
Indahnya bulan malam ini membuat Delia rindu akan sosok Ibu dan Ayahnya. Angin meniup rambut panjang Delia seketika membuat dirinya terbawa dalam mimpi sekejap. Dalam bayangan terlihat Ibu dan Ayah sedang menggendong cucu kecil dan di ciumnya pipi mungil itu, mereka terlihat sangat bahagia. Sampai Delia terbangun dari mimpi, dia tidak sadar ternyata dia tertidur di atas rumput hijau, yang membawanya kedalam mimpi indah malam ini.
Malam ini benar-benar sunyi, mungkin surga tempat orang tuanya kini lebih indah dan damai. Benar-benar malam yang membuat rindu akan kedamaian. Saat sedang memandangi bulan tiba-tiba perut terasa mual dan pusing.
"Mas johan! Mas perutku mual aduhh!"Teriak Delia sambil memegang perutnya.
"Ada apa teriak-teriak!"Ucap Johan yang masih mengenakan sarung karena kedinginan
"Mas aku hamil!" Ucap Delia kegirangan.
"kamu hamil Del, dari mana kamu tau?" Tanya Johan sambil memegang perut Delia.
"Ya tau lah kan aku mual!" Pekik Delia sambil menginjak kaki Johan.
"Kamu dari tadi angin-anginan siapa tau kamu..."Belum selesai bicara Delia memotong pembicaraan Johan.
"Mas aku ngidam hehe" Ucap Delia sambil mengelus-elus perutnya.
"Ya sudah kita ke dokter dulu yuk istriku tersayang"Akal-akalan Johan saja untuk memeriksakan Delia ke dokter.
"Tapi habis itu aku ngidam bakso pedas ya Mas"Ucap Delia sambil memegang menjilati bibirnya karena ngiler.
"Hmmm, istriku komplong masuk angin pake ngidam segala!"Batin Johan melihat tingkah konyol Delia.
Johan segera membawa delia ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa, sementara mereka sedang dalam perjalanan Delia terus mual dan sesekali muntah.
"Mas mual! "Ucap Delia sambil menutup mulutnya.
"Mual ya sabar, jangan muntahin di mobil Sebentar lagi juga sampai "Ucap Johan sambil menggaruk kepalanya.
"Tapi Mual banget Mas, pinggang ku juga sakit aduhh"Saking bawelnya Johan tidak mau mendengarkan ucapan Delia.
Sampainya di Puskesmas Delia langsung dibawa ke kamar pemeriksaan, sementara itu Johan terus menemani Delia.
"Dok tolong istri saya dari tadi mual-mual Dok"Ucap Johan sambil menemani Delia.
"Maksud Mas Johan, saya hamil ko mual-mual terus Dok"Sambung Delia sambil terus mengelus-elus perutnya.
"Suttt! Diam"Pekik Johan menyenggol Delia.
"Biar saya periksa dulu ya Pak istrinya"Ucap Dokter sambil menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Silahkan Dok" Ucap Johan. Kemudian Delia di periksa oleh Dokter.
"Pak sepertinya Ibu Delia sudah telat m..."Belum selesai bicara Delia menerobos pembicaraan Dokter.
"Iya Dok sudah dua Minggu saya telat menstruasi"Ucap Delia sambil tersenyum-senyum.
"Nanti dirumah langsung makan ya Pak biar Masu...."Lagi-lagi pembicaraan Dokter di potong Delia.
"Tuh kan Mas, aku disuruh makan yang banyak biar bayi kita sehat. Pulang dari sini kita makan bakso pedas yuk"Ucapan Delia membuat Johan sangat malu dengan Dokter.
"Delia! Dengarkan dulu Dokter mau bicara!"Pekik Johan sambil mencubit lengan Delia.
"Ah! Iya Mas maaf" Delia benar-benar sudah membuat Johan kesal dengan sikapnya di depan Dokter.
"Maaf ya Pak! Istri Anda hanya masuk angin biasa, jadi sekarang juga kalian boleh pulang dari sini!" Pekik Dokter sambil memberi obat untuk Delia agar mereka segera pergi.
"Baik Dok, terimakasih"Ucap Johan berlalu pergi.
