Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Cemburu Dengan Pikiran Sendiri


__ADS_3

"Halo, pa. Target kita beraksi lagi, apa mau langsung diberantas?" tanya Arga pada papa sambung ples mertuanya.


"Biarkan saja.. ugh... itu hanya sistem pemancing dari server yang berbeda..ahh... kamu..ugh.. coba ladenin dulu.. hhh.. main main dikit lah..assshhh... ulur waktu biar...hhhh.. biar terlacak lokasinya...aarghh..."


"Papa lagi- aish dimatiin. Kenapa suaranya kek gitu? lagi ngapain coba" keluh Arga saat Hendra menutup sambungan telpon secara sepihak.


"Sayang pelan pelan dong, ahhh perrihh.. a a aahh..."


plak


"Manja amat. Salah sendiri ngajakin nongkrong di kamar mandi kelamaan. Masuk angin kan jadinya"


"Aaarggh.... lagian kenapa harus dikerok sih aaaahhhhh.... pijit aja kan lebih. awww enak bisa ples ples aaaahhhh.... udah yang, ampun, ampun. Gak kerokan lagi"


Hendra yang tak pernah dikerok saat masuk angin merasa kewalahan saat Keira memaksanya untuk tengkurap.


*pada mikir apa hayoo😏


Hendra langsung membalik badannya membuat Keira terguling ke samping dan langsung dikungkung Hendra yang masih mengenakan handuk dipinggangnya dan Keira masih mengenakan bath robe tanpa apapun didalamnya.


Setelah pulang dari supermarket, Keira segera membereskan barang belanjaan.


Hendra membantunya memasukan buah dan sayur ke kulkas. Lalu dia melihat bungkusan kecil yang untungnya Keira belum melihatnya.


"Sayang, aku langsung masak ya" teriak Keira dari dapur tanpa menoleh dan mencari tahu keberadaan Hendra.


"Iya sayang. Nanti aku bantu" balas Hendra sembari celingukan, berjaga jaga jika sang istri tiba tiba ada dibelakangnya.


Hendra mengeluarkan barang itu dari bungkusnya lalu mengangkatnya keudara dengan kedua tangannya.


Senyum iblisnya terpampang diwajahnya saat menatap benda itu.


"Hehehe... bersiaplah sayang. Kita getarkan dunia hahaha...."


Hendra perlahan mendekati Keira yang tengah memotong sayur membelakangi meja saji.


Sebelah tangannya menyelinap ke balik rok selutut yang dikenakan Keira bermain main di bongkahan belakangnya lalu ke lembah yang masih terbungkus itu.


Keira terkesiap atas tindakan Hendra yang tiba tiba memberikan rangsangan dipusat intinya.


"Hhh.. sayang.. aku mau masak...hhh"


Kepala Keira menengadah dan bersandar pada pundak Hendra yang terus memainkan jarinya pada inti Keira. Menelusupkannya pada kain segitiga penghalang dan mengusap bagian basahnya.

__ADS_1


"Masaklah... tapi pake ini... biar aku bisa masuk" ucap Hendra dengan suara serak di telinganya sambil mengangkat lingerie berwarna nude didepan wajah Keira.


Keira tersenyum dengan wajah merona karena hasutan Hendra.


"Kamu yang pake in" sambut Keira dengan suara serak. Hasratnya bangkit karena ulah sang suami.


Keira membalik tubuhnya agar Hendra leluasa melakukan tugasnya.


Bagian bawah mereka menempel dan Keira bergerak naik turun menciptakan gesekan antar inti.


Tangan Hendra bergetar sambil membuka satu per satu kancing yang tampak mengejeknya karena sulit terbuka.


"Damn it" geram Hendra yang tak sabar dan kesal karena diejek jajaran kancing.


Keira hanya menatapnya penuh gairah tanpa menghentikan aksi naik turunnya.


Akhirnya Hendra menghentak pakaian berkancing Keira agar segera terbuka.


"aisshh.." Hendra yang awalnya memancing gairah Keira kini berbalik terpancing saat dia berhasil melepas semua penutup tubuh Keira.


Keira mengangkat kedua tangannya ke udara dengan tatapan tajam penuh gairah, memberinya akses agar bisa memakaikan kain tipis menerawang itu pada tubuh langsingnya.


Hendra memindai setiap inchi tubuh yang polos dan tak menampakan lemak.


