
Hendra melangkah naik kearah kamar menyusul istrinya. Dia tak tahu kalau Keira akan merajuk. Hendra bingung cara menyampaikan permasalahan Leona yang tak masuk diakal.
Hendra takut Keira menganggapnya mengada ada.
ceklek
"Sayang? apa yang kamu lakukan?" Hendra terkesiap saat memasuki kamar dan mendapati Keira tengah memasukan pakaiannya kedalam koper"
"Memberikanmu waktu sendiri" ketus Keira yang terus menggerakan tangannya meraih apa yang dia butuhkan.
"Sayang tolong jangan seperti ini. Bukan seperti ini maksudku"
"Lalu seperti apa? membiarkanku menerka apa yang terjadi padamu dan apa yang kamu lakukan dibelakangku? atau kamu mau aku jadi mayat hidup yang hanya berjalan mondar mandir tanpa berbicara apapun? Tapi aku memilih menjadi mayat hidup yang sewaktu waktu bisa memakanmu" desisnya pada kalimat terakhir. Membuat Hendra menyunggingkan senyum.
"Makanlah aku sepuasmu" ucapnya lembut sambil tersenyum dan memepetnya ke lemari.
"Apa sih iiiih.. minggir.. mayat hidup mo lewat.. "
"Gak boleh lewat kalo belum makan aku"
Hendra lantas membopong Keira dan menaruhnya di tempat tidur lalu menyerangnya tanpa memberinya ampun. Tak lupa helm pengaman selalu dipakai biar gak kena tilangš¤
Keira terisak setelah aksi makan memakan itu. Dia muak dengan segala jenis rahasia. Cukup mendiang suaminya saja yang meninggalkannya dengan rahasia. Dia tak mau menemukan rahasia rahasia lain dikehidupannya bersama Hendra.
"Sayang, maafkan aku. Aku gak tau gimana caranya bilang sama kamu. Aku takut.. aku takut kamu nuduh aku mengada ada dan-"
"Kamu belum mencobanya, darimana kamu dapat kesimpulan seperti itu?"
"Apa.. apa kamu percaya kalo aku bilang Leona masih hidup?"
"Heh.. alasan klasik"
"Tuh kaan.. baru aja aku bilang" Hendra gemas dan meremas bongkahan yang sedari tadi ditangkupnya dari belakang"
__ADS_1
"Dia benar benar masih hidup" lanjut Hendra dengan suara berat dan ada nada penyesalan didalamnya.
Mata Keira membola, lalu membalikan tubuhnya agar bisa melihat air muka Hendra dan mencari kebohongan dimatanya.
Tapi dia tak menemukannya.
"Jangan main main" sergah Keira yang masih menatap tajam padanya. Ada rasa khawatir jika itu benar. Lalu bagaimana dengan status dan kehidupannya?
"Apa kamu ke Singapur untuk menemuinya?" tebaknya yang dijawab anggukan sambil memejamkan mata untuk menghalau air agar tak lolos dari matanya.
Keira meronta melepaskan pelukan Hendra namun Hendra menahannya dan lebih mengetatkan pelukannya.
"Apa kau akan kembali padanya?" tanya Keira dengan suara tercekat.
Hendra menggeleng.
"Dia sudah mati bagiku"
"Lalu kenapa kamu menangis. Bukankah kamu sangat mencintainya?"
"Apa kamu sedih dengan hal itu?"
Hendra kembali menggeleng.
"Hatiku sudah mati untuknya saat tau kalo selama ini dia menipuku. Aku cuma takut dia nyakitin kamu. Itulah makanya aku ke sana untuk mengetahui motifnya apa menipuku selama ini. Selain itu, dia memanfaatkan teknologiku untuk merampok. Dia bekerja sama dengan Nirmala"
degg
"Nirmala?"
Hendra mengangguk.
"Leona ternyata dalang dari kelakuan Nirmala yang seolah merebut paman dari Ralph. Kamu ingat? Leona adalah istri pamannya Ralph yang lalu katanya disingkirkan oleh Nirmala untuk mengambil alih posisi Leona. Tapi semua itu sandiwara agar mereka mengambil semua asset milik paman Ralph termasuk semua saham keluarga besar jika dia bisa membuka akses keamanan data"
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu? bukankah pembagian saham sudah jelas dan otomatis terbagi sesuai jumlah kepemilikan?"
"Awalnya modal perusahaan itu 1 sumber. Sebelum ada pembelian saham dari setiap anak anak pendiri. Mereka sepakat akan kembali menyatukan saham mereka jika sesuatu terjadi pada perusahaan dan terancam bangkrut. Tidak ada yang mengetahui hal ini selain keluarga inti dan ahli waris.
Namun Leona ternyata wanita yang serakah, dia ingin membuat perusahaan seolah kolapse dengan membuka blokade yang dirancang tetua keluarga itu. Nirmala sempat mengutak atiknya, tapi tak berhasil. Dia merubah password brankas dengan menggunakan metodeku. Dan hanya aku yang bisa memecah metodeku sehingga saat brankas itu terbuka, otomatis membuka blokade brankas lain yang merupakan sebuah sistem menyatukan kembali saham keluarga besar secara otomatis. Dan percaya atau tidak, aku telah membuat perusahaan keluarga Ralph dalam kejatuhan"
"Apa?"
"Aku juga sudah menanam virus pada sistemnya, jadi pada saat Leona hendak mencairkannya melalui akses yang dia dapat dari pemecahan kode ku, Sistem itu akan kembali ke semula dan otomatis memanggil pihak keamanan untuk kejahatan cyber"
"Maksudmu?"
"Aku tak sebodoh itu untuk gegabah membuka metode pengkodeanku sendiri. Aku sendiri yang merancangnya dengan tujuan untuk pengamanan seperti ini. Perusahaan ini yang pertama kali membeli programku dengan harga yang fantastis sehingga aku bisa membangun perusahaan sebesar ini. Itulah sebabnya kenapa Nirmala dan Leona menggunakan metode pengkodeanku untuk membuka brankas. Bahasa awamnya aku menjebaknya seolah dia berhasil. Padahal aku menuntunnya pada akhir perjalanannya"
"Terus kenapa kamu ingin ketemu dengan dia. Apa kamu ingin mengajukan negosiasi untuk menyelamatkannya dan kembali ke sisimu?"
"Kamu minta dimakan lagi ya?"
"Gak masalah. Aku pasrah jadi hidanganmu" Keira terlentang membuat Hendra gemas dan kembali merengkuhnya.
"Aku cuma mau memastikan dia tak punya jaringan yang bergerak dibelakangnya. Memancing di laut harus menggunakan umpan yang besar bukan?"
"Tapi aku gak mau kamu kejebak lagi kek sama Nirmala. Kamu gak tau bagaimana tersiksanya menahan diri selama 2 minggu" telunjuk Keira menari berputar putar di dada Hendra dengan bibir mengerucut.
Hendra mencium gemas bibir itu.
"Apa aku harus memintamu melindungiku?"
"Apa kamu takut aku berbuat sesuatu padanya? aku ingatkan aku gak akan berbaik hati jika miliku direbut"
"Sepertinya itu ide bagus"
"Kamu yakin?"
__ADS_1
"Hei, lawan monster adalah monster yang lebih mengerikan" Hendra terkekeh.
"Sialan kamu ngatain aku monster"