Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
32.SAMA-SAMA MELAHIRKAN


__ADS_3

Minggu pagi telah lahir bayi cantik dan mungil anak dari Lisa dan Zaki.


Mereka memberi nama bayi perempuan mereka dengan nama yang indah, panggil saja Arumi.


Arumi lahir dengan normal, kelahirannya menambah kebahagiaan Zaki dan Lisa. Mereka sudah lama mendambakan seorang anak untuk menjadi penerus perusahaan sekaligus pewaris satu-satunya.


"Mas, anak kita cantik sekali"Ucap Lisa begitu bahagia.


"Iya, seperti Ibunya"Ucap Zaki penuh haru. Mereka begitu menyayangi Arumi, Namun dibalik kebahagiaan mereka ada seseorang yang kapan saja bisa menghancurkan semuanya. Yaitu Delia.


Delia mengetahui kelahiran anak Lisa dari temanya, namun Delia sama sekali tidak merasa senang. Malah ia iri dengan anak perempuan yang dilahirkan Lisa.


"Kenapa selalu Lisa yang bahagia, kenapa aku selalu sengsara!!"Ucap Delia sembari mengepal tangannya.


Ia benar-benar iri dengan Lisa. Namun dengan kehadiran Zidan ia bisa memperalat dan mengambil semuanya dari Lisa.


"Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu!"Ucapnya sambil mengelus pipi Zidan.


Sementara itu Zaki dan Lisa sedang berbahagia. Zaki yang baru pertama kali mempuyai momongan begitu canggung saat menggendong Arumi. Lisa melihat, Zaki begitu menyayangi Arumi.


"Mas, kamu tidak capek. Dari tadi kamu gendong Arumi terus"Ucap Lisa kepada Zaki.


"Tidak. Aku malah senang dan bahagia bisa gendong Arumi setiap hari"Ucap Zaki sambil mencium pipi Arumi.


Namun tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar, sepertinya ada tamu yang akan menjenguk bayi Laras.


"Lis, biar aku yang membukanya"Zaki menaruh Arumi dan membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.


Ketika pintu dibuka ternyata Delia. Ia datang dengan perut kempes dan menggendong bayi laki-laki mungil yang tampan.


"Delia ini anak kita kok sudah lahir? Kenapa kau tidak bilang padaku, aku kan bisa datang kesana"Zaki sangat kaget dan merasa senang dengan bayi laki-laki yang digendong Delia.


"Iya Mas, ini anak kita aku pendarahan jadi terpaksa anak kita harus dilahirkan lebih cepat, tapi aku bahagia Mas walaupun dia lahir dalam kandungan 7 bulan tapi dia sehat dan tampan. Aku sengaja tidak bilang karena aku yakin kamu pasti tidak mau datang ke Rumah sakit"Ucap Delia penuh alasan dan kebohongan.


"Aku tidak mungkin begitu Del, dia anaku aku juga harus bertanggung jawab."Ucap Zaki dengan tidak sabar dan mengendong bayi laki-laki tersebut.


Melihat wajah bahagia Zaki membuat Delia semakin leluasa dan yakin dengan rencananya.

__ADS_1


"Ternyata kamu sudah luluh duluan Mas, aku kira kamu juga bakal tidak mau menerima anak ini seperti kamu tidak mau menerima ku!! Tapi sayang Mas, anak ini bukan anakmu!"Batin Delia.


Zaki mempersilahkan Delia masuk sambil membawa anak laki-lakinya ke hadapan Lisa untuk diberi tahu.


"Lis, lihat siapa yang datang"Ucap Zaki penuh gembira.


"Siapa Mas?"Lisa begitu penasaran dengan tamu tersebut.


"Ini dia"Zaki membawa Delia dan anak laki-lakinya kehadapan Lisa.


"Delia"Lisa kaget betapa tidak. Ternyata Delia juga sudah melahirkan dan anaknya laki-laki. Anak laki-laki yang selalu didambakan Zaki sejak pertama kali menikah.


"Iya Lis, ini anaku. Delia sengaja tidak bilang padaku, ganteng sekali ya"Zaki begitu merasa sangat senang sampai lupa dengan anak perempuannya.


"Anak kamu cantik banget Lis"Ucap Delia dengan nada lembut terbalut duri.


Setelah selesai berbincang bersama kemudian Delia pamit akan pulang. Namun Zaki seperti sangat berat untuk jauh dari anak laki-lakinya.


