Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Bulan Madu


__ADS_3

"Flo.. Flo.. tolong jangan seperti ini.. aku tau aku salah.. aku gak bisa kehilangan kamu, sayang. Tolong bantu aku menghadapi ini" pintanya menghiba.


"Hendra, aku pernah dalam posisi ini, disebabkan oleh wanita yang sama, kamu pikir aku bisa dijadikan pelarian kalian para laki laki karena aku tangguh? kamu pikir hati aku terbuat dari baja, hah?"


"Bertahun tahu aku hidup dengan laki laki yang matanya menatapku tapi hatinya ditempat lain, dan penyebabnya kemunculan wanita itu lagi. Dan sekarang kamu bahkan melakukan hal yang sama padaku setelah pernyataan cintamu yang beribu kali dan kamu melupakannya hanya dengan sedetik kemunculannya. Kamu pikir aku apa?"


Keira berteriak sambil menitikan air mata.


"Mungkin seharusnya aku yang berada dibawah tanah" lanjutnya lirih.


"Tolong biarkan aku sendiri dulu" Keira kembali menyeret kopernya meninggalkan Hendra yang termenung.


Hendra memang sangat mencintai Keira, tapi kemunculan tiba tiba Leona kembali mengacak acak hati dan pikirannya. Perasaan yang selama ini perlahan terkubur apik untuk Leona tiba tiba ditarik paksa lalu dihadapkan dengan kepribadian lain dari sosok wanita yang pernah mengisi hidup dan hatinya, ditambah menyaksikannya bercumbu dengan lelaki yang lebih pantas menjadi anaknya. Semua itu terlalu tiba tiba.


Dia belum sempat mencerna semua kejadian yang tak masuk akal ini, tapi malah tak sengaja menyakiti wanita yang saat ini berjuang bersamanya.


Hendra membiarkannya menenangkan hati dan pikirannya.


Dia juga membutuhkan waktu untuk mencerna semua kejadian tiba tiba ini.


Hendra kembali setelah proses penangkapan Leona dan jaringannya. Sedari awal wanita itu ternyata tak mencintainya. Dia hanya menjadikannya batu loncatan untuk bertemu dengan kalangan atas dengan kemampuan Hendra yang banyak dilirik oleh perusahaan besar. Terutama perusahaan pertama yang membeli perangkat dan program miliknya yang membuat Hendra bisa membangun perusahaan sampai maju.

__ADS_1


Yang tanpa Hendra ketahui, Leona bermain dibelakangnya saat dia tengah sibuk merintis perusahaan.


Leona yang sempat bertemu Jodi pun mempermainkan laki laki itu yang nota bene cinta mati pada Leona. Hingga dia muak karena Jodi terus mengejarnya dan Leona menolaknya karena dia miskin. Juga sat dia membuat surat perpisahan dan sengaja menyelipkannya seolah hidupnya menyedihkan. Sedangkan mayat yang berada di mobilnya adalah teman se kampungnya yang mencoba peruntungan di ibu kota dan meminjam mobil untuk mencari pekerjaan menggunakan identitas Leona yang sedikit dimanipulasi karena dia bahkan tak menyelesaikan sekolahnya karena sempat hamil saat menginjak kelas X.


Untuk itulah pihak kepolisian mengenali jasad itu berdasarkan copy an identitas yang dibawanya. Dan hal itu yang menjadi kesempatan Leona untuk lepas dari Hendra. Dia bahkan tak peduli dan meninggalkan anak mereka, Aretha saat usianya baru 2 tahun.


Kenyataan lain yang menghantam Hendra kedalam jurang keputusasaan.


Tiba di rumah, Hendra tak sabar ingin menemui Keira dan kembali meminta maaf.


"Sayang, aku pulaaang..." teriak Hendra saat baru membuka pintu utama.


"Sayang..." Hendra mencari keberadaan istri mungilnya.


Hendra panik, dia lantas menghubungi Arga namun tak diangkatnya. Anak itu pasti sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Lalu Hendra menghubungi Aretha.


"Halo, Retha. Mami mu mana. Papa cari kemana mana gak ada. Apa lagi nganter makan ke kantor?"


"Loh, kok papa nanya Retha. Bukannya sama papa ya ke Singapur. Lagi berantem yaaa" ejek Aretha membuat Hendra mendecak kesal karena malah digoda sang anak.

__ADS_1


Hendra langsung mematikan sambungan dan berfikir harus kemana mencarinya.


Keira pulang lebih cepat 2 hari, seharusnya dia ada di rumah 2 hari yang lalu. Kenapa Aretha bilang Keira masih bersamanya?


"Sayang, kamu kemana?" gumam Hendra yang berjalan mondar mandir sambil berfikir tempat yang mungkin istrinya gunakan untuk menginap adalah..


"Apartemen lama" Hendra bergegas menyambar kunci mobil dan melajukan mobilnya kearah apartemen lama Keira.


ting


tong


Lama pintu itu tak dibuka. Hendra kembali memencet bel karena tampaknya Keira mengganti kode sandi kuncinya.


"Flo.. buka pintunya sayang" Hendra menggedor pintu yang setia menutup itu karena tak kunjung dibuka. Tak ada tempat lain selain apartemen ini yang bisa menjadi tempat alternatif pelarian Keira untuk menenangkan diri. Meski sebenarnya dia berfikir percuma menenangkan diri di tempat yang Hendra ketahui.


"Maaf, pak. Orangnya lagi keluar kota" ucap seorang tetangga yang tinggal tak jauh dari unit Keira.


"Dari kapan ya?"


"3 hari yang lalu. Katanya bulan madu ke Bali"

__ADS_1


JEDDERRR


"Bulan madu?"


__ADS_2