
Tak terasa pernikahan Arumi sudah didepan mata, persis hari ini arumi akan melangsungkan pernikahannya dengan Wandi. Namun tak hanya Arumi saja tapi hari ini juga hari dimana Zidan akan menikah dengan Laras.
Pernikahan mewah Arumi sudah terbentang didepan mata dekor yang mewah dengan nuansa putih membuat damai siapa saja yang hadir dalam acara pernikahan mewah itu.
Arumi sangat cantik dengan balutan kebaya pengantin berwarna gold penuh bunga, dengan sanggul adat solo modern yang membuatnya terlihat sangat anggun dan cantik. Arumi memang keturunan Jawa sehingga Zaki memilih pernikahan putrinya itu memakai adat Jawa yang kental dan sakral namun mewah.
Seraya menunggu calon suami yang masih dalam perjalanan Arumi lebih dulu melayani permintaan saudara-saudaranya yang ingin meminta foto pada dirinya, ia bak artis ternama hari ini.
Arumi menoleh kearah jam dinding sudah hampir 2 jam Wandi belum datang padahal acara pernikahan akan dilaksanakan kurang dari 1 jam lagi, Arumi mencoba mencari ponselnya ia mencari seraya berlari dimana ia menaruh ponselnya Arumi mencari kemana-mana seperti nya ia lupa menaruhnya.
Namun sebenarnya yang terjadi adalah.
Wandi kecelakaan ketika sedang dalam perjalanan menuju Rumah Arumi, kedua orang tuanya beserta sanak saudaranya semua selamat namun nahas Wandi meninggal dalam kecelakaan yang merenggut nyawanya tersebut.
Pagi itu mobil yang ditumpanginya pecah ban kemudian oleng, mobil tersebut menabrak pohon yang mengakibatkan Wandi meninggal dunia.
Sanita berusaha menelfon Arumi namun tidak diangkat sampai beberapa kali panggilannya tidak terjawab, lalu Sanita mencoba memberi pesan singkat kepada Arumi ia juga memberi tahu kepada Arumi tentang kejadian yang terjadi dan membatalkan pernikahannya.
Ternyata ponsel Arumi ketinggalan di butik, pantas saja Arumi tidak menemukan ponselnya dirumah. Arumi mencoba menunggu setengah jam lagi, ia harap pernikahannya berjalan dengan lancar dan baik.
"Rum Wandi masih lama?"Tanya Lisa.
"Aku tidak tahu Ma, sebentar lagi mungkin"Ucap Arumi seraya khawatir.
"Perasaan Mama kok gak enak ya?"Ucap Lisa.
"Iya Ma, aku juga gitu"Balas Arumi.
__ADS_1
"Ya sudah Mama kebelakang dulu"Ucap Lisa kemudian pergi meninggalkan Arumi.
Arumi semakin khawatir dan bingung, ia mencoba keluar rumah seraya memandangi sudut jalanan, namun belum terlihat apa-apa hanya tamu undangan yang terlihat berdatangan untuk menyaksikan pernikahan yang dianggapnya seumur hidup sekali ini.
Pikirannya semakin kalut, keringatnya mulai bercucuran. Mobil iring-iringan yang ia tunggu-tunggu belum juga nampak didepan mata, hatinya selalu berkata ada apa sebenarnya kenapa Wandi belum juga datang padahal acara pernikahan akan segera dimulai.
Tak lama kemudian Lisa datang menghampiri Arumi yang sedang kokoh berdiri dipinggir jalan seraya terus berharap semua akan baik-baik saja. Lisa datang dan menyuruh anak putrinya itu untuk segera menelfon Wandi, karena penghulu sudah datang untuk menikahkan mereka.
"Ma, aku tidak bisa menghubungi Wandi karena ponselku tertinggal dibutik? Bagaimana jika terjadi apa-apa Ma!"Ucap Arumi seraya cemas.
"Tenang Rum semua akan baik-baik saja!"Ucap Lisa seraya memegang pundak Arumi.
Kemudian salah seorang pria datang menghampiri Arumi yang tengah berdiri bersama sang Mama. Pria tinggi kulit hitam dengan rambut pirang datang bersama dua orang pria lainya, mukanya tegang dan bibirnya gugup tiga pria itu berjajar dan saling memandang satu sama lain lalu pria yang berada disebelah kanan mulai berbicara.
Ternyata tiga pria tersebut adalah karyawan Papa Wandi yang pada saat itu ikut mengiringi Wandi ke acara pernikahan, namun tak disangka semua akan menjadi seperti ini.
