
"Whoaaaa.. bung.. kamu mendapatkan wanita seperti ini dimana?" takjub Ralph pada perlawanan Keira. Selama ini keluarganya bahkan tak ada yang mau berurusan dengannya. Mereka bahkan seperti tersihir. Membenci tapi menurut juga.
"Pergilah ke toko bunga. Kamu akan mendapatkannya satu" jawab Hendra yang lantas mendekati Keira lalu mendekapnya erat. Seolah menyalurkan rasa lega nya.
"Kenapa ada hal semacam itu?" tanya Keira bingung.
"Entahlah. Aku saat itu sedang kalut karena kehilangan Leona. Sedangkan wanita itu terus saja memepetku"
"Terus kamu terpaksa menyetujuinya?"
"Aku bahkan tak berbicara apapun"
"Lah, trus kenapa dia dengan pede nya bilang kalo kamu udah janji sama dia? kamu juga kek yang takut gitu sama dia"
"Entahlah"
"Nah, itu dia Kei, yang jadi pertanyaanku" Ralph yang tadi sudah pamit pun kembali masuk ke ruangan dan duduk kembali di sofa.
Sedangkan Alex, dia memilih tak ikut campur urusan rumah tangga orang. Selain itu ada pertemuan lain yang harus dia datangi.
"Kamu.." Keira ingin bertanya namun pertanyaannya ia gantung.
"Hn?"
"Kamu gak kerja? ngelambe terus, sana cari duit yang banyak, baru bisa nyari cewek yang bener" sarkas Keira membuat Ralph mendecak karena kenyataannya dia memang ingin membahas tentang tantenya itu. Tapi dia merasa malu karena di tegur istri rekannya.
Hendra terkikik. Istrinya ini selalu punya cara untuk membuat lawan bicaranya tak berkutik.
Kecuali dia tentunya.
Ralph akhirnya bangkit dengan malas. Kenapa wanita barbar ini menyindirnya seperti itu, dia masih ingin berlama lama mengobrol. Mereka adalah teman pertama plus relasi bisnis pertama yang menyenangkan di negara kelahirannya ini. Sedangkan teman temannya sedari kecil yang mana adalah berasal dari kalangan atas tidak seasik ini saat berkumpul. Mereka cenderung membahas tentang ambisi dan saham. Sungguh membosankan baginya.
"Boleh main ke rumah?" tanya Ralph yang belum puas membahas tantenya.
"Mo ngapain?"
"Ya ampun, galak bener"
"Tentu saja boleh, Ralph. Nanti aku kirim alamatnya" jawab Hendra tergelak. Dia tak melarang istrinya bersikap ketus pada orang lain. Justru itu membuat laki laki yang terpesona olehnya seketika mengundurkan diri. Pertahanan yang bagus, kelinci kecil. Gumamnya dalam hati sambil memainkan juntaian anak rambut Keira.
"Kalo mo main kerumah, masak sendiri. Seenak jidat ngerjain aku masak bejibun demi satu orang ini. Untung kamu pernah nampung aku di hutan kalo enggak udah aku siramin dah tuh sayur asem" Keira terus menggerutu membuat Hendra dan Ralph terkekeh.
"Iya, tenang aja. Nanti aku bawa hasil buran aku kesana" tukas Ralph sambil melengos.
"Awas lo kalo bawa bagong" timpal Keira masih menggerutu.
__ADS_1
Hendra tak tahan dengan tingkah istrinya ini. Dia lantas membungkamnya dengan ciuman panas diatas sofa sambil menindihnya.
"Sayang...hmmp.. ini di kantor hmmpp... pintu belum ditutuup.."
"Pak, maaf- eh.. maafkan saya" Sarah lantas menutup pintu kala melihat sang bos besar menyembulkan kepalanya dari balik sandaran sofa dengan rambut acak acakan.
"Lanjuuut..." girang Hendra yang melanjutkan aksinya menikmati bibir cerewet Keira.
"Permisi, pak.. eee.. apa sudah selesai?" tanya Sarah melalui saluran intercom.
Hening
"Sebagai informasi, PT. Andalas meminta pertemuan sore ini, apa bapak ada waktu?" akhirnya Sarah menanyakan pertanyaan yang sedari tadi klien cecar padanya.
"Ehem.. sampaikan pada mereka saya sudah tak menerima pertemuan diluar jam kantor" setelah lewat 10 menit akhirnya Hendra menjawab.