"Mas aku tidak hamil ya" Ucap Delia sambil berjalan menuju mobil.
"Kamu tidak hamil, tapi mengandung!"Pekik Johan sambil memalingkan wajahnya ke depan.
"Iya kamu mengandung! Alias mengandung malu!"Pekik Johan sambil melotot ke mata Delia.
"Hehe mas Johan. Mas aku ngaku deh, aku memang mengandung malu"Delia mengandeng tangan Johan sambil berjalan menuju mobil. Sang suami hanya terdiam dan memalingkan wajahnya dari Delia.
Sampainya di dalam mobil tiba-tiba Johan mendapat telfon beberapa kali dari Siska. Lalu Johan keluar sebentar dan meninggalkan Delia yang saat itu masih berada di dalam mobil.
"Ada apa kamu telfon aku! kamu itu wanita bodoh kemarin kamu sudah menggoda aku!"Ucap Johan kepada Siska sambil melihat ke arah Delia yang masih menunggunya.
"Jo,kamu nanti kesini ya"Siska menyuruh Johan datang ke Rumahnya.
"Untuk apa aku kesitu!"Ucap Johan lalu mematikan panggilannya dengan Siska dan kembali ke dalam mobil.
"Mas kamu dari mana saja! Bukannya kamu disini nungguin aku"Ucap Delia sambil memegang dagunya.
"Emang kamu Kenapa?"Tanya Johan sambil memakai sabuk pengaman.
"Masuk angin"Ucap Delia sambil tersenyum.
"Hmmmmm...Aku sudah tidak sabar lagi!"Ucap Johan sambil menarik nafas panjang.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Malam harinya...
Malam ini Siska datang ke Rumah Delia, sebenarnya dirinya datang ke Rumah Delia hanya untuk bisa bertemu dengan Johan. Ada hal penting yang harus di katakan Siska. Tapi tidak segampang itu, bagaimana jika nanti Delia sampai curiga.
"Oh iya Sis, kamu kapan nikah?"Tanya Delia sambil menyuguhkan secangkir teh hangat.
"Nikah sama siapa Del!"Siska merasa malu karena dirinya belum juga menikah seperti Delia.
"Jangan lama-lama nanti jadi perawan tua lho"Sindir Delia.
"Sialan! Delia sepertinya nyindir aku!"Batin Siska sambil memalingkan wajahnya.
"Sut! Ko diam"Teluk Delia.
"Asal kamu tau ya Del, aku belum nikah bukan karena tidak laku tapi karena laki-laki jaman sekarang itu tidak ada yang setia!"Pekik Siska.
"Tidak semua Sis, buktinya Mas Johan. Dia sangat setia padaku" Ucap Delia penuh kekaguman.
"Masa! Sih" Pekik Siska sambil mengejeknya.
"Lho Kenapa kamu tidak percaya!" Delia terpancing emosi oleh jawaban Siska.
"Ya tidak lah! Kemarin aja Mas Johan ke Rumah ku terus kita...."Belum selesai bicara Johan muncul dari arah belakang.
"Apa maksud kamu bilang begitu! Dasar wanita bodoh!" Ucap Johan sambil mengepal tangannya, ternyata sudah dari tadi johan menguping pembicaraan mereka.
"Mas kamu tenang dulu Siska belum selesai bicara"Pekik Delia sambil memandang tajam mata Siska.
"Suruh wanita bodoh itu pulang sekarang! Suruh dia pulang!"Teriak Johan sambil mengacungkan jari ke arah Siska.
"Tanpa kamu teriak untuk mengusir aku dari sini, aku juga akan pergi dari sini! Untuk apa aku berlama-lama di sini, kamu itu suami tidak tau diri!"Ucap Siska berlalu pergi.
"Siska tunggu!" Delia berusaha mengejar Siska karena masih penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh Siska tadi.
"Stop Delia!"Teriak Johan penuh amarah.
Tidak bisa berbuat banyak Delia berhenti mengejar Siska, Melihat sikap Johan dan Siska membuat Delia curiga dengan Johan. Apa yang mereka lakukan waktu itu? Masih menjadi tanda tanya untuk Delia.
Bersambung...
__ADS_1