
Setelah seminggu berlalu sejak meninggalnya Johan, Delia merasa kesepian dan rindu padanya.
Delia selalu menatapi foto pengantin miliknya bersama Johan, sampai ia tidak bisa menahan air matanya.
"Mas, maafkan aku! Dari awal aku hanya ingin membuat kamu mengakui dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu perbuat, tapi malah kamu meninggalkan aku untuk selamanya."Delia merasa sangat menyesal dan tidak bisa mengembalikan semuanya seperti sebelumnya.
Namun tak lama kemudian perutnya terasa sangat mual dan ingin muntah, Delia merasa sedang masuk angin dan kurang istirahat. Lalu semakin lama perutnya malah terasa nyeri dan pegal. Untuk memastikan sakit apa Delia pergi ke Dokter.
Sesampainya disana Delia mulai diperiksa oleh Dokter."Dok apa sakit perutku ini berbahaya?"Tanya Delia dengan cemas.
"Tidak Bu! Justru semua ini sangat baik."Ucap sang Dokter.
"Baik! Tapi perutku sakit kenapa Dokter bilang baik?"Delia bertanya lagi kepada sang Dokter karena merasa penasaran.
"Ibu baik-baik saja, justru sakit Ibu karena sedang hamil"Ucap sang Dokter.
Mendengar pernyataan sang Dokter membuat Delia sangat bahagia, sebelumnya ia dan Johan sudah lama menunggu sang buah hati hadir dalam hidupnya. Namun tidak seperti yang dia pikirkan anak itu bukanlah anak dari Johan!!!
"Bu, jagan banyak gerak dan capek ya soalnya janin ibu masih muda baru 2 Minggu."Ucap sang Dokter sambil membuatkan resep obat untuk Delia.
Tak disangka! Setelah mendengar kembali pernyataan Dokter membuat Delia berhenti tersenyum. Ya ternyata usia kandungannya baru 2 Minggu, padahal terakhir ia berhubungan dengan Johan sudah 2 bulan yang lalu! Seharusnya usia kandungannya sekarang sudah lebih dari satu bulan.
"Lalu jika ini bukan anak Mas Johan terus anak siapa..?"Delia tidak percaya dengan semua ini.
Sampai pada saat ia berjalan pulang dan menaiki Taxi ia teringat dengan kejadian. yang pernah dirinya alami.
"Aku pernah melakukan hubungan itu dengan Zaki waktu dipuncak! Dan itu 2 bulan yang lalu, sejak kejadian itu Mas Johan tidak mau tidur denganku lagi. Lalu anak ini...Anak ini anak Zaki!!! Ya ini anak Zaki!!!"Ucap Delia dengan penuh keyakinan dan merasa kesal kemudian menangis.
Sampainya dirumah tubuhnya terasa tidak berdaya dan tidak ada rasa bahagia lagi. kini yang ada hanyalah rasa malu dan bingung. Lalu bagaimana dengan anak yang ada dalam kandungannya jika Zaki tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya!
Aku tidak bisa membiarkan semua ini! Perutku semakin lama pasti akan semakin membesar, bagaimana jika orang melihatku hamil tanpa seorang suami! Dan jika aku harus mengakui ini anak Johan pasti Zaki tidak mau bertanggung jawab!!"Ucap Delia penuh emosi.
Karena tidak bisa menahan amarahnya Delia langsung pergi kerumah Zaki dan akan memberi tahu tentang kehamilannya kepada Zaki. Delia tidak perduli jika Lisa akan menolaknya karena memang semua ini salah Zaki.
Dengan perasaan kesal bercampur marah Delia terus meremas jarinya sepanjang perjalanan, dia benar-benar marah dan benci dengan Zaki.
"Aku benar-benar benci!!! Kenapa aku harus mengandung anakmu! Dulu kamu meninggalkan aku dan kemarin kau rusak Rumah tanggaku, sekarang kau membuatku menderita seperti ini!!!"Kekesalan Delia sudah mencapai puncaknya sampai tidak perduli sopir Taxi mendengar ucapannya.
__ADS_1
Setelah sampai Delia turun dari Taxi, lalu Delia berjalan begitu cepat dan langsung masuk ke dalam Rumah Lisa tanpa mengetuk pintu rumahnya.
Ternyata saat itu Zaki sedang duduk santai bersama Lisa sambil mengelus perut buncit sang istri.
"Enak ya!"Ucap Delia begitu datang tiba-tiba seperti hantu.
