
Tak terasa kini Delia sudah sampai dikampung halaman, namun ada satu hal yang membuat Delia takut, bagaimana jika orang tuanya tau tentang pekerjaan yang selama ini ia lakukan di Jakarta, bagaimana jika Ayah dan Ibunya bertanya tentang pekerjaannya? Tentu Delia tidak ingin mereka tau tentang semua itu.
Setelah berjalan cukup jauh Delia sampai di Rumah sederhananya dan langsung mengetuk pintu.
*Tok.. Tok... Tok"
"Aku pulang?" Suara lantang Delia membuat sang Ayah kaget ternyata anak gadisnya sudah pulang.
"Bu, anakmu sudah pulang!"Sambil membawa masuk koper Delia sang Ayah terus memanggil sang Ibu.
"Delia pulang, dimana dia?"Tanya sang Ibu seraya membawa sepiring nasi yang masih dimakannya.
"Ibu, Ayah aku rindu"Delia memeluk kedua orang tuanya penuh kerinduan.
"Del kamu ko sudah pulang Nak?"Tanya sang Ibu seraya membelai rambut anak gadisnya.
"Aku keluar dari kerjaan Bu!"Sambil menatap wajah sang Ibu Delia merasa kasihan.
Delia merasa sudah menjadi anak durhaka ia sudah tega membohongi kedua orang tua yang sudah merawat dan membesarkannya sejak kecil sampai sekarang.
"Kenapa? Apa yang terjadi!"Tanya sang Ibu.
"Tidak apa-apa Bu, aku hanya rindu kalian aku ingin bersama kalian lagi seperti yang dulu"Ucap Delia seraya menangis.
"Iya Del kami juga sama, kami sangat rindu padamu"Ucap sang Ayah.
Rahasia ini sangat menyakitkan untuk Delia, pasalnya sang Ayah mempunyai penyakit jantung yang sewaktu-waktu bisa kumat, ia terpaksa membohongi Ayah dan Ibunya. Namun sampai kapan akan terus disembunyikan?
Hari ini Delia bertemu dengan teman-temannya karena memang sudah lama mereka berpisah."Cieee yang baru pulang dari Jakarta mana oleh-oleh nya?"Ucap Mela.
"Jangan tanya oleh-oleh Mel ,tanya mana calon suaminya"Ucap Hana.
"Kalo aku mau juga banyak kali laki-laki yang mau nikahin aku, oh ya ngomong-ngomong Zaki katanya mau nikah sama Lisa, kapan?"Tanya Delia.
"Udah kali, terlambat si Lo!"Pekik Hana.
"Ohh!"Ucap Delia begitu singkat.
"Cemburu sudah pasti apa lagi Zaki adalah cinta pertamaku! Andai Zaki tidak dijodohkan oleh orang tuanya pasti sekarang aku yang akan menjadi istri Zaki bukan Lisa wanita yang baru ia kenal"Batinnya.
🌻🌻🌻
"Hai Del?"Deni tidak sengaja bertemu Delia di jalan dekat kebun miliknya, Deni adalah teman Zaki.
"Den, sedang apa disitu?"Tanya Delia.
"Aku lagi cari jangkrik untuk mancing ikan kamu mau kemana pagi-pagi jalan sendiri?"Ucap Deni.
"Oh, aku lagi olahraga aja biar bugar, aku jalan dulu ya"Ucap Delia.
Tak diduga pagi itu Delia berpapasan dengan Zaki dan Lisa. Melihat keberadaan mereka Delia langsung memalingkan wajahnya Delia benar-benar sangat cemburu dan sakit hati sedangkan Zaki hanya memandangan lurus dan diam karena merasa takut jika Lisa akan cemburu.
__ADS_1
"Zaki menikahi wanita yang sebelumnya tidak ia cintai tapi kenapa dia seperti bahagia sekali!"Batin Delia seraya terus menengok kebelakang memandangi Zaki dan Lisa yang sedang berjalan bergandengan ternyata Delia belum bisa melupakan Zaki dari hatinya.
Lalu tak berselang lama Delia bertemu lagi dengan Deni namun kali ini Delia yang mendekati Deni untuk sekedar bicara empat mata."Den duduk dulu yuk sebentar aku mau bicara sama kamu?" Ucap Delia seraya mengajak Deni ke tempat yang teduh.
"Ada apa Del?"Tanya Deni.