"Del, apa tidak lebih baik kamu tinggal disini? Supaya aku bisa main terus dengan anaku"Ucap Zaki sambil berdiri berhadapan dengan Delia.


"Zidan? Aku sampai lupa saking senangnya jadi tidak menanyakan nama anak kita"Ucap Zaki.


Melihat mereka berdua begitu bahagia Lisa hanya terdiam. Ia tahu Delia adalah wanita yang sangat egois dia bisa saja berbuat apa yang dia mau.


"Yaudah Mas, aku pulang dulu ya"Ucap Delia berlalu pergi begitu saja. Ia berharap Zaki akan merasa hampa karena jauh dari Zidan dan segera kembali kepada dirinya.


"Del,"Ucap lirih Zaki sambil menengok Lisa yang sedang terdiam dibelakangnya sambil memangku Arumi. Zaki sampai lupa dengan Lisa dan Arumi karena terlalu asyik bermain dengan Zidan, anak laki-laki yang diberikan oleh orang lain dan ditunjukan sebagai anaknya oleh Delia.


"Mas, kejar saja! Jika kau masih tidak rela mereka pergi kenapa kau tidak mengejarnya!"Ucap Lisa sedikit kesal.


"Lis, tapi dia anaku! Aku memang tidak suka Dengan Delia, tapi Zidan tetap anaku!"Ucap Zaki kepada Lisa.


Lisa tidak menjawab dan hanya terdiam. Ia merasa ucapan Zaki memang benar. Bagaimanapun juga Zidan adalah anaknya dan dia wajib bertanggung jawab.


Sama-sama merasa kesal Zaki mendiami Lisa karena sifatnya selalu cemburu. Namun Lisa selalu mengalah. Lisa adalah wanita seribu maaf.


"Mas, aku minta maaf. Aku sudah salah."Ucap Lisa sambil memegang tangan Zaki yang sedang duduk terdiam membisu.

__ADS_1


Mendengar kata maaf dari Lisa membuat hati Zaki sakit. Ia yang sudah melukai hati Lisa tapi Lisa yang selalu meminta maaf.


"Kamu memang wanita sekaligus istriku yang paling baik Lisa. Kamu wanita yang sangat baik"Zaki memeluk Lisa penuh kasih sayang dan sangat bangga padanya.


Namun kelicikan Delia akan selalu membuat hati Zaki bimbang dan selalu membuatnya lupa siapa yang benar dan yang salah.


Malam ini Zaki tidak bisa tidur. Ia tiba-tiba teringat dengan Zidan namun tidak mungkin jika ia harus bersama lagi dengan Delia.


"Aku sudah berjanji akan menceraikan Delia ketika anaku sudah lahir! Tapi perasaanku begitu berat!"Zaki merasa pusing memikirkan semua itu. Ia benar-benar kasihan dengan Zidan jika nanti orang tuanya harus bercerai.


Merasa berat dengan janjinya, Zaki mencoba bertanya kepada Lisa.


"Lisa"Zaki memanggil Lisa yang tengah tidur disebelahnya.


"Iya Mas, kenapa?"Tanya Lisa kepada Zaki.


"Lisa, aku sepertinya tidak bisa menceraikan Delia"Ucap Zaki sedikit khawatir jika Lisa akan marah padanya.


"kenapa?"Tegas Lisa.


"Aku kasihan dengan Zidan Lisa"Ucap Zaki begitu berat.


"Lalu, kau tidak kasihan dengan Arumi! Mas Arumi itu perempuan, bagaimana jika besar nanti Arumi tau kalau Ayahnya punya dua istri!!"Tegas Lisa kembali.


"Lisa, tapi..."Zaki tiba-tiba terdiam dan merenungkan semuanya.


"Lebih baik aku tidak bicara denganmu!!"Lisa memalingkan wajahnya dari hadapan Zaki.


"Aku harus seperti apa lagi!! Mereka berdua istriku dan mereka berdua melahirkan anaku, lalu aku harus seperti apa agar mereka berdua bisa rukun dan tidak saling membenci lagi!!"Batin Zaki dengan perasaan kacau.


Suara tangisan Arumi membuat air mata Zaki perlahan keluar dari kelopak matanya. Zaki merasa Arumi merasakan penderita orang tuanya.


"Rumi sayang, tidur lagi ya nak"Zaki mengelus punggung Arumi agar tertidur lagi, sementara itu Lisa hanya terdiam dan memandangi mereka.


Apa yang akan terjadi selanjutnya terus ikuti Novel ini ya, semoga kalian sehat selalu dan panjang umur😊


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2