
Namun setelah dipertimbangkan matang-matang, Zaki yakin akan menceraikan Delia.
Siang ini Zaki sudah selesai mengurus semua berkas untuk menceraikan Delia. Ia tidak perduli lagi dengan hal apapun yang akan membuatnya ragu. Kini ia benar-benar sudah mantap untuk menceraikan istri mudanya itu.
"Del?"Sapa Zaki ketika masuk ke Rumah Delia tanpa mengetuk pintu.
"Mas Zaki, sini Mas masuk. Kok kamu tidak bilang-bilang mau kesini"Ucap Delia sambil tiduran di sofa.
"Aku kesini hanya sebentar, aku kesini ingin memberikan ini padamu!"Zaki melempar berkas perceraian di atas sofa.
Hal itu membuat Delia merasa kaget, kertas apa yang Zaki lempar begitu saja.
"Mas, apa ini! Surat apa ini!!"Ucap Delia dengan kagetnya.
"Kau baca saja sendiri!"Ucap Zaki begitu singkat.
"Surat pengadilan? Apa maksudmu!!!"Pekik Delia.
"Ya, kau sudah tahu kan. Kalo begitu Selasa depan kau datang ke pengadilan untuk menyelesaikan perceraian kita!!!"Zaki begitu tegas tanpa ragu ketika berbicara Delia.
"Kau... Dasar laki-laki bang**at. Segampang itu kau menceraikanku begitu saja!!!"Delia begitu marah dan sangat emosi dengan Zaki yang tiba-tiba datang hanya untuk memberi surat perceraian.
"Aku menikahimu hanya karena terpaksa kau tau itu!!!"Teriak Zaki membuat suasana semakin memanas.
"Oh, jadi kau lebih memilih Lisa daripada aku!!"Ucap Delia dengan tegas.
"Ya, karena hanya Lisa satu-satunya istriku!"Ucap Zaki begitu lantang.
Mendengar ucapan Zaki yang selalu membela Lisa membuat Delia semakin dendam dengan Lisa dan Zaki.
"Baiklah aku terima perceraian ini!!!"Delia menerima perceraian ini namun rencananya akan tetap berjalan, bahkan ia akan semakin kejam dengan keluarga Lisa dan Zaki.
"Oke, kau datang Selasa depan jangan lupa"Ucap Zaki kemudian pergi dari Rumah Delia.
Setelah pulang dari Rumah Delia Zaki begitu rindu dengan Arumi. Ia menghampiri Arumi yang tengah tidur lelap sambil memegang boneka kecil yang dibelikan olehnya. Ia terus menatapi putri kecilnya itu.
__ADS_1
Tidak terasa padangan Zaki kepada Arumi seketika berubah menjadi sosok Arumi dewasa. Arumi kini berusia 20 tahun. Ia tumbuh begitu cantik dan anggun, rambut ikal hitam sebahu dengan kulit putih bersih, Arumi begitu cantik.
Lalu Lisa masuk kedalam kamar dengan perasaan yang sama, ia menatapi putrinya yang masih tertidur begitu cepat hari-hari yang sudah mereka lewati sampai Arumi kini dewasa.
Karena takut mengganggu Arumi, Lisa mengajak Zaki keluar dari kamar untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke Kantor.
"Ma, sedang apa?"Tanya Arumi kepada Lisa yang sedang sibuk bermain laptopnya.
"Rumi, Mama sedang mengerjakan pekerjaan kantor Papamu. Baru saja Papamu berangkat ke Kantor"Ucap Lisa kepada Arumi yang sedang bersiap untuk pergi kuliah.
"Semangat Ma"Ucap Arumi sambil mencium pipi Lisa penuh semangat saat hendak berangkat kuliah.
Sampainya di kampus Arumi mendekati seorang pria tampan berkulit putih dengan tubuh tinggi yang sedang duduk sendiri di taman kampus pria itu adalah Zidan, ia adalah kakak Arumi anak Delia. Mereka lain dengan orang tuanya, Arumi dan Zidan begitu akrab dan saling menyayangi.
"Kak, kok sendiri?"Tanya Arumi kepada Zidan.
"Iya, kakak sedang membaca Novel berbagi suami dengan sahabat, ya sambil nunggu kelas masuk aja"Ucap Zidan kepada Arumi.
"Wah seru dong kak, yaudah Arumi masuk dulu"Lalu Arumi pergi masuk kedalam kelas.
Namun secara perlahan Delia akan memberi tahu yang sebenarnya kepada Zidan siapa dia sebenarnya, sejak dulu Delia menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu semuanya, yaitu sesudah Zidan dewasa.