"Den, Zaki tidak pernah bilang apa-apa sama kamu?"Ucap Delia.
"Maksud nya bilang apa?"Ucap Deni.
"Tentang aku, maksudnya apa dia pernah bilang membenci ku atau apa?"Tanya Delia kembali.
"Zaki tidak pernah bilang apa-apa sama aku!"Ucap Deni seraya terus memegang jangkriknya.
"Oh, ya sudah makasih ya Den! Aku pulang dulu?"Ucap Delia berlalu pergi.
"Aku tau Del, sebenarnya kamu cemburu dengan Zaki asal kamu tau Del sampai sekarang Zaki masih mencintaimu! Aku tidak bilang karena tidak mungkin kamu bersamanya lagi"Batin Deni.
🌻🌻🌻
Malam kabut tanpa purnama tak satupun cahaya bintang yang nampak di langit yang hitam tanpa cahaya bulan yang menerangi. Hati yang sedang gundah gulana malam ini menyendiri seraya memandangi malam yang nampak sunyi dan sepi.
"Kok kamu belum tidur kan sudah malam?"Ucap Zaki seraya membelai rambut Lisa.
"Mas, kamu mikirin apa? Dari tadi ngalamun terus"Ucap Lisa seraya menatap mata Zaki.
"Tidak apa-apa aku hanya sedang mencari angin segar" Senyum tipis Zaki memberi arti kebohongan.
"Mas, kamu mikirin Delia? Tidak mungkin kamu mencari angin jika aku saja kau larang untuk keluar"Ucap Lisa seraya menggenggam tangan zaki.
"Tidak! Apa yang kamu katakan"Ucap Zaki.
"Mas, aku tau hatimu Delia adalah cinta pertamamu katakan saja kau masih mencintainya?"Pandangan Lisa begitu tajam nampaknya Zaki tidak bisa berbohong lagi.
"Lis?"Ucap Zaki sedikit gugup.
"Mas, aku minta maaf ya gara-gara perjodohan ini kamu jadi kehilangan Delia, kamu juga tidak bahagia atas pernikahan ini!"Ucap Lisa sambil meneteskan air mata.
"Siapa yang tidak bahagia! Aku sangat bahagia denganmu, tolong jangan bilang apa-apa lagi. Jagan menangis Lisa!"Ucap Zaki seraya memeluk erat Lisa.
__ADS_1
Dalam lubuk hati Lisa yang paling dalam tidak bisa di pungkiri, bahwa ia benar-benar merasa sangat cemburu melihat sikap suaminya selalu memikirkan Delia yang sudah menjadi masa lalunya itu.
🌻🌻🌻
Pagi harinya...
Tidak seperti biasa pagi ini Lisa merasa mual dan pusing, beberapa kali Lisa muntah dan lemas tidak karuan, seperti orang masuk angin.
"Huek, huek"
"Lis kamu sakit?"Zaki mengkhawatirkan keadaan Lisa yang tiba-tiba berubah menjadi mual.
"Tidak tahu Mas! Rasanya perutku mual sekali" Sambil menutup mulutnya Lisa terus menahan mualnya.
"Kita ke dokter sekarang!"Zaki gugup seraya mencari kunci mobilnya.
"Kamu tenang saja, jangan panik"Ucap Zaki seraya menyetir mobilnya.
"Iya mas sudah enakan" Ucap Lisa.
"Kamu sih dibilangin susah, kalo malem jangan diluar rumah malah keluar!"Ucapnya sewot.
"Ya kan nemenin kamu Mas!"Ucap Lisa seketika membuat Zaki terdiam.
Sesampainya didalam Dokter langsung memeriksa keadaan Lisa."Bagaimana dok Istri saya kenapa?"Tanya cemas Zaki.
"Tidak apa-apa pak, istri Anda baik-baik saja"Ucap Dokter.
"Lalu apa yang membuatnya mual Dok?"Tanya Zaki kembali.
"Istri Bapak sedang hamil, selamat ya Pak, Bu?"Ucap sang Dokter.
"Istri saya hamil? Lisa kamu hamil?"Ucap Zaki penuh haru kebahagiaan.
" Mas, akhirnya kita akan punya momongan ya Mas"Seraya menangis haru, Lisa terus memeluk erat Zaki.
Betapa bahagianya Zaki setelah tau sang istri sedang hamil, sudah lama Zaki mendambakan seorang anak yang lucu dalam Rumah tangganya.
Bersambung....
__ADS_1