Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
66.TIDAK BERHASIL


__ADS_3

Ternyata hari ini adalah hari pernikahan Danu dan Maria. Mereka diam-diam akan menikah hari ini. Tiwi mengetahui hal itu dari salah satu sahabatnya yang juga sahabat Danu.


Mendengar Danu akan menikah, Tiwi langsung syok ia membanting semua benda yang ada didekatnya. Menangis meraung-raung dan berteriak sekencang-kencangnya untuk meluapkan emosinya.


Tak lama berselang ponselnya berbunyi, Zidan menelfon Tiwi yang sedang menangis menerima takdir jika Ayah bayi yang dikandungnya akan menikahi wanita lain. Tiwi mengangkat telepon dari Zidan.


"Tiwi kau dimana kita bisa bertemu? Ada yang akan aku bicarakan padamu"Tanya Zidan kepada Tiwi.


"Aku mohon Zidan tolong aku hari ini Danu akan menikah!"Ucap Tiwi kepada Zidan lewat telepon.


"Menikah? Ternyata benar yang dikatakan Arumi! Kau tunggu disitu aku akan datang!"Balas Zidan sebelum ia menutup teleponnya ia pun langsung pergi kerumah Tiwi.


Tiwi mengusap air matanya, berjalan menuju kamar dan bersiap-siap menuju Rumah Danu untuk menggagalkan pernikahannya dengan Maria. Tiwi memandangi dirinya dari dalam cermin terlihat wajah yang sayup. Ia berdandan untuk menutupi kesedihannya namun air matanya terus menetes dan menghilangkan sebagian dari makeup nya.


Bel berbunyi setelah selesai makeup Tiwi mendapat pesan dari Zidan, ia sudah sampai didepan Rumah dan menunggunya. Tiwi mengambil ponsel dan tasnya kemudian turun kelantai satu.


"Zidan Arumi mana, kau sendiri?"Tanya Tiwi kepada Zidan dengan mata sembabnya.


"Aku sendiri, Arumi menjaga Laras. Apa yang akan kau lakukan dengan Danu?"Tanya Zidan kepada Tiwi.


"Aku akan menggagalkan pernikahan Danu dan Maria. Dia itu penipu!!"Tiwi menangis kembali dan meledak emosinya. Ia selalu teringat kelakuan Danu yang tidak bertanggung jawab.


"Tidak baik untuk janin jika wanita yang masih hamil terus menangis!"Jelas Zidan.


"Maafkan aku, jika seorang wanita hanya bisa menangis ketika tertimpa masalah!"Ucap Tiwi kembali.


"Lupakan masalah ini. Kita tidak akan pergi sekarang? Atau nanti jika pernikahan Danu sudah dilaksanakan"Zidan mengingatkan Tiwi kepada janjinya.


"Ya Tuhan!! Ayo kita pergi sekarang sudah hampir terlambat!"Tiwi tidak mau ketinggalan dengan pernikahan Danu. Ia segera pergi dan langsung menarik kasar tangan Zidan menuju mobilnya.


"Aku kira kau tidak sekasar ini!"Ujar Zidan seraya berjalan mengikuti arah Tiwi melangkah.


"Aku akan berbuat apa saja yang aku mau!"Balas Tiwi kembali.


"Ternyata tidak hanya bodoh kau juga sedikit gila!"Pekik Zidan.


"Sepertinya begitu!"Balasnya ketus.


Sampainya di mobil Tiwi langsung membuka dan mendudukan dirinya dengan kokoh. Memakai sabuk pengaman dan menarik nafas dalam-dalam.

__ADS_1


"Jangan sampai kita terlambat, aku mau 10 menit lagi kita sampai disana! Pernikahan Danu akan dilaksanakan 20 menit lagi kau tau itu adalah waktu yang tidak lama!"Jelasnya marah-marah.


"Kenapa kau jadi marah padaku! Aku sudah mau mengantarmu bukankah kau merasa sudah terbantu!"Ujar Zidan ketus.


"Tapi kau tidak juga menyalakan mobilmu! Kita akan menghabiskan waktu jika terus berdebat seperti ini!!"Tiwi kesal dan terus memarahi Zidan.


"Bagaimana mobilku akan melaju, kau lihat didepan ada nenek-nenek yang hendak menyebrang tapi sepertinya dia tidak berani. Lebih baik kau turun dan tuntun nenek itu"Ujar Zidan. Lalu Tiwi turun dan menuntun nenek tersebut untuk menyebrang.


Tiwi kembali lagi kedalam mobil dan mendudukan dirinya kembali.


"Sudah cukup aku tidak mau mendengar apapun lagi! Sekarang aku mau kita datang ke pernikahan Danu!!"Rengek Tiwi.


Zidan melajukan mobilnya memecah jalanan kota, letak Rumah Danu tidak begitu jauh dari rumahnya. Hanya 15 menit dari Rumah.


Pernikahan Danu dan Maria mulai dilaksanakan. Maria sangat cantik dengan balutan gaun pengantin warna putih, pernikahan mereka terkesan mewah terlihat dari tamu undangan yang mayoritas orang kantoran dan pengusaha kaya raya.