"Del, kamu kesini ko tidak bilang-bilang? Oh ya tadi kamu ketuk pintu ya. Em maaf ya Del mungkin kita tidak mendengar kamu ketuk pintu."Ucap Lisa sambil tersenyum tanpa tau alasan Delia datang tiba-tiba kerumahnya.
"Aku memang sengaja datang dan aku juga sengaja masuk tanpa mengetuk pintu!!"Ucap Delia sedikit ketus dan memandang tajam.
"Del, maksud kamu apa??"Tanya Lisa heran.
"Del, ada apa ini??"Tanya Zaki juga keheranan melihat sikap aneh Delia.
"Aku kesini hanya ingin memberi tahumu laki-laki pengecut!"Ucap Delia kepada Zaki.
"Laki-laki pengecut apa Del!"Zaki tidak tahu apa maksud Delia memanggilnya laki-laki pengecut.
"Mas, ada apa ini!!!"Sambung Lisa.
"Kalian mau tahu kenapa aku datang kesini!!!"Ucap Delia sangat lantang.
"Ya sudah katakan saja!!"Balas Lisa.
"Aku hanya ada keperluan dengan suamimu!!"Delia semakin membuat Lisa dan Zaki penasaran.
"Apa katakan saja, untuk apa kau terus marah-marah disini!!"Ucap Zaki kepada Delia.
"Aku marah-marah karena kau sudah menghamiliku!!! Dan aku minta pertanggungjawaban darimu laki-laki pengecut!!!"Bentak Delia untuk Zaki sangat keras dan lantang.
Pernyataan Delia membuat Lisa menangis histeris dan memberontak!!! Dia sangat kecewa dengan Zaki dan juga Delia. Lisa juga sedang hamil anak Zaki.
"Kalian benar-benar keterlaluan!!!"Teriak Lisa membuat Zaki tertunduk di bawah kaki Lisa dan menangis.
"Aku minta maaf Lisa! Aku memang bukan laki-laki baik, aku juga bukan seorang suami yang baik!! Aku pecundang Lisa, aku pecundang!!!"Ucap Zaki dengan bercucuran air mata sambil terus tertunduk dibawah kaki Lisa.
"Mas, bangun Mas!!!"Lisa menarik Zaki dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Melihat mereka begitu saling mencintai membuat Delia sadar dari kekhilafan yang baru saja terjadi. Ia benar-benar tidak sadar sudah lancang begitu saja. Seharusnya semua itu dibicarakan baik-baik bukan dengan emosi.
"Maafkan aku!!"Tubuh Delia tiba-tiba lemas lalu pingsan terkulai di lantai.
Melihat Delia pingsan Lisa dan Zaki langsung panik, kemudian mereka memindah Delia ke atas sofa.
"Mas, ambil minyak angin!!!"Lisa sangat panik tidak karuan.
"Ambil ini!!!"Ucap Zaki.
"Del, bangun!!! Del!"Lisa terus membangunkan Delia agar cepat sadar.
Lisa dan Zaki terus berusaha menyadarkan Delia dengan berbagai cara.
Setelah 15 menit Delia sadar dan membuka matanya. seketika Delia menangis dan langsung memeluk Lisa.
"Lisa!"Delia begitu sangat nyaman dalam pelukan Lisa.
"Aku tahu ini berat untukmu Del! Tapi semua ini juga begitu berat untuku!!!"Ucap Lisa sampai membuat Zaki merasa sakit karena merasa dirinya adalah seorang pecundang.
"Lalu aku harus bagaimana Lis!"Delia bingung harus bagaimana.
"Aku akan menerimamu Del! Mulai sekarang aku akan menerimamu dan aku akan menjadi saksi atas pernikahanmu dengan suamiku!!!"Ucap Lisa dengan berat hati.
"Lisa!!!!"Zaki memberi isyarat untuk tidak melakukan itu.
"Tapi kau harus bertanggungjawab Mas!!!!"Lisa membentak Zaki.
"Tapi Lisa!!"Zaki tidak sanggup melakukan pernikahan itu.
"Aku tidak mau mendengar apa-apa lagi!!! Semua ini mauku dan kamu Mas! Secepat mungkin kamu harus menikahi Delia!!!"Ucap Lisa begitu tegas kepada Zaki.
Sementara itu Delia hanya terdiam tanpa kata. Dia merasa mendapat keadilan atas kehamilannya, dan sebentar lagi ia akan menikah dengan Zaki mantan pacar sekaligus suami sang teman.
Seperti apa kelanjutannya terus baca Novel ini ya 😊 Semoga kalian semua sehat dan panjang umur😄
Bersambung....
__ADS_1