
"Gak usah marah kalo gak bener. Lagian aku gak nuduh. Cuma kepikiran aja sama cincin yang gak pernah aku liat"
Hendra lantas berlalu ke ruang kerjanya. Dia butuh ruang untuk merenung sendirian.
Hendra merasa shock saat membaca surat mendiang istrinya yang sebelumnya tak pernah ia ketahui keberadaannya.
Dari mana Keira mendapatkan surat itu, kenapa ada surat mantan mendiang suaminya juga yang terkait dengan mendiang istrinya?
Pertahanan Hendra luruh, setetes demi setetes cairan lolos dari matanya.
Bagaimana mungkin istri yang sangat dicintainya menyimpan rasa untuk pria lain. Bertahun tahun mereka bersama, tak pernah sedikitpun mata itu membohonginya.
Tapi ternyata dia salah mengartikan.
Mata bening itu yang tampak tulus mencintainya ternyata penuh dusta.
"Aaarghh..." Hendra mengamuk. Dia menyingkirkan segala sesuatu yang ada diatas mejanya dengan kasar. Membuatnya berserakan di lantai.
Hendra menangis tersedu.
Jika saja..
Jika saja Keira terus terang padanya, dan memberikan penghiburan untuknya, mungkin tak akan sesakit ini. Karena Hendra sudah menjatuhkan hatinya sejatuh jatuhnya pada Keira, untuk yang ke dua kalinya.
Tapi dia dikecewakan dua kali juga.
tok
tok
"Sa- sayang, apa yang terjadi?" tanya Keira terkejut kala membuka pintu ruang kerja Hendra setelah mengetuknya lebih dulu.
Keira berniat mengajaknya makan karena hidangan sudah siap.
Ruangan itu sudah layaknya kapal pecah. Keira mendekat dengan hawatir.
"Sayang, apa kamu terluka?" tanyanya sedikit membungkuk untuk melihat Hendra yang menumpukan keningnya pada kedua tangannya.
"Tinggalkan aku sendiri" pintanya dengan suara datar dan serak.
"T-tapi.." Hendra lantas bangkit dan melangkah keluar ruangan. Dia menaiki tangga menuju kamar dan keluar lagi tak berapa lama dengan pakaian yang sudah ia ganti.
Tanpa berkata apapun dia menyambar kunci mobil dan keluar dari rumah.
Meninggalkan Keira yang tak bisa menghentikannya karena tak diberi kesempatan untuk bertanya.
Keira masih membuka mulutnya tanpa bisa mengeluarkan kata kata. Kepalanya memutar dan matanya memperhatikan ceceran barang barang yang tadinya ada diatas meja kerja Hendra.
Perlahan Keira mendekat pada kekacauan itu dan menurunkan tubuhnya meraih lembar demi lembar surat yang tercecer di lantai.
Air mata tak bisa ia bendung lagi. Dia sadar ini pasti karena surat itu.
Dia juga sadar kalau dia telah membuat kesalahan dengan berbohong padanya.
Keira hanya tak punya cara untuk menyampaikannya.
__ADS_1
Semua terasa sakit saat ingin membahasnya. Dan itu juga pasti melukainya.
Keira tak rela jika rasa manis jatuh cinta harus berubah pahit.
Keira berlutut diantara kekacauan itu dan tergugu sembari memeluk surat surat itu di dadanya hingga remuk.
Dia tak rela harus kehilangannya.
"Jodi kamu jahat..
Bahkan setelah kamu pergi..
kamu masih membuatku sengsara...."
Keira melampiaskan rasa sedihnya dalam derasnya air mata.
Setelah beberapa waktu, air matanya terasa sudah mengering. Dia lantas bangkit dan masuk ke kamar. Merebahkan dirinya sambil terus memeluk kertas kertas itu.
Dia bahkan meninggalkan hidangannya yang belum tersentuh sama sekali.
Keira tertidur disela lamunannya namun tersadar kala dia merasa mendengar sesuatu.
"Sayang.." panggilnya pada sosok yang tak terlihat.
