
Aretha benar benar menjual mobil mewahnya yang seharga 8M itu dan membeli motor Scoopy yang harganya sekitar 20jt an untuk kegiatannya sehari hari.
Tanyakan author sisa uangnya dikemanain🙄
Author be like: 🤫 buat nimbun bebeem
Mao ditangkringin di garasi othor kagak muat🙄
Hari ini adalah week end. Tetap saja florist milik Keira tak mengenal kata libur. Justru saat week end adalah saat orderan melimpah.
Beruntung Arga dan Aretha libur dari aktifitas sekolah, kuliah, dan kantornya.
Dan kini mereka tak lagi menyembunyikan perasaan mereka. Saat sedang sibuk membantu merangkai bunga, Arga sempat memberikan perhatian pada Aretha dengan menyematkan sekuntum bunga di telinga Aretha.
"Hadeeeeh... jadi pengen muda lagi" gerutu Keira yang melihat keuwuan para anak muda.
plak
plak
plak
Keira menepuk nepuk tangan nya di dekat mereka.
"Mami kenapa sih?" Arga bersungut merasa terganggu oleh tingkah sang mama.
"Banyak nyamuk" celetuk Keira yang membuat Aretha mengulum senyum karena malu kedapatan diperlakukan romantis oleh Arga.
"Loh ,Ga. Yang ini pesenan siapa?" tunjuk Keira pada buket mawar merah.
"Punya Arga. Hehe" lalu Arga menyodorkan uang sejumlah 500 ribu dan amplop coklat yang tebal.
"Ini apa?" tanya Keira saat menerima apa yang disodorkan Arga.
"Yang ini bayar bunga" ujar Arga menunjuk uang 500 ribu.
"Yang ini gaji pertama Arga" cup
Arga memberikan seluruh gaji pertamanya pada sang mama kemudian mengecup pipinya.
"Terima kasih, ma" bisiknya sembari memeluk sang mama yang tengah meneteskan air mata haru.?
"Terus kamu gimana? Kamu juga banyak kebutuhan, jajan-"
__ADS_1
"Arga kan masih punya gaji dari jadi kurir. Mama gak usah kuatir. Arga pasti bilang kok kalo kurang atau butuh sesuatu. Mumpung Arga belum nikah. Nanti kalo Arga udah nikah, boleh lah mama rebutan gaji Arga sama mantu mama" kelakar Arga yang sontak mendapat cubitan di pinggang.
"Emang kamu mau istri kamu mama hajar?"
"Kalo istrinya Aretha, mami mau hajar gak?" kali ini Aretha yang berbicara.
"Kalo kamu pelit sama mami ya gak ada ampun" jawab Keira mendelik.
"Hehe... ya jangan dong, mi. Masa mantunya yang cantik, imut, dan gemesin disiksa mertua. Enggak lah, Retha gak kan pelit. Malahan nanti Retha kasih bonus seumur hidup buat mami tercinta" bujuk Aretha menggoda Keira.
"Jiaah.. Bonus seumur hidup. Tanah liat?"
"Tenang aja, mi. Pokoknya Retha jamin bonus dari Retha bisa bikin mami klepek klepek"
"Dipikir ikan keluar dari air, klepek klepek"
Keira terus mendumel sembari meninggalkan pasangan muda itu.
"Mami lucu ya. Kalo Retha bisa nyatuin mereka, keknya Retha bakalan jadi orang yang paling bahagia"
"Mereka siapa?" tanya Arga yang tiba tiba berada dibelakang tubuhnya.
"Ah, enggak. Udah selesai? jalan yok"
"Mmm, kita ijin dulu sama mami ya" Arga menjapit hidung bangir Aretha dan memberikan buket bunga itu padanya. Membuat Aretha menggoyang goyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan sembari menunduk karena malu.
Perlakuan sederhana yang membuat jantung Aretha melompat lompat. Arga begitu manis padanya.
Saat menyadari kemana arah Arga menariknya, Aretha menahannya.
"Kenapa? Katanya mau jalan jalan"
"Gak mau pake yang itu" Aretha berkata perlahan. Ada rasa takut menyinggung perasaan Arga.