Danu dan Maria sudah siap, penghulu sudah mulai membaca makna-makna pernikahan. Para saksi duduk kokoh seraya mendengarkan janji suci mereka. Penghulu menyodorkan tangannya bergenggaman dengan Danu dan memulai pernikahan mereka.


Tiwi dan Zidan sampai didepan Rumah Danu, Tiwi keluar dan langsung lari tapi Zidan mengejarnya lalu menarik lengannya.


"Kau tidak ingat dengan perutmu!!!"Bentak Zidan kepada Tiwi.


"Anakmu lebih penting daripada laki-laki bi4dab yang tidak bertanggung jawab itu!!!"Jelasnya.


Tiwi akhirnya mengikuti ucapan Zidan dan berjalan pelan masuk kedalam.


Tiwi melihat penghulu sedang memulai menikahkan mereka.


"Aku akan kesana!!"Ucap Tiwi kepada Zidan.


"Pergilah, aku akan melihatmu dari sini, jika ada apa-apa denganmu aku akan kesana"Ujar Zidan kepada Tiwi.


Tiwi langsung menghampiri dan membatalkan pernikahan mereka.


"Semua sah?"Tanya penghulu kepada para saksi.


"Tidak sah!!!"


Belum sempat saksi menjawab Tiwi sudah menghalangi pernikahan mereka dan mengacak-acak semua surat yang ada di meja membuat penghulu beranjak dari duduknya lalu berdiri tegang melihat Tiwi datang dan mengacaukan semuanya.

__ADS_1


Tak hanya penghulu yang syok. Maria dan Danu juga berdiri kaget melihat kedatangan Tiwi yang tiba-tiba mengacaukan pernikahannya.


"Apa-apaan ini!!!"Danu membentak Tiwi didepan semua orang yang hadir di pernikahan mereka.


"Laki-laki bangs4t! Aku minta tanggung jawab atas anak ini tapi kau malah menikah dengan wanita lain!"Ujar Tiwi dengan lantangnya.


"Pel4cur murahan!! Kau hamil bukan denganku untuk apa aku bertanggung jawab!!"Jelasnya.


"Awas kau ya laki-laki bangs4t!!"Tiwi melempar Danu dengan gelas kaca dan mengenai jidatnya. Maria yang semula diam merasa emosi dengan sikap Tiwi.


"Pel4cur kurang aj4r!"Maria menghampiri Tiwi dan menampar wajahnya lalu mendorongnya.


Tiwi hampir tersungkur namun salah seorang tamu menangkap tubuhnya yang hampir terpelanting ke lantai.


Disaat itu Zidan datang dan menolong Tiwi. Zidan menghadapi Maria dan Danu dengan membongkar kebohongan Danu selama ini.


"Maria kau tidak sadar, kau sudah menikah dengan laki-laki bej4t yang sudah memeras uang seorang wanita dan uang itu untuk menyenangkan dirimu. dlDia diam-diam menipumu mengaku sebagai pengusaha kaya yang ternyata hanya seorang pengangguran. Dia juga sudah merampas kesucian seorang wanita hingga hamil kemudian dia tinggalkan begitu saja!! Apa tidak ada lagi laki-laki di dunia ini selain laki-laki bej4t seperti dia!!"Ucap Zidan dengan tegas.


Melihat Zidan datang membela Tiwi membuat Danu tertawa dan merasa kebetulan. Kedatangan Zidan diperalat oleh Danu sebagai senjatanya untuk menutupi semua kesalahannya.


"Hahaha. Oh jadi ini laki-laki yang sudah menghamili pel4cur murahan ini! Kau membawa pel4cur ini datang kepadaku memfitnah aku sebagai ayah dari janinnya hanya untuk memeras hartaku!! Kalian benar-benar sangat cerdik hahaha"Danu tertawa puas melihat mereka berdua malu didepan semua orang. Danu benar-benar licik dan pandai mencari alasan.


"Dasar laki-laki bangs4t!!"Merasa sakit hati dan kecewa Tiwi memilih pergi meninggalkan pernikahan Danu dengan perasaan dendamnya.


"Kau pikir setelah ini kau akan hidup bebas? Lihat saja apa yang akan terjadi padamu!!"Ujar Zidan. Lalu Zidan keluar dan menyusul Tiwi yang tiba-tiba pergi begitu saja.


"Lihat mereka, setelah memfitnah aku mereka langsung pergi karena malu hahaha"Ujar Danu puas dan tertawa.


"Kenapa kau tidak kasih dia uang sayang, mungkin dia butuh makan hari ini"Maria terus membela Danu dari kesalahannya.


"Untuk apa, lebih baik uangnya untuk kita bulan madu sayang"Pernikahan Maria dan Danu akhirnya dilaksanakan kembali. Mereka resmi menjadi suami istri.


******


"Kau sudah gila! Apa kata mereka Tiwi? Kita pergi mereka pasti akan menganggap yang dibicarakan Danu itu benar!!"Ujar Zidan kepada Tiwi yang sedang menangis di dalam mobil.


"Aku tidak perduli!! Aku akan balas laki-laki bangs4t itu setelah anak ini lahir!!"Ujar Tiwi mengancam.


Zidan tidak bisa lagi berkata apa-apa, menurutnya kejadian tadi sangat memalukan baginya.

__ADS_1


__ADS_2