Keira tersenyum puas saat tatapan Hendra menginginkan lebih dari sekedar memakaikan.


Dia lantas kembali berbalik dan melanjutkan memotong sayuran.


Tanpa Keira tahu, Hendra melepas semua kain yang melekat sembari terus memandangi tubuh seksi Keira yang terbungkus kain yang menerawang itu. Perlahan mendekatinya dan menempelkan tubuhnya pada tubuh bagian belakang Keira.


"Sayang.. kamu terlalu seksi.."


Bisik Hendra yang kemudian mengarahkan torpedonya pada inti Keira yang sengaja tak Hendra bungkus agar dia dengan leluasa memiliki akses masuk.


"engghh..." Keira melenguh kala torpedo itu melesak masuk intinya secara perlahan.


Hendra mengambil pelajaran dimalam pertamanya, dia harus bergerak perlahan agar senjatanya bisa masuk.


Keira terengah saat benda tumpul itu memenuhi inti nya.


Dia mengatur nafas karena Hendra hanya mendiamkannya didalam sana. Hanya tangannya yang bergerak menyusuri seluruh permukaan kulitnya.


Mencoba untuk tak bergerak karena terpancing hasutan Hendra yang bisa membuatnya kelaparan.

__ADS_1


Keira terus fokus pada masakannya.


Semua bahan sudah ia siapkan. Sedikit pergerakannya menimbulkan gelenyar nikmat yang tak tertahankan.


Keira tahu, Hendra sedang menantangnya. Siapa yang tak bisa menahan diri untuk mereguk kenikmatan dunia.


Meski risih karena pergerakannya tertahan oleh keberadaan Hendra yang sedang menancap sempurna padanya, Keira berusaha menyelesaikan masakannya.


Inti Keira terasa berkedut, membuat Hendra tak tahan lagi untuk tak bergerak.


Keira selesai dengan masakannya, dan itu yang Hendra tunggu.


Tanpa aba aba Hendra langsung menggerakan pinggulnya dengan tempo sedang, lalu menghentaknya bertubi tubi membuat Keira berteriak meneriakan namanya.


"Hendra.... aahhh..."


Teriakan itu membuatnya ingin menyemburkan lahar panas, tapi dia tahan dengan menghentikan gerakannya dan mencabutnya untuk merubah posisi Keira jadi berhadapan.


Peluh membanjiri seluruh tubuh mereka.


Dengan nafas tersengal, keduanya menahan sensasi ber*inta agar tak langsung kepuncak. Hendra mengangkat tubuh Keira yang langsung melingkarkan kakinya di pinggang Hendra, kembali menyatukan inti mereka dan duduk di kursi makan.


Hendra menyuapi Keira, agar dia tak kehabisan tenaga. Sesekali merebut makanan yang berada di mulut Keira dengan mulutnya.


Selama Hendra menyuapinya, Keira menatap lekat manik abu milik Hendra.


"Apa kau selalu sepanas ini dengan mendiang istrimu?" Keira akhirnya mengeluarkan pertanyaan dalam benaknya.


Hendra terdiam dan langsung menatap mata Keira. Dia sedikit tak nyaman dan tak percaya Keira menanyakan hal ini.


Saat mereka tengah menikmati moment mereka.


Hendra lantas menggeleng pelan sebagai jawaban dan mengalihkan tatapannya dari Keira.


Keira sadar jika Hendra merasa tak nyaman. Tapi dia tak mau ada sedikitpun yang mereka sembunyikan. Termasuk masa lalu mereka.


Keira meraih dagu Hendra dan memintanya untuk menatap matanya lagi.


"Aku hanya tak mau bertanya pada diri sendiri dan merasa cemburu dengan pikiranku sendiri" Keira meyakinkan Hendra jika mereka harus membicarakan apapun yang mengganjal dihati mereka.


"Kami hanya melakukannya di ranjang. Aku terlalu sibuk membangun dinasti untuk kami, sehingga aku sering meninggalkannya sendiri di rumah. Pulang saat larut, dan melakukannya saat dia setengah sadar. Kupikir.. kupikir itu hanya awal, karena setelah dinastiku kokoh, dia akan memiliki waktuku sepenuhnya"


Keira lantas menutup mulut Hendra dengan bibirnya. Sudah cukup dia mendengar hal itu. Membuatnya menjadi wanita yang sangat beruntung karena Hendra sepanas ini saat dengannya.

__ADS_1


__ADS_2