Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Jatuhnya Isabel


__ADS_3

"I miss you, baby" ucap parau Hendra sambil mengecup cuping telinga Keira dari belakang tubuh polosnya. Mereka bergelung dalam selimut setelah puas meluapkan rasa rindu.


Keira membalikan tubuhnya menjadi berhadapan, tangannya terangkat, telunjuknya menyusuri hidung dan bibir Hendra yang kemudian dikecupnya.


"Maafkan aku" ucap Keira yang seharusnya dia lakukan saat itu.


"Untuk?"


"Menyembunyikannya darimu"


"Gak mau"


Keira mengernyit.


"Permintaan maafmu ditolak"


"Lalu.. apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan maafmu?"


"mmm... akan kupikirkan nanti" Hendra lantas merapatkan tubuh polosnya pada Keira.


"Apa kau baik baik saja?" lirihnya menghembus dada Hendra lalu mendongak. Tampak bulu halus mulai tumbuh di rahangnya. Matanya terpejam, namun tenggorokannya terlihat turun naik menandakan sedang menahan sesuatu yang mengganjal.


"Tentu saja tidak"


"Maaf, aku gak akan ngebahas kalo-"


"Tapi aku bersyukur"


"hn?"


"Dengan begitu aku bertemu denganmu. Meski sakit saat tau kebenarannya, setidaknya aku berterimakasih pada Jodi telah meninggalkanmu untukku. Seandainya mereka masih ada.. aku gak tau apakah hidupku akan seberwarna ini.


Kenyataannya, aku lebih tak bisa hidup tanpamu"


Keira mengecup rahang itu.


"Kupikir... kamu akan benar benar menjauhiku" kepalanya menunduk lalu mengusap air mata yang lolos setetes.


"Bukan kamu yang melakukan, kenapa aku harus marah dan menjauhimu?" Hendra menunduk dan mengangkat dagu Keira.


"Aku memang sedikit kecewa karena kamu menyimpannya sendiri. Kamu bahkan berbohong tentang cincin"


"Kamu.. kamu tau waktu itu kalo aku bohong?"


"Hei kelinci kecil. Wajahmu itu bagaikan buku yang terbuka. Bisa kubaca dengan jelas" Hendra mengecup bibir mungilnya.


"Lalu kau lari ke pelukan Isabel?"


"hei hei, liat siapa yang cemburu? lalu apa yang kau lakukan sama dokter jontor itu? apa demi membalasku kamu juga membuat bibirmu jontor" Hendra terkikik. Dia merasa tingkah istrinya ini sangat menggemaskan kala cemburu.

__ADS_1


"ck. Gak asik ah ketauan" gerutunya memanyunkan bibir.


"Kalau kamu marah sama wanita yang ganjen padaku, harusnya kamu menghajarnya saat itu juga. Aku suka melihatmu menghajar orang lain" goda nya membuat Keira memukul dadanya.


"Bukannya dikasih tau yang bener malah disuruh barbar"


Hendra tergelak lalu lebih merapatkan tubuhnya lagi.


"Sayang, engap tau ih. Jan kenceng kenceng" Keira memberontak namun gesekan kulit polos mereka membuat rudal Hendra kembali siap tempur.


"Aku sudah memikirkan cara menerima permintaan maaf"


Keira berhenti berontak lalu menengadah.


"Apa itu?"


Hendra lantas menindih tubuhnya.


"Ronde 5" jawabnya sembari menghujaninya dengan kecupan menggelitik di seluruh tubuh Keira.


"Sayang jangan..jangan paksa aku.." Keira merintih, namun kakinya ia buka juga untuk memberinya akses.


Hendra menyipitkan matanya dan melihat tawa tertahan dari mulut Keira.


"Dasar kelinci kecil kurang ajar, sini aku ajarin kamu.."


Mereka tergelak dalam pergumulan yang kesekian.


Hendra benar benar menarik semua perangkatnya dari perusahaan milik ayah Alex sesuai janjinya pada Isabel.


Para petinggi perusahaan mulai panik. Mereka tak bisa menemukan perusahaan keamanan sistem keamanan jaringan seperti perusahaan Hendra yang tak bisa ditembus.


Apa lagi alasan pembatalan kontrak kerjasama adalah karena perilaku tidak senonoh wakil presdir padanya, dan itu tercantum dalam surat pembatalan kontrak ditambah bukti foto Isabel yang terlihat sedang menggodanya.


Hendra sengaja memasang mikro cctv di ruangannya yang hanya tersambung pada laptop dan ponselnya. Berjaga jaga jika suatu saat ada percobaan negosiasi yang merugikan dan menyimpang.


Dia meng- capture gambar dalam video sehingga berbentuk foto agar bisa dilampirkan pada berkas.


Dewan direksi mulai kewalahan, karena tim pengawas keuangan mulai bisa mengintip aktifitas transaksi mencurigakan sehingga lembaga keuangan itu kerap menjadi bahan pemberitaan utama di setiap chanel berita membuat para nasabah khawatir dan hilang kepercayaan pada lembaga keuangan tersebut.


Mereka serempak melakukan penarikan besar besaran atau disebut rush money membuat pihak lembaga kewalahan karena ketersediaan dana yang ada tidak mencukupi permintaan.


Sehingga para nasabah yang jumlahnya tidak sedikit itu dengan kesal membuat keributan karena tidak bisa mengambil tabungan mereka.


Dan itu terjadi di seluruh cabang perusahaan membuat lembaga keuangan tersebut seketika bankrut.


Saat situasi tengah krusial, Isabel yang panik dengan kebangrutan itu melupakan tentang suaminya yang tengah sakit. Kepala pelayan yang menemukannya tergeletak tak sadarkan diri melarikannya ke rumah sakit.


Isabel yang mendapat berita itu tak peduli. Toh pria tua itu sudah tak punya apa apa pikirnya.

__ADS_1


Dia malah sibuk berfikir cara menyelamatkan diri dari kemiskinan yang akan kembali menemaninya.


Adik suaminya yang sering bermain gila dengannya pun ditangkap polisi karena kasus sabotase yang dilakukannya di perusahaan Hendra.


Dia sedang menghadapi masa kehancurannya. Namun pikirannya mengarah pada satu orang. Dan dia adalah penyebab kebangkrutan perusahaan raksasa.


"Hendra... aku akan membalasmu" geramnya berapi api.


Waktu pelaksanaan resepsi pernikahan tinggal menghitung hari.


Keberadaan ayah Alex yang diketahui secara publik memudahkan Alex dan Hendra untuk bergerak dan berhasil menariknya dari ruang perawatan.


Karena Isabel tidak mengawasinya juga tidak membayarkan biaya awal membuat rumah sakit leluasa memberikan izin pemindahan pasien atas permintaan keluarga.


Ayah Alex kini tenang karena sudah kembali ke pelukan keluarganya.


"Maafkan ayah. Ayah terpaksa mengusir kalian demi menyelamatkan kalian dari Isabel dan diri ayah sendiri. Dia.. dia terus menerus memberikanku obat perangsang demi menghancurkan keluarga kita"


Alex dan Ratih sang ibu cukup terkejut. Mereka pikir ayah Alex ini sudah dicuci otaknya oleh Isabel, ternyata dia menyelamatkan mereka dari kekejaman Isabel dengan cara berpura pura kejam dan mengusir mereka agar Isabel setidaknya berusaha lebih keras dalam niatnya untuk memusnahkan keturunan Hari demi menguasai hartanya.


Ratih menangis tersedu dan memeluk sang suami yang juga menangis karena terharu bisa kembali berkumpul.


Alex menitikan air mata dengan sebelah tangan yang menggenggam erat tangan sang ayah, panutannya.


"Ayah jangan kuatir, Alex akan bekerja keras untuk kita" ucapnya kemudian.


"Apa maksudmu, nak?" tanya Hari menanggapi pernyataan Alex.


"Bukankah perusahaan ayah telah bangkrut tak bersisa? Bahkan asset asset yang kita miliki disita untuk menutupi hutang pada nasabah"


"Apa kau tahu PT. Lora Group?" tanya Hari kemudian.


"Tentu saja. Bukankah itu pesaing perusahaan kita?"


"Apa kamu pernah bertemu dengan pemiliknya?" Hari lanjut bertanya.


Alex hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Bukankah Presdir perusahaan itu bernama Andrew T- tidak mungkin" kali ini Hendra yang menanggapi. Dia sangat hafal dengan nama nama pemilik perusahaan besar. Diapun mengakui jika dia tak pernah sekalipun bertemu secara langsung dengan presdir perusahaan saingan Hari. Hanya nama dan tanda tangan yang dia ketahui sebagai bentuk pengesahan perjanjian kerjasama mereka.


Hari tersenyum.


"Benar, itu sebenarnya perusahaanmu yang aku bangun diam diam. Ayah sangat tahu bagaimana keluarga ayah berebut posisi di keluarga besar ayah. Ayah membangun perusahaan itu atas namamu berjaga jaga jika suatu hari ayah dijatuhkan oleh saudara sendiri.


Sekarang yang harus kamu lakukan adalah menjalankan perusahaan itu dengan baik dan memberi kita cucu yang banyak"


YANG MASIH PUNYA SISA VOTE BUANG SINI YAK


1 BAB LAGI AGAK SOREAN

__ADS_1


SEE YOU😘


__ADS_2