Sore ini Zidan pulang dari kampus langsung mencari sang Ibu hanya untuk sekedar mencium tangannya. Zidan sangat sayang dengan Delia walaupun dia bukan Ibu kandungannya.
"Bu, aku pulang"Ucap Zidan sambil mencium tangan Delia.
"Sudah pulang kamu nak"Sejak Zidan bayi Delia memperlakukan Zidan dengan sangat lembut, ia memberikan kasih sayangnya semuanya untuk Zidan.
Sore ini adalah waktu yang pas untuk membuka semua rahasia yang telah lama Delia pendam. Namun ia tidak akan memberi tahu semua itu kepada Zaki maupun Lisa, apa lagi Arumi.
"Zi"Delia menghampiri Zidan yang sedang santai sambil menonton TV.
"Bu, ada apa?"Tanya Zidan dengan lembut.
"Zi, Ibu ingin bicara sesuatu yang sangat penting padamu nak, tapi semua ini hanya kamu dan Ibu saja yang tahu"Ucap Delia sedikit menggenggam tangan Zidan.
__ADS_1
"Katakan Bu ada apa?"Zidan begitu penasaran apa yang akan dikatakan sang ibu padanya.
Kemudian Delia menceritakan semua dengan berlinang air mata. Zidan begitu terpukul dengan semua ini, ia tidak menyangka jika sosok wanita yang merawatnya penuh kasih sayang bukanlah Ibu kandungnya sendiri.
Delia mencoba menjelaskan alasan dibalik semua ini. Setelah semua sudah selesai dijelaskan Zidan tiba-tiba ngotot ingin bertemu orang tua kandungnya, namun ternyata orang tuanya sudah meninggal. Benar-benar bak teriris pisau ketika mendengar kenyataan pahit bercampur perihnya luka tersiram air garam.
"Bu, kenapa aku harus tahu setelah aku sudah dewasa!"Zidan terus menangis dengan kenyataan pahit ini. Sesekali Zidan memukul kepalanya sendiri dengan kepalan tangannya.
"Semua ini kemauan Ibu bapakmu nak!"Delia tidak kuat menahan perihnya luka Zidan. Ia ikut merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dia cintai.
"Ternyata aku bukan kakak Arumi Bu, aku bukan anak Papah Zaki"Ucap Zidan kepada Delia.
"Zi, kamu jangan beri tahu mereka tentang semua ini! Ibu tidak mau mereka tahu yang sebenarnya!"Ucap Delia dengan mata tajamnya.
"Kenapa?"Tanya Zidan.
"Karena Ibu akan balas dendam dengan mereka!"Delia membuka rencananya untuk membalaskan dendamnya dengan keluarga Zaki. Namun mendengar hal itu membuat Zidan merasa tidak setuju.
"Untuk apa Bu!! Itu hal jahat untuk apa Ibu seperti itu!!"Zidan merasa keberatan dengan sikap Delia.
"Karena dulu Ibu hamil anak Zaki, setelah itu suami Ibu meninggal karena Zaki. Tidak lama Ibu keguguran dan setelah itu Ibu diceraikan!! Bagaimana perasaanmu! Apa kamu tidak ingin hanya sekedar balas budi dengan Ibu!!!"Delia teriak dengan penuh kemarahan membuat Zidan tahu segalanya, rahasia yang sudah disembunyikan oleh Delia.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membalas semuanya! Jika aku harus balas budi lalu apa yang Ibu mau dariku!!"Zidan mempersilahkan Delia untuk meminta sesuatu darinya.
"Ibu mau kau masuk kedalam keluarga Arumi dan kau ambil semua hartanya!!!!"Seketika jantung Zidan seakan meledak mendengar permintaan Delia yang tidak masuk akal dan sangat keterlaluan itu.
"Bu! Tapi aku tidak mungkin menyakiti mereka, mereka sangat baik padaku dan aku juga sangat menyayangi Arumi!!!"Ucap Zidan kepada Delia.
"Tapi mereka menyakiti Ibu!!!!"Ucap Delia begitu lantang dan langsung pergi dari hadapan Zidan.
Hati Zidan begitu retak dan hancur. Ia harus memilih siapa sedangkan keluarga Arumi semua begitu baik padanya, tapi sang Ibu menyuruhnya untuk menghancurkan keluarga Arumi.
"Aku tidak mungkin membela yang salah! Aku juga tidak mungkin menghancurkan yang benar! Aku harus menyelesaikan ini semua dengan kebenaran!!!"Batin Zidan.
Zidan tidak akan segampang itu mengikuti kemauan Delia. Ia akan menyelesaikan masalah ini dengan caranya sendiri, siapa yang salah semua akan terlihat didepan matanya sendiri suatu hari nanti.
__ADS_1
Bersambung...