Arga mengernyitkan dahi kala mengikuti arah pandang Aretha yang mengisyaratkan agar Arga mengikuti arah pandangnya.
"Pake motorku aja. Biar gak terlalu tinggi. Lagian kalo pake motor kamu bawaannya pasti ngebut. Kan gak asik kalo cepet sampe" alasan Aretha yang dia utarakan dengan suara lirih sambil menunduk. Takut Arga tersinggung.
Namun Arga tersenyum dan mengacak poni Aretha.
"Iya deh, yang mau pelukan lama"
Wajah Aretha memerah.
"Mana kuncinya?"
__ADS_1
Aretha menyerahkan kuncinya dan langsung melompat naik dan memeluk Arga erat.
"Jangan kenceng kenceng, nanti aku gak bisa nafas" ucap Arga sedikit menggodanya.
"Takut jatuh"
Jawab singkat Aretha yang tak peduli dengan keluhan Arga. Dia malah menyandarkan kepalanya di punggung Arga.
Arga tersenyum dan mengusap lembut tangan yang membelit tubuhnya dari belakang.
Mereka menikmati kebersamaan mereka dengan mengelilingi kota, menikmati indahnya sore hari meski macet di sebagian ruas jalan. Tak lupa menikmati jajanan pinggir jalan yang diminta Aretha.
"Kamu sering jajan kek beginian?" tanya Arga yang menyuap siomay dari plastik yang ujungnya dilubangi.
"He em. Emang kenapa?" jawab Aretha yang cuek melahap siomaynya tanpa terlihat jijik.
"Gak takut sakit perut?" lagi, Arga bertanya. Arga hanya tak percaya anak seorang konglomerat bisa memakan jajanan ekonomis seperti ini. Padahal dia sudah menyiapkan uang untuk mengajaknya makan di kafe.
"Enggak tuh. Aku sering ko nongkrong sama jajan di pinggir jalan sama temen temen sekolah dulu. Sekarang juga masih suka nongkrong kek gini sama temen temen kuliah.
Belum habis jajanan yang mereka makan, tiba tiba hujan turun deras disertai angin kencang.
Aretha memekik dan Arga segera mengajaknya untuk naik ke motor untuk mencari tempat berteduh.
Tak ayal para pedagangpun kocar kacir membereskan roda dagangannya dan mencari tempat berlindung.
Arga akhirnya menemukan tempat berteduh yang agak jauh dari tempat terakhir mereka nongkrong. Karena tak menemukan tempat berteduh. Bagaimana nasib para pedagang tadi ya? Pikir Arga.
Mereka berteduh di sebuah bengkel yang menutup. Untunglah lahannya cukup luas untuk memarkirkan motor dan tempat mereka berlindung dari cipratan air hujan yang terbawa angin.
Aretha yang hanya memakai outer tipis merapatkan lengannya menghalau angin dingin yang menghembus kencang.
Arga pun hanya mengenakan jaket dennim karena cuaca tadi sangatlah cerah.
"Arga, gimana ini. Hujannya gede banget" ucap Aretha yang terdengar bergetar karena kedinginan.
Arga melirik dan melihat sekitar. Lalu dia melangkah dan berdiri didepan Aretha membelakanginya. Menghalau angin yang menerpa tubuh mereka sehingga Aretha terlindungi.
Tak mungkin posisinya berhadapan, karena bisa dipastikan mereka akan hanyut dalam suasana dan bisa lupa diri. Selain itu, Arga tak mau ditangkap berbuat mesum ditempat umum.
Aretha terharu akan sikap gentle Arga yang menghargainya dan melindunginya. Kini dia tak terlalu merasa kedinginan.
Aretha memegang erat jaket Arga di belakang. Merasakan hawa hangat dari tubuh jangkung sang kekasih.
...****************...
__ADS_1
SIAP-SIAP PERTEMUAN PERDANA HENDRA SAMA KEIRA YA😆
AIOOO TINGGALKAN JEJAK BIAR SEMANGAT UP NYA😘