Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
58.APA YANG AKAN TIWI LAKUKAN


__ADS_3

Setelah beberapa minggu Zidan rutin minum obat ia merasakan keanehan pada dirinya. Ia merasa lebih bugar dan sehat, tak hanya itu, kini dirinya lebih sering merasa kegairahan nya semakin meningkat.


Laras mencoba menemui Zidan yang masih berada didalam kamarnya untuk menanyakan tentang apa yang dibicarakan oleh Arumi apakah benar atau tidak.


Zidan yang masih berbaring diatas ranjang melihat kedatangan Laras yang langsung mendudukan dirinya disamping Zidan yang tengah berbaring kokoh.


"Mas apa benar kamu merahasiakan sesuatu? Aku tau Mas kamu tidak pernah berbohong, tapi sekali kamu berbohong pasti ada alasan tertentu yang bisa membuatmu menutupi semua kebenaran?"Ujar Laras. Ia berharap kali ini Zidan akan membuka semua apa yang sedang dirahasiakan.


"Kau bilang apa? Apa yang aku sembunyikan darimu bukankah selama ini aku selalu terbuka dan menuruti semua kemauanmu!"Ucap Zidan. Rupanya ia masih enggan mengakui semuanya kepada Laras.


"Tapi untuk hari ini aku yakin kau pasti sedang berbohong, Mas aku harap kita bisa saling terbuka"Ujar Laras.


"Apa kau mau menerima jika aku mengatakan yang sebenarnya?"Ujar Zidan seraya bangkit dari tidurnya.


"Katakan Mas, aku akan menerima semuanya percaya padaku aku akan menghargai kejujuranmu"Ujar Laras kembali.


"Aku mempunyai masalah pada sperm4ku sehingga aku tidak bisa membuatmu hamil"Ujar Zidan pelan seraya menundukkan kepalanya.


"Apa yang membuatmu bicara seyakin itu?"Tanya Laras seraya mengangkat wajah Zidan yang sedang tertunduk.


"Aku sudah memeriksa kesehatanku dirumah sakit, dan memang hasilnya seperti itu. Dokter mengatakan aku akan susah memiliki anak, masalah sperm4ku yang membuat kau dan Arumi tidak bisa hamil"Jawabnya.


"Mas, apa hanya itu saja? Aku kira ini masalah besar! Mas kamu tau gak? Diluar sana banyak pasangan suami-istri yang susah mendapatkan anak sampai bertahun-tahun lamanya, bahkan sampai belasan tahun. Kita belum ada setahun kau sudah menyerah dan mengatakan kita susah mendapat anak! Lalu bagaimana dengan mereka?"Ujar Laras seraya memegang tangan Zidan.


"Laras, aku hanya takut kau akan meninggalkanku, aku takut kau dan Arumi akan meninggalkanku begitu saja"Zidan meneteskan air mata, kenapa Laras bisa mengatakan semua itu sedangkan dirinya hanya bisa mengatakan apa yang ia tahu tentang hal yang belum pasti terjadi.


"Kita pasti punya anak Mas, aku yakin."Ucap Laras tersenyum.


Betapa bahagianya mereka berdua, saling melengkapi dan menerima satu sama lain. Semenjak Laras berubah Zidan semakin sayang padanya, begitu juga sayangnya dengan Arumi ia sudah seperti bagian dari tulang rusuknya sehingga tidak bisa dipisahkan lagi oleh tangan manusia.


*****

__ADS_1


"Mas, hari ini ada perkenalan produk baru Papa aku harus kesana mungkin nanti aku pulang malam"Ujar Arumi. Zaki memang sudah lama menginginkan Arumi menjadi penerus usahanya, perlahan usaha Zaki semakin banyak dan bercabang dimana-mana.


"Kebetulan aku hari ini ada rapat di kantor, kita berangkat bareng aku antar kamu sampai tempat Papa"Ucap Zidan kemudian beranjak dari tempat duduknya. Merekapun pergi bersama. Setelah mengantar Arumi Zidan langsung berangkat ke kantor, memecah padatnya jalanan kota.


*****


Sudah 3 bulan Zidan menjalani pengobatan di RS Pertiwi. Namun belum ada perubahan pada istrinya, Laras dan Arumi tidak kunjung hamil. Zidan memutuskan untuk pindah Rumah sakit dan memeriksakan kesehatannya di RS yang berbeda.


Kali ini RS.Abadi Kasih yang dipilihnya. Sampainya disana Zidan langsung turun dari mobil dan langsung menuju kedalam. Seperti RS lain setelah ia mendaftar kemudian dia menunggu panggilan namanya disebut oleh pegawai rumah sakit.


