Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Memohon Pengampunan


__ADS_3

Pak Kimung, laki laki berusia 40an berlari tergopoh gopoh saat mendengar teriakan sang majikan perempuan memanggilnya.


Belum sampai ke hadapan sang majikan, pak Kimung dikejutkan dengan pemandangan yang membersamai sang majikan.


Seorang wanita seumuran dengan majikannya tengah bertelanjang polos tanpa sehelai benangpun dan tak hentinya mengembangkan senyum dan tawa.


Rambutnya yang acak acakan karena diseret terbalik oleh Keira membuatnya tampak mengerikan dibanding seksi.


"Astaghfirullah, dedemit dari mana ini, duuuuh maghrib maghrib dah kelayapan aja" gumamnya sambil meringis tak tahu harus berbuat apa.


Pak Kimung lantas membuka seragam atasnya untuk menutupi yang seharusnya tertutup. Meski tak tertutup semua, setidaknya bagian atas hingga paha bisa tertutup kemejanya yang cukup besar di tubuh Nirmala yang tingginya sebatas bahu sang security.


"Kenapa orang gila ini bisa masuk? apa yang bapak lakukan seharian?" geram Keira pada satpam yang tengah menutupi tubuh polos yang bisa membuat siapapun dipaksa khilaf.


"Maaf bu, seharian saya jaga kok, gak ngapa ngapain. Ibu bisa cek cctv. Gak ada orang yang masuk melalui pos bu" jawab Pak Kimung yang merasa bersalah karena bisa kecolongan. Tapi sedari tadi, dia dan rekannya berjaga bergantian dan tak pernah berkedip dalam memperhatikan layar dan jalan.


"Saya gak mau tau, pokoknya bapak laporin ke polisi kalo wanita ini telah melanggar hukum dengan masuk tanpa izin. Dan saya gak mau liat wanita ini berkeliaran lagi sekitar sini" tegas Keira dengan suara lantang.


Dia lantas masuk dan membanting pintu lalu menguncinya.


Terdengar suara tawa jahat dari mulut Nirmala.


"Nikmatilah suamimu, dan selamat bergabung dalam deritanya..hahahaha...."


"Makanya jangan keluyuran maghrib maghrib, neng. Kesambet setan demit kan" geram Pak Kimung yang menarik paksa lengan Nirmala untuk dibawa ke pos satpam dan melaporkannya ke polisi.


Nirmala meronta namun tawanya masih setia.


"Mung, gila lu yak, abis ngapain kamu sama cewek didalem?" tanya Irsan rekan satpamnya yang baru keluar dari kamar mandi khusus satpam yang berada persis di sebelah pos satpam.


"Sialan lo, sembarangan nuduh. Justru gue ngamanin ni demit dari dalem. Gak tau lewat mana tiba tiba si nyonya ngamuk katanya demit ini ada didalem rumah" jelasnya sambil mengutak atik telpon meja.


dugg

__ADS_1


"aa......" belum sempat tersambung, Nirmala menyikut ************ Kimung dengan lututnya dan berlari sekencangnya kearah luar pagar.


Jeritan Kimung tertahan saking linunya sang junior yang belum sempat lepas landas karena sang istri tengah kedatangan tamu bulanan.


Berbeda dengan rekannya. Irsan mengabaikan penderitaan rekannya dan mengejar Nirmala yang berlari kencang tanpa alas kaki itu.


tiiiiin....


Suara klakson panjang mobil dari arah belakang membuat Irsan memutar kepalanya dan melihat sebuah mobil blind van hitam tanpa plat nomer melaju kencang kearahnya. Irsan melihat lagi kedepan kearah wanita gila yang masih berlari kencang itu, namun instingnya menyuruhnya untuk menyingkir dan menyelamatkan diri.


Dia pikir si wanita gila itu akan mati mengenaskan karena tertabrak mobil itu. Tapi ternyata mobil itu berhenti tepat disampingnya dan membuka pintu untuk memberinya akses masuk.


Merekapun melesat pergi meninggalkan Irsan yang kepayahan mengatur nafasnya.


"Hah.. hah.. hah.. hah.. nanti..hah.. hah.. kalo si bos.. hah.. hah.. joging.. hah.. gue mo ikutan..hah..hah.."


Di dalam kamar


Hendra tau kalau Keira marah karena dirinya disentuh wanita lain.


Hendra terus mengekornya kemanapun langkah Keira mengarah.


"Sayang, ngomong dong. Jangan diemin aku kayak gini. Kamu.. kamu boleh pukul aku sepuasmu, asal jangan diem kek gini. Aku gak bisa didiemin.. pliiis sayang.. jangan abaikan aku pliiis..." bujuk Hendra yang hampir menangis.


Sungguh perasaannya lemah jika menyangkut kesakitan istrinya.


Hendra sangat tahu jika Keira tengah menahan amarah dan sakit hati. Tapi itu benar benar diluar dugaannya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? mau kamu bawa kemana bantal dan selimutnya?" Hendra panik kala Keira mengambil bantal serta selimut yang ada didalam lemari.


Dia berniat tidur di sofa. Bukan kamar tamu. Berjaga jaga jika dedemit itu mengendap masuk lagi.


Tanpa banyak bicara Keira keluar dari kamar meninggalkan Hendra yang tertegun frustasi.

__ADS_1


Hendra terkesiap lantas mengejar Keira yang sudah memposisikan diri di sofa dan bersiap untuk tidur.


"Sayang... sayang tolong jangan seperti ini.. kamu tau aku gak mungkin ngelakuin hal itu dengan orang lain. Aku bahkan gak tau kalo dia ada didalem rumah. Gak ada pesen dari satpam kalo ada tamu, atau bahkan aku gak dengar ada yang buka pintu utama. Kode kuncinya kan sudah kita rubah, gak ada yang tau selain kita.


Ayolah sayang.. jangan kek gini.. aku gak mau orang itu berhasil menghancurkan rumah tangga kita.


Liat.. aku udah cuci ini sampe bersih. Kalo kamu rasa kurang bersih, kamu boleh cuci sampe putih bener pake bayklin.. " pinta Hendra sambil mengeluarkan dan menunjukan betapa mengkilaunya rudal miliknya itu.


Ya sayang.. pliiis.. jangan diem gini.."


Hendra terus merengek sambil berderaian air mata. Dia tak sanggup kalau tidur terpisah dengan sang istri meskipun mereka tak melakukan hubungan intim seperti saat Keira tengah kedatangan tamu bulanannya.


Hendra lantas memeluknya erat sambil terisak.


Dia tak mau dijauhi Keira.


Dia tak peduli jika Keira menolaknya.


Dia akan terus memohon pengampunanya.


Mereka akhirnya tertidur di sofa dengan Hendra yang mendekap erat tubuh Keira.


Dia tahu Keira menangis dalam tidurnya.


Sampai kapanpun dia tak akan melepasnya.


KALO MO HUJAT


HUJAT KARAKTERNYA YA BEIBZ


JAN HUJAT OTHOR YANG BAIK, CAEM, RAJIN MENABUNG PADA BU GURU.


JEJAKNYA JAN KETINGGALAN😆👍🏻

__ADS_1


__ADS_2