.
"Mas kamu sih tidur tidak berdoa dulu! Makanya kamu mimpi buruk. Sudah tidur lagi jangan lupa berdoa"Ujar Arumi.
"Kamu tidur disini ya?"Ujar Zidan penuh arti.
"Hmm, Iya deh"Gumam Arumi. Lalu mereka berdua tidur bersama.
__ADS_1