Sambil menunggu Zidan mendudukan dirinya di kursi yang nampak sepi orang, hanya beberapa orang saja yang terlihat mengisi ruangan. Beberapa menit kemudian datang seorang perempuan dari arah depan duduk disebelah dirinya. Perempuan itu sangat cantik dan seksi.


Perempuan itu duduk tepat disebelah Zidan. Tak lama kemudian pegawai rumah sakit memanggil namanya, perempuan itu terlihat menengok ke arah dirinya ketika namanya disebut.


Zidan langsung masuk dan mulai diperiksa oleh Dokter Hendra Wiguna.


"Apa keluhan Anda?"Tanya Dokter.


"Baik, langsung saja kita periksa"Ucapnya. Kali ini yang ada didalam ruangan hanyalah Dokter dan satu perawat laki-laki.


Setelah 10 menit diperiksa Zidan kembali duduk menghadap Dokter Hendra dan mendengarkan hasil dari pemeriksaannya.


"Tuan, ini sangat susah saya katakan, tapi penyakit yang Tuan alami sudah termasuk penyakit yang serius"Ucap Dokter.


"Saya sakit apa Dok?"Tanya Zidan kepada Dokter.


"Singkatnya penyakit Tuan ada pada sperm4, yang bisa dikatakan sperm4 Anda tidak subur bahkan sangat susah untuk memiliki anak, lebih buruknya lagi Anda bisa dikategorikan sebagai laki-laki yang mandul!"Ujar Dokter Hendra.


"Lalu apa saya benar-benar mandul dan tidak bisa memiliki anak Dok?"Tanya Zidan kembali.


"Semua itu kembali lagi kepada sang pencipta, Anda bisa saja memiliki anak namun dengan terus berdoa dan meminta kepada yang kuasa saya yakin semua bisa berbalik dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan Tuan bisa memiliki banyak anak."Ucap Dokter.

__ADS_1


"Terimakasih Dok, setelah bertemu Dokter saya menjadi lebih semangat untuk memiliki keturunan"Ujar Zidan tersenyum.


Zidan keluar dan duduk kembali di kursi tunggu, namun kini hanya ada dia dan satu perempuan saja, perempuan itu adalah perempuan yang sejak awal datang dan duduk disamping Zidan. Entah sedang apa mungkin ia sedang menunggu kerabatnya yang sedang berobat.


Perempuan itu mencoba tersenyum kepada Zidan, karena hanya mereka berdua saja yang ada di kursi tunggu tersebut. Namun senyum Zidan tidak menapakan kesungguhan, ia terlihat sedang tidak ceria hati karena memikirkan penyakitnya.


"Mas, lagi nunggu siapa? Aku Tiwi"Tanya Tiwi.


"Tidak, aku hanya sendiri kebetulan aku sedang ingin duduk sejenak. Aku Zidan"Ucapnya pelan.


"Tadi habis periksa, memangnya sakit apa? Maaf kalo saya lancang."Ucap Tiwi.


"Penyakitku bukan penyakit biasa"Ujar Zidan.


"Apa? Kalo boleh tau?"Tanya Tiwi kembali.


"Aku tidak bisa memiliki keturunan, itu yang membuatku sedih dan ingin menangis"Ujar Zidan. Dan perlahan air matanya mulai menetes.


"Kau bisa berhenti menangis? Tidak, maksudku aku tau pengobatan alternatif yang pernah kutemui, dulu kakak laki-laki ku juga pernah berobat kemana-mana kasusnya sama sepertimu tapi tidak kunjung sembuh. Dan kebetulan ketemu sama pengobatan alternatif dan hasilnya sembuh sekarang sudah punya 3 orang anak perempuan?"Ujar Tiwi kepada Zidan.


"Dimana? Katakan padaku!"Ucap Zidan dengan lantang dan merasa tidak sabar untuk datang ke pengobatan alternatif itu.


"Nanti saya antar, tapi tidak sekarang mungkin besok?"Ujar Tiwi.


"Baik, mana nomor teleponmu?"Zidan meminta nomor telepon Tiwi dengan perasaan gemetar.


"087**747***3"Besok kau kabari aku, kita akan ketemu dimana"Ujar Tiwi.


"Terimakasih, aku pasti akan memberi kabar secepatnya, aku pamit dulu."Ujar Zidan seraya bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan RS.Abadi Kasih.


"Tampan sekali dia, andai aku bisa memiliki laki-laki tampan itu? Aku tidak akan menyesal jika dia tidak bisa memberi keturunan asal aku memilikinya itu saja sudah cukup"Ujar Tiwi. Ternyata dia terpesona dengan ketampanan Zidan sejak pertama kali memandang.

__ADS_1


Zidan pulang dengan perasaan penuh harapan, ia berharap Tiwi bisa menunjukkan pengobatan alternatif itu agar dirinya bisa sembuh dan segera memiliki keturunan.


__ADS_2