Keira mencari keberadaan sang suami. Namun tak ia temukan dimanapun dibagian rumah ini.
Keira melirik jam dinding.
"Jam 1. Apa kamu belum pulang?" gumamnya.
Namun Hendra tak kunjung kembali hingga pagi menjelang. Bahkan Arga atau pun Aretha tak memberinya kabar jika Hendra ada bersama mereka.
Keira segera bersiap dan membuat sarapan. Dia berniat datang ke kantor Hendra untuk membawakan sarapan. Mungkin dia menginap di kantor, tebaknya.
Keira sudah siap dan sudah menyiapkan kotak bekal untuk sarapan bersama suaminya.
Dia memanggil taxol untuk mengantarnya ke kantor. Karena pagi masih awal untuk bermacet macetan, juga karena Keira belum sarapan, dia tak mau masuk angin dan jatuh sakit. Sangat merepotkan baginya jika jatuh sakit. Dan mungkin dia akan merepotkan suaminya. Dia tak mau itu.
"hhh... aku kangen kamu, sayang.." lirihnya sambil menatap jalanan yang masih lengang.
"Ya, bagaimana bu?" tukas sang supir yang terlihat memerah wajahnya.
Keira hanya menatapnya tajam melalui kaca spion. Sang supir merasa salah dan melipat mulutnya. Tak seharusnya dia ke ge er an.
Tiba di depan gedung perkantoran, suasana masih sepi, hanya security yang tampak sedang berjaga secara bergantian. Namun pintu kantor sudah dibuka.
Tanpa ragu Keira melangkahkan kakinya menuju lift langsung ke lantai tempat ruangan Hendra berada.
Sarah sang sekertaris sudah berada di mejanya dengan beberapa berkas menumpuk di mejanya.
"Sarah, apa bos mu sudah datang?" tanya Keira yang membuat dahi Sarah melipat.
"Su- sudah bu, malahan saya disuruh lebih awal dateng"
Keira tersenyum tipis.
__ADS_1
"Bagus" Keira lantas melangkahkan kakinya kearah pintu ruangan Hendra yang tertutup.
"T-tapi bu.."
tok
tok
sreett
"Sa-yang.. " Keira terkejut kala masuk ke ruangan tanpa dipersilahkan. Pasalnya Hendra tengah berduaan dengan Isabel di sofa.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Hendra datar.
"Aku.. aku bawa sarapan.. kita.."
"Aku sudah sarapan. Kamu kasih Sarah aja mungkin dia belum sarapan, tidak baik bukan membuang buang makanan" jawab acuh Hendra sambil melipat kedua tangannya di dada dengan kaki dia tumpangkan pada kaki lainnya.
Sedangkan Isabel, dia duduk menghadap Hendra dengan menduduki sebelah kakinya dan tangan dengan kuku yang dicat berwarna merah menyala bertengger di sebelah pundak Hendra, menampilkan senyuman licik.
"Aku mengerti" ucap Keira menahan getaran di bibir dan hatinya. Dia berbalik dan keluar dari ruangan yang menyesakkan dadanya.
Kotak bekal itu dia taruh di meja Sarah.
"Makan lah, kamu pasti belum sarapan" ucapnya berusaha tersenyum.
Keira langsung melesat kearah lift untuk segera keluar dari situasi yang bisa membunuh hatinya.
Keira kembali menaiki taxol dan pulang.
......................
You got a new girlfriend but I still love you
I can't stand the thought of her having a piece of you
What she got that I don't what's **s**he do that I won't
You must be blind take a good look at her
She's not your kind
I don't' know what I'd do if I saw her with you
I'm jealous, I'm jealous, I'm jealous out of my mind
tut
"Berisik.." desis Keira menekan tombol power pada perangkat audio milik supir taxol lalu mengusap kasar air matanya.
Keadaanya yang seperti ini seolah diolok olok oleh perangkat sialan itu.
ADA YANG TAU LAGU ITU?
FIX KLEAN DAH TUWIRðŸ¤
__ADS_1