"Ah, baik pak. Akan saya sampaikan"
"Kamu lagi ngantor malah kencan" gerutu Keira sambil merapikan kancing blouse dan memakai dalaman bawahnya kembali.
Keira yang memakai rok se lutut itu membuat Hendra dengan mudah melancarkan aksinya tanpa harus membuka pembungkusnya.
"Itu klien emang gak penting? main tolak aja"
"Males. Emang kamu mau suaminya ditahan klien tanda kutip semaleman dengan alasan meeting?" jawab Hendra acuh sambil melangkah mengambil air minum.
"Kalo yang minta pagi atau siang pasti cowok" jawabnya lalu menegak air dalam gelas.
"Berarti.."
"Udah, sayaang.. jangan dipikirin ya. Jadwal kerja aku biar aku yang atur yang penting aman. Aku gak mau terlalu berambisi dalam bisnis tapi mengabaikan istriku"
cup
Hendra mengecup tangan Keira, sebelah tangannya mengusap pipi Keira lembut.
"Semua yang kupunya tak ada artinya kalo kamu terabaikan, sayang"
Keira meraih tangan itu lalu balik mengecup telapaknya.
"Tapi istri kamu ini matre, gimana dong" tukasnya berpura pura sendu.
"Apa kamu sudah menghabiskan kartu hitammu? Aku masih punya tiga untuk kau habiskan" balas Hendra membuat mata Keira menyipit.
"Adeuh adeuuh.. sombongnya bapak Hendra. Dah ah, pacaran mulu. Kerja kerja" tukas Keira sambil bangkit dan membereskan meja. Hendra terkekeh lalu memanggil Beno untuk kembali membantu sang permaisuri ditambah beberapa personil OB agar pekerjaan memindahkan set alat makan dan membereskan kantor Hendra lebih cepat selesai.
__ADS_1
"Langsung pulang, bu?" tanya Beno saat mulai menyalakan mobil.
"Menurutmu?" Keira balik bertanya sambil menaikan sebelah alisnya menatap Beno melalui kaca spion dalam.
"Barangkali ibu mau jalan jalan dulu" Mata Beno lantas melirik ke arah belakang Keira melalui spion dalam.
Keira menautkan alis. Dia lantas melihat ke belakang dan mendapati sebuah mobil mersi mengikuti mobil yang dia tumpangi.
"Mobil siapa itu?"
"Baru juga ketemu tadi, bu" jawab Beno santai.
"Memang dia ngikutin kita?"
"Bukan kita. Tapi ibu"
"Yakin?"
"Mau bukti?"
Keira mengangguk sambil menilik pengemudi yang tampaknya memang menyorot pada mobil yang Keira tumpangi. Beruntung mobil itu menggunakan kaca film one way. Jadi tak bisa dilihat dari luar jika Keira tengah memperhatikannya.
Beno memasuki area Mall tak jauh dari kantor. Mobilnya ia arahkan langsung ke basement.
"Ibu begitu masuk, langsung naik ke lobby, disana udah nunggu taxol yang baru saya pesen. Saya nunggu disini kira kira 30 menit. Saya yakin mobil itu ngikutin mobil ini.
"Elah, sok misterius amat. Pingin bener diikutin janda. Cih"
"Hehe.. lumayan kan bu kalo khilaf"
Keira mengikuti arahan Beno. Benar saja, saat dia baru keluar dari mobil dan hendak menuju area lift yang mengangkut para pengunjung dari area parkiran basement, Keira melirik dengan sudut matanya kalau mobil mewah yang sedari tadi berada dibelakang mereka ikut parkir tak jauh dari mobil yang Beno kemudikan. Tapi si pengemudi tak kunjung keluar dari mobil.
Keira lantas bergegas menuju lobby mall dan mencari taxol yang Beno maksudkan.
Keira menemukannya dan langsung masuk. Terus melihat kebelakang dan mobil mewah tadi tak tampak mengikuti. Keira menghela nafas lega. Baru juga seminggu yang lalu dia diculik, sekarang harus berhadapan dengan betina lain yang terobsesi dengan suaminya.
Sang supir terlihat memperhatikan gelagat Keira melalui kaca spion dalam, namun dia menahan diri untuk tak ikut campur.
Keira melirik pada spion yang secara tak sengaja tatapannya beradu dengan sang sopir.
"Apa liat liat" batin Keira.
😅😅😅
ATU DULU YA BEIBZ
__ADS_1
MOOD NYA LAGI AMBYAR NIH🤯
SEMANGATIN OTHOR TERUS YAK