Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Rapuh


__ADS_3

Hendra dan Keira sangat berterimakasih atas penjelasan sang dokter tentang perawatan yang harus dilakukan. Hal itu sangat membantunya yang buta akan penanganan virus.


Mereka keluar dari ruangan saling berangkulan, lalu duduk di kursi tunggu untuk menebus obat setelah hasil lab keluar.


Keira pamit sebentar untuk membeli sedikit cemilan pengusir rasa bosan.


Untunglah mini marketnya masih berada di gedung yang sama meski berbeda lantai.


Keira kembali dengan membawa kantong plastik berukuran sedang yang berisi cemilan sehat dan 2 kotak minuman buah serta beberapa botol air mineral berukuran sedang.


Keluar dari lift Keira menyusuri koridor pendek. Dari kejauhan tampak Adam sang sahabat sedang mengobrol dengan suaminya.


Posisi Adam berdiri di sebelah Hendra dengan kedua tangannya dimasukan dalam saku celana. Entah apa yang dibicarakan Adam dengan sang suami yang terlihat mengetatkan rahang.


Keira penasaran dan mendekat secara perlahan sehingga mereka tak menyadari kehadirannya.


"...penyakit itu tidak akan sembuh, dan kamu tidak akan bisa lagi memberikan nafkah batin padanya. Kusarankan kamu melepasnya jika kamu mencintainya dan peduli dengannya"


grepp


Keira langsung meremas kerah jas snelli Adam dan menariknya hingga wajah mereka dekat.


Hal itu Keira lakukan agar Adam melihat kemarahan dan kebencian yang kini merasukinya.


"Denger ya, dokter abal abal.. asal kamu tau, sampai kapanpun aku tak akan membiarkan dia meninggalkanku, dan sampai kapanpun aku akan membuat perhitungan pada orang yang berani mengusik rumah tangga kami. Tau apa kamu soal penyakit ini, hah? kami sudah mendengar semua penjelasan dari seorang ahli. Apa hak kamu memberi diagnosa menyesatkan seperti itu"


Keira menghempaskannya dengan kasar disertai teriakan pada kalimat terakhirnya. Membuat beberapa perawat menghubungi pihak keamanan rumah sakit untuk melerai keributan.

__ADS_1


Hendra hanya menunduk. Bahunya tampak bergetar.


"Heh, memalukan" desis Adam yang mundur beberapa langkah karena dorongan Keira.


"Kamu yang memalukan. Dokter macam apa kamu berani menjatuhkan mental pasien yang seharusnya kalian kuatkan. Tau apa kamu yang masih seorang dokter umum tentang penyakit yang membutuhkan analisa seorang spesialis. Sahabat macam apa kamu yang memprovokasi pasangan sahabatnