
"Sayang, aku harus ke Singapur untuk kunjungan bisnis. Mungkin akan menginap 1 atau 2 malam. Apa tak masalah?" ucap Hendra sambil mengancingkan kemeja biru langit yang kemudian dibantu Keira lalu mamakaikan dasi dan membuat simpul.
"Singapur? boleh aku ikut? aku belum pernah kesana, aku janji gak akan mengganggu pekerjaanmu" pinta Keira yang tiba tiba ingin ikut.
"Tapi kamu juga gak tau jalan disana dan daerah wisatanya. Gimana kalo nyasar?"
"Aku kan bisa minta guide dari hotel. Atau aku nunggu kamu gak sibuk aja. Terus kamu ajak aku jalan jalan setelah urusan selesai. Gimana?"
"Lain kali saja aku khususin ajak kamu jalan jalan keliling dunia, ok. Aku janji gak kan lama. Begitu selesai langsung pulang gak kan nunggu semalem bahkan 2 malem. Janji"
Keira terdiam.
Entahlah, dari semalam perasaannya tak menentu. Ditambah igauan Hendra yang beberapa kali mengusik tidurnya.
Belum lagi informasi dari Beno yang merupakan asisten Arga kini yang tidak tahu perihal kunjungan ke Singapur hari ini.
Menurutnya tidak ada hal urgent yang harus melibatkan sang Presdir turun tangan.
Keira mendengar Hendra menelpon seseorang mengenai keberangkatannya ke Singapur sewaktu ingin mengambil minum saat tengah malam. Dia mendapati Hendra tak disisinya dan hendak turun ke dapur. Namun langkahnya terhenti kala mendengar suara dari arah ruang kerja Hendra yang tak tertutup rapat.
Lalu dengan siapa dia menelpon? batinnya.
Keira diam diam membuat paspor instant yang dipesannya melalui agen tak resmi namun bisa menghandle nya dengan cepat. 1 jam selesai. Lalu memesan tiket pesawat ke Singapur pada hari dan jam yang sama sesuai yang ia dengar.
Rencananya pesawat dijadwalkan berangkat sore. Namun Hendra bersiap sedari pagi.
"Apa ada yang ingin kamu ceritakan, sayang?" pancing Keira yang melihat Hendra sedikit melamun saat sarapan.
"Hah? Hanya masalah pekerjaan" Hendra kembali memasukan sendok berisi makanan kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Apa aku mulai membosankan?"
"Hah? Kenapa-"
"Kalo iya bilang aja. Aku gak akan ngerepotin kamu dengan banyak kekhawatiran" Keira lantas menyimpan sendoknya diatas piring yang masih berisi separuh makanannya. Lalu meminum air bening yang ada di pinggir piring dan bangkit dari kursi ke arah dapur untuk membuat kopi.
Keira berdiri melipat kedua tangan, sesekali jari tangannya ia gigit menghalau perasaan bersalah. Apa dia salah bersikap kekanakan seperti itu?
Hendra memeluknya dari belakang dan menopangkan dagunya di bahu Keira.
"Kamu kenapa ngomong kek gitu?" tanyanya dengan suara parau.
Keira bergeming. Dia takut salah bicara. Tapi keterdiamannya membuat Hendra tak tenang.
"Sayang, tolong ngertiin aku dong. Kerjaanku tak bisa ditunda. Tolonglah jangan bikin aku pergi gak tenang"
"Oke. Kamu jawab pertanyaan aku" Keira melepas pelukan nyaman Hendra dan membalikan tubuhnya jadi berhadapan.
"Apa kamu selingkuh?"
"What?"
"Jawab iya atau enggak"
"Dari mana kamu bisa punya pikiran seperti itu?"
"Oke, kamu selingkuh"
"Selingkuh apa? lagian biasanya juga aku kerja kamu gak kek gini"
__ADS_1
"Dan biasanya kamu yang kekeh minta aku ikut, tapi sekarang kamu kekeh menolak aku ikut"
"Apa-"
"Apa dia mantanmu yang lain? atau penggemar rahasiamu yang lain? atau mungkin mantan istrimu?"
degg
Wajah Hendra berubah pucat seketika.
"Apa dia bangkit dari kubur? atau dia bahkan memanipulasi kematiannya dan sekarang ingin kembali padamu, atau bahkan kamu yang ingin-"
"Apa yang kamu tau tentang dia?" tanya Hendra dengan nada yang dingin.
Keira mengernyitkan dahi.
"Cukup. Aku gak mau kamu kasih teka teki terus. Kalo kamu nganggep aku istri kamu, bicaralah, sesulit apapun. Jangan biarkan istrimu ini menduga duga. Kalau kamu minta waktu untuk sendiri. Fine, aku kasih kamu waktu sendiri, selamanya. Asal kamu tau, aku bukan wanita penyabar"
Keira lantas meninggalkan kopi yang sudah memenuhi cangkir bersama Hendra yang dilema.
Hendra menatap Keira yang melangkah menaiki tangga dengan menyeka pipinya. Tampaknya dia menangis.
Hendra tadinya hendak menemui tim eksekutor nya yang terdiri dari 5 orang. Tanpa Beno tentunya karena Beno kini milik Arga.
Tim itu terdiri dari 2 orang hacker selain dia, 2 orang penyusup atau penyamar, dan 1 orang sniper.
Mereka janji bertemu di sebuah apartemen kecil dekat bandara yang mana adalah milik salah seorang dari tim nya yang merupakan pasukan khusus saat mencari Keira saat diculik tempo hari.
Hendra mengetikan sesuatu pada grup chat nya.
__ADS_1
"Sesuatu terjadi. Susun strategi, aku ingin hasilnya saat makan siang"