"Bicara apa cepat bicara sekarang?"Tanya Arumi begitu tidak sabarnya.
"Saya ingin memberi tahu Non Arumi mobil Tuan Wandi kecelakaan dan tidak bisa melangsungkan pernikahan karena Tuan Wandi meninggal dunia!"Ucap pria tersebut seraya menundukkan kepalanya.
Bak tersambar petir tanpa hujan dada Arumi tiba-tiba berdebar kencang dan hatinya hancur! Ia tidak percaya dengan apa yang telinganya dengar siang itu. Hari pengantin yang seharusnya menjadi kebahagiaan malah menjadi duka cita yang mendalam untuk Arumi.
"Apa yang kau katakan! Mana buktinya jika Mas Wandi meninggal dunia?"Ucap Arumi seraya mengacungkan jari telunjuknya kepada pria tersebut.
__ADS_1
"Saya punya fotonya, ini foto tuan Wandi"Pria itu memperlihatkan foto Wandi yang sudah tidak berdaya.
Arumi begitu histeris tak menyangka, namun tidak hanya Arumi Lisa juga tidak bisa mengendalikan dirinya melihat kenyataan pahit sehingga membuatnya jatuh pingsan tak berdaya. Melihat sang Mama pingsan Arumi berteriak memanggil sang Papa.
Tak lama kemudian Zaki datang dan mengetahui semua yang terjadi pada calon mantunya itu, ia langsung memeluk Arumi begitu erat berharap putri cantiknya berhenti menangis, namun suara tangisan mereka justru membuat para tamu undangan penasaran dan berdatangan tamu undangan saling bertanya satu sama lain, apa sebenarnya yang terjadi kepada Arumi.
Berita meninggalnya Wandi sudah sampai ke telinga Delia, bahkan Delia sudan memberi tahu Laras Wisnu dan Zidan. Siang itu Laras sudah siap untuk melakukan pernikahan dengan Zidan namun pernikahan mereka akan dilakukan 2 jam lagi.
Zidan yang saat itu baru sampai dirumah Laras langsung kaget mendengar kabar Wandi kecelakaan dan meninggal dunia. Zidan menarik tangan sang Ibu jauh dari ruang utama untuk bicara empat mata dengannya."Lalu bagaimana dengan Arumi Bu? Bagaimana dengan pernikahannya?"Tanya Zidan lirih kepada Delia.
"Ibu juga belum tau Zi, kasian sekali Arumi"Ucap Delia.
"Aku harus kesana Bu!"Ucap Zidan.
"Kesana untuk apa?"Tanya Delia.
"Aku harus memastikan pernikahan Arumi berjalan lancar!"Ucap Zidan.
"Apa yang akan kau lakukan?"Ucap Delia kembali.
"Aku akan menikahinya!"Ucap Zidan dengan jelas.
"Lalu bagaimana dengan Laras!"Ucap Delia keras.
"Aku tidak mencintainya!"Ucap Zidan kembali.
Delia terdiam dan tercengang dengan ucapan Zidan, bagaimana tidak! Zidan nekat ingin menikahi Arumi dan meninggalkan pernikahannya dengan Laras. Matanya seketika berkaca-kaca ia sadar semua ini atas dasar kasihan dan paksaan dirinya kepada Zidan.
Zidan segera pergi dari Rumah Laras menuju Rumah Arumi, kepergiannya tidak terlihat oleh Laras pernikahan mewah yang sudah ia pesan jauh-jauh hari kini ditinggalkan begitu saja! Ia lebih memilih Arumi daripada Laras.
Laras terlihat sedang membawa segelas minuman segar berwarna kuning manis, ia seperti sedang mencari kebenaran Zidan.
Ternyata minuman itu untuk calon suami khayalannya yang saat ini sudah jauh meninggalkannya dan pernikahannya.
"Laras pasti sedang mencari Zidan pasti dia akan bertanya padaku, apa yang akan aku katakan kepada Laras bagaimana jika Mas Wisnu juga bertanya padaku?"Batin Delia.
"Bu dimana Mas Zidan?"Tanya Laras kepada Delia.
"Kau cari saja siapa tau ada diluar"Ucap Delia seraya memalingkan wajahnya.
"Ada apa ini? Kenapa Ibu memalingkan wajahnya dariku? Matanya seperti berkaca-kaca"Batin Laras.
__ADS_1
Bersambung...