Berbagi Suami Dengan Sahabat

Berbagi Suami Dengan Sahabat
65.MINTA PERTANGGUNGJAWABAN


__ADS_3

"Mas kau jaga Laras ya, aku ada perlu dengan Tiwi"Ujar Arumi kepada Zidan yang tengah duduk menemani Laras.


"Iya, memangnya mau kemana?"Tanya Zidan kembali.


"Tidak, kita hanya ada perlu sebentar masalah perempuan!"Ujar Arumi.


"Oh gitu, yaudah"Balasnya.


Zidan membawa Laras keliling Rumah sakit menggunakan kursi roda. Zidan mengajak Laras ke taman agar bisa menghirup udara yang segar.


"Mas, aku sudah bosan disini kapan kita pulang!"Ujar Laras memandang wajah Zidan.


"Nanti kalo kamu sudah baikan Dokter mengizinkan kita buat pulang kerumah. Kamu sabar ya"Ujar Zidan tersenyum.


*****


Sementara itu Arumi dan Tiwi sedang dalam perjalanan menuju Rumah Danu untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilan Tiwi.


"Aku tidak yakin Danu mau bertanggung jawab atas anak ini!!"Ujar Tiwi. Ia meremas jari-jemarinya karena sudah merasa takut untuk menghadapi Danu.


"Dia harus bertanggung jawab Tiwi! Dan Maria dia harus menerima jika kau hamil anak Danu! Sebagai seorang wanita seharusnya dia bisa merasakan apa yang sedang kamu rasakan!!"Jelas Arumi.


Tak berselang lama mereka sampai didepan Rumah Danu. Disitu terdapat mobil Maria mungkin Maria sedang ada dirumah Danu. Arumi langsung turun dengan Tiwi. Mereka masuk kedalam Rumah Danu yang saat itu tidak tertutup.


Dengan rasa kepahlawanan Arumi berani masuk dan mendekati Danu yang sedang santai bersama Maria diatas sofa. Walaupun bukan suami istri tapi mereka begitu mesra tidur bersama diatas sofa seraya menonton TV.


"Danu!!"Ucap Arumi membuat Danu yang sedang bermesraan langsung kaget dan membangkitkan tubuhnya.


"Ngapain kalian kesini!!!"Pekik Danu begitu keras.


"Whoii!!! Enak ya kalian!! Sudah puas memeras uang Tiwi lalu kau campakan dia! Laki-laki macam apa kau!"Ujar Arumi dengan lantang seraya mengacungkan jari ke wajah Danu.


"Uang? Apa maksudmu!! Siapa yang sudah memeras uang pel4cur murahan!"Jelas Danu melotot.


"Bajing4n!! Selama ini kamu yang sudah menipuku! Setelah uangku habis kau meninggalkanku begitu saja dengan keadaanku yang sedang hamil anakmu ini!!"Pekik Tiwi lantang.


"Apa wanita murahan itu hamil!!"Sambung Maria syok.

__ADS_1


"Namanya juga pel4cur! Dia hamil sama orang ngakunya sama aku karena tidak ada yang mau bertanggung jawab!!"Ujar Danu. Rupanya Danu tidak mau mengakui kehamilan Tiwi.


"Jaga omonganmu laki-laki bangs4t! Aku hamil anakmu, kau yang sudah membuatku menderita seperti ini!"Ujar Tiwi.


Danu tetap tidak mau mengakui bahwa dia yang sudah memahamili Tiwi. Danu membela dirinya agar Maria percaya jika Tiwi hamil dengan laki-laki lain bukan dengan dirinya.


"Apa buktinya jika anak yang kau kandung itu anakku? Bukankah kau berbuat seperti itu bukan hanya denganku saja!!"Ujar Danu dengan kepercayaan dirinya.


"Aku berbuat seperti itu hanya denganmu!!! Kau yang meminta kesucianku dengan alasan akan menikahiku. Kau benar-benar bej4t!!"Balas Tiwi dengan nada tingginya.


"Keluar kalian!!"Maria mengusir Tiwi dan Arumi dari Rumah Danu.


"Rupanya kamu masih percaya dengan laki-laki bej4t ini! Dia itu penipu dia bukan orang kaya, bukan pengusaha. Dia hanya laki-laki pengganguran yang suka menghabiskan harta orang lain!!"Arumi merasa marah kepada Maria yang terus membela Danu dari kesalahannya.


"Kau siapa? Berani sekali bilang seperti itu!! Kalian pergi dari sini sekarang juga! Pergi!!"Danu mengusir paksa Tiwi dan Arumi dengan mendorongnya keluar dari rumahnya.


"Tunggu pembalasanku laki-laki biad4b!!!"Tiwi mengancam laki-laki yang sudah membuatnya menjadi menderita itu.


"Kita pergi Tiwi. Waktunya belum tepat, kita harus cari waktu yang tepat"Ujar Arumi sambil memegang lengan Tiwi dan mengajaknya pergi dari Rumah Danu.


*****


"Arumi aku merasa Danu tidak akan mau bertanggung jawab sama anak ini!"Ujar Tiwi menangis.


"Aku juga tidak habis pikir Danu bisa seperti itu. Dia sangat mencintai Maria sehingga tidak sadar dengan kelakuannya yang bej4t!"Ujar Arumi.


"Semua ini sudah terjadi Arumi. Aku hanya bisa menerima yang sudah terjadi padaku!"Ucapnya.


Tiwi menyenderkan tubuhnya seraya menarik nafas panjang berharap semua ini adalah mimpi. Danu yang semula ia kenal sangat baik ternyata menyimpan kebusukan dalam hatinya. Semua ini sudah terlanjur terjadi, namun Tiwi masih terpukul dengan kejadian ini ditambah lagi dirinya hamil dan tidak diakui oleh Danu.


*****


Setelah mengantar Tiwi pulang Arumi langsung kembali ke rumah sakit menemui Laras dan Zidan. Kabar baiknya hari ini Laras diperbolehkan pulang, namun Dokter tetap melakukan rawat jalan terhadap Laras agar kondisinya tetap stabil.


Arumi mengemasi barang-barang Laras sedangkan Zidan masih mengurus administrasi Rumah sakit.


"Aku senang sekali kau sudah diperbolehkan pulang kerumah, aki rindu berkumpul kembali seperti dulu"Ujar Arumi berkaca-kaca.

__ADS_1


"Aku juga sangat rindu dengan kalian. Aku minta maaf Arumi jika keadaanku selalu menyusahkan kalian"Ujar Laras kepada Arumi.


"Jangan pernah bicara seperti itu lagi Laras. Kamu akan sehat seperti dulu, semangat ya?"Ujar Arumi.


"Iya Arumi aku akan semangat kalian"Ujar Laras. Ia beruntung bisa bertemu dengan orang sebaik Arumi.


Setelah selesai mengurus administrasi Zidan kembali kedalam ruang inap Laras, Zidan mengajak Laras dan Arumi pulang kerumah.


Zidan mendorong Laras yang tengah duduk di kursi roda, mendorongnya sampai keluar menuju mobil miliknya. Zidan juga membopong Laras masuk ke dalam mobil. Sangat jelas betapa sayangnya Zidan kepada Laras.


Arumi melihat kemesraan mereka begitu nyata. Mereka sangat melengkapi dan saling menguatkan.


"Kalian sangat cocok sebagai suami-istri, aku sampai tidak mengenali diriku sendiri sebagai istrimu Mas"Batin Arumi.


Sesampainya dirumah Zidan membopong kembali tubuh Laras untuk diistirahatkan dikamar. Semua keperluan Laras sudah Zidan siapakan, semua sudah tersedia di atas meja.


Meninggalkan Laras yang sedang istirahat Zidan menemui Arumi di ruang keluarga. Arumi terlihat sedang berbaring diatas sofa karena merasa kelelahan dan sesekali memejamkan matanya. Zidan mendekati Arumi dan mencium pipi bulatnya.


"Lelah?"Tanya Zidan mencium.


"Ya ampun Mas kamu pasti setiap datang tiba-tiba!"Ujar Arumi kesal.


"Hehe, maaf. Tumben sudah merem capek ya?"Tanya Zidan.


"Iya Mas, aku capek banget. Dari kemarin tidak tidur"Ujar Arumi.


"Oh ya, tadi pagi kamu sama Tiwi kemana? Ko seharian"Tanya Zidan penasaran.


"Aku sama Tiwi sebenarnya dari Rumah Danu Mas. Maaf ya aku tidak bilang padamu"Ucap Arumi.


"Memangnya ada apa, sepertinya penting?"Tanya Zidan lagi.


Lalu Arumi menceritakan semua yang sudah terjadi kepada Tiwi, Zidan kaget bukan kepalang! Rupanya Danu bukan laki-laki baik-baik. Dia hanya memeras uang dan menikmati tubuh Tiwi saja. Setelah mendapat apa yang dia mau Danu langsung meninggalkan Tiwi begitu saja. Apalagi dengan kehamilan Tiwi yang tidak diakui olehnya.


"Kita harus bantu Tiwi! Bagaimanapun juga Tiwi pernah baik padaku!"Zidan merasa geram dengan kelakuan Danu.


"Iya Mas aku setuju! Danu harus dikasih pelajaran biar kapok!!"Ucap Arumi.

__ADS_1


__ADS_2