Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
37.KEHADIRAN LARAS


__ADS_3

Delia yang pagi itu tidak menemukan Zidan didalam kamar merasa kesal dan membanting pintu kamar Zidan begitu kencangnya.


"Kemana dia! Tidak biasanya Zidan pergi tidak bilang"Ucap Delia. Ia merasa Zidan tidak menghormati dirinya lagi karena pergi tidak bilang padanya.


Delia menelfon Arumi menanyakan keberadaan Zidan namun tidak mengerti, karena ia juga sedang tidak dirumah.


"Hufh, kemana perginya dia!"Ucap Delia sambil memegang ponsel dan berusaha menghubungi Zidan yang sedang dalam perjalanan pulang.


Kemudian Zidan mengangkat telepon sang Ibu sambil mengemudikan mobilnya.


Ia tidak menyadari jika berkendara sambil menelpon sangatlah berbahaya. Apa lagi dalam keadaan mengantuk.


"Aku sedang dijalan Bu"Ucap Zidan kepada Delia.


"Kenapa kau pergi tidak bilang pada Ibu!"Pekik Delia, ia benar-benar marah kepada Zidan.


"Iya Bu maaf, aku akan sampai sebentar lagi"Ucap Zidan sedikit susah mengendalikan mobilnya sambil memegang ponselnya.


"Cepat pulang! Ada yang ingin Ibu bicarakan padamu"Ucap Delia sebelum menutup teleponnya.


"I..ya Bu...!!"Belum selesai menjawab ucapan sang Ibu tiba-tiba ada mobil begitu cepat yang sedikit oleng lalu berbelok ke arah mobilnya, Zidan tidak bisa mengendalikan mobilnya karena sudah terlalu dekat. Ia dan Riko hanya bisa teriak dan menjerit.


"Brakkkkkkk!!!!"Akhirnya mobil mereka saling bertabrakan. Zidan dan Riko hanya mengalami luka ringan, tapi sepertinya Zidan mengenali mobil yang baru saja bertabrakan denganya.


"Rik, itu seperti mobil adiku Arumi!!"Ucap Zidan sambil memegang lengannya yang masih lecet.


"Serius Zi!"Riko menghampiri mobil tersebut disusul oleh Zidan dengan berjalan pelan karena kakinya terasa sakit.


"Dia benar adikmu Zi!"Ucap Riko sambil membantu mengeluarkan Arumi dari dalam mobil. Riko tidak terlalu luka, ia hanya memar sedikit jadi ia ikut menolong Arumi.


"Arumiii!"Zidan khawatir melihat luka Arumi saat hendak dibawa oleh mobil ambulans untuk kerumah sakit.


"Kaka..."Ucap Arumi sangat lemas dan tidak berdaya, ia akan dibawa ke Rumah sakit, lalu Riko dan Zidan meminta izin untuk ikut ke Rumah sakit bersama Arumi.


Sementara itu Delia kaget dengan suara teriakan terakhir Zidan ketika teleponnya tiba-tiba terputus sendiri.


"Ada apa ini, kenapa nomornya tiba-tiba tidak aktif!"Ucap Delia dengan hati tidak enak.

__ADS_1


Delia terus menunggu kepulangan Zidan, sebenarnya malam ini Delia akan dilamar oleh Wisnu. Ia adalah CEO kaya asal Surabaya.


"Malam ini Wisnu akan datang, bagaimana jika Zidan tidak pulang hari ini juga!"Delia bingung kenapa Zidan tidak kunjung sampai di rumah.


Delia terus menunggu dan terus memandangi jam tangannya. Tak berselang lama ia mendapat telepon dari Lisa.


"Del, kamu dirumah?"Tanya Lisa kepada Delia. Lisa ingin memberi tahu Delia jika Arumi dan Zidan baru saja kecelakaan.


"Iya aku dirumah, ada apa ya?"Tanya Delia, karena tidak biasa Lisa menelfon dirinya.


"Arumi kecelakaan Del, dia kecelakaan dengan Zidan, mobil mereka saling bertabrakan sekarang mereka ada di Rumah sakit"Ucap Lisa kepada Delia membuat Delia tiba-tiba kaget.


"Apa! Lalu dirumah sakit mana sekarang, biar aku kesitu!"Ucap Delia langsung panik tidak karuan.


Kemudian Delia langsung pergi ke Rumah sakit yang ditunjuk Lisa. Ia bertemu dengan Zidan tapi keadaan Arumi lebih parah darinya. Pagi tadi Arumi sempat tidak sadarkan diri.


"Zidan, kenapa kau pergi tidak bilang dengan Ibu!"Ucap Delia penuh kesal.


"Maafkan aku Bu"Zidan hanya bisa minta maaf.


"Arumi, kamu baik-baik saja nak"Tanya Delia kepada Arumi yang semakin membaik setelah sadar.


Setelah selesai menjenguk Arumi, Delia menyuruh Zidan dan Riko untuk keluar dan menunggunya di luar kamar. Delia ingin bicara sesuatu dengan Lisa dan Zaki.


"Lis, Mas Zaki sebentar lagi aku akan menikah"Delia memberi tahu tentang pernikahannya dengan Wisnu.


"Menikah, akan menikah kapan?"Tanya Zaki kepada Delia.


"Bulan ini, aku hanya ingin mengundang kalian jika berkenan kalian bisa datang nanti. Ya sudah aku pamit dulu"Delia mengundang mereka kemudian pamit untuk pulang kerumah.


"Del, aku pasti dukung"Ucap Zaki kepada Delia.


"Aku juga Del"Sambung Lisa.


Ketika sampai diluar kamar Zidan dan Riko sudah menunggu. Lalu mereka pulang bersama.


Sesampainya dirumah Delia menyuruh Riko mampir kerumahnya, namun Riko tidak ingin mampir karena akan langsung pulang katanya.

__ADS_1


"Terimakasih ya Rik"Ucap Delia.


Melihat Zidan sedang duduk Delia menghampiri putra angkatnya itu untuk memberi tahu tentang pernikahannya dengan Wisnu.


"Zi"Delia menghampiri Zidan yang sedang duduk sambil mengobati lukanya.


"Em, apa Bu"Tanya Zidan kepada Delia.


"Ibu ingin memberi tahu kepadamu, kalo Ibu sebentar lagi akan menikah dengan Wisnu"Delia memberi tahu agar Zidan mau menerima Wisnu sebagai Ayahnya.


"Wisnu? Aku tidak pernah melihatnya, seperti apa dia"Zidan tidak pernah kenal dengan Wisnu ia takut jika Wisnu bukan laki-laki baik-baik.


"Dia teman Ibu Zi, dia laki-laki baik-baik, Wisnu orang kaya dia Ceo terkenal"Delia meyakinkan Zidan tentang Wisnu calon suaminya.


"Apa mungkin Wisnu yang malam itu datang dan bersama Ibu di dalam kamar!"Batin Zidan merasa benar jika malam itu adalah Wisnu yang datang menemui Ibunya.


"Baiklah, jika Ibu bahagia aku akan menerima"Zidan memberi restu jika sang Ibu ingin menikah lagi.


"Nanti malam Wisnu akan datang kesini, kamu jangan bicara yang aneh denganya, kamu iyakan yang keluarga Wisnu katakan nanti. Ibu siap-siap dulu"Ucap Delia kemudian pergi untuk siap-siap.


"Ibu pikir aku bahagia Bu, tidak Bu!"Batin Zidan, ia hanya mengangguk iya dan pasrah dengan kemauan sang Ibu.


Pukul 8 malam mobil Wisnu terlihat parkir di depan Rumah. Delia sudah siap dan membukakan pintu, sedangkan Zidan sudah dari tadi menunggu Wisnu datang.


"Rupanya mereka sudah datang"Ucap Zidan.


Wisnu datang bersama keluarganya dan anak perempuannya yang bernama Laras 22 tahun, Laras Putri kesayangan Wisnu ia adalah anak satu-satunya dari Wisnu dan Shiren, mereka sudah bercerai sejak Laras masih berumur 7 tahun. Diketahui Wisnu bercerai dengan Shiren karena adanya orang ketiga.


Melihat tamu sudah datang Zidan segera turun dan menemui mereka. Zidan bersikap sopan dan rapih. Ia menghormati tamu yang datang, apa lagi untuk melamar sang Ibu.


Namun tidak disangka, pertemuan pertama ini menumbuhkan rasa dalam hati Laras. Ya, Laras terus memandangi wajah tampan Zidan, rupanya Laras terpesona dengan Zidan pada pandangan pertamanya.


"Tampan sekali, kalo tau gini mending aku saja yang menikah dengan anak Tante Delia!"Ucap Laras dalam hati.


Ia menyesalkan pernikahan Ayahnya, Laras tidak tau jika calon Ibunya mempunyai anak yang sangat tampan dan mempesona.


Kedua belah pihak sudah saling menerima lamaran ini, mereka akan segera menikah. Tapi lain dengan Laras, wajahnya tiba-tiba sangat kusut, ia tidak bahagia atas kebahagiaan Ayahnya.

__ADS_1


Lalu apa yang akan terjadi setelahnya, ikuti terus Novel ini ya😊


Bersambung...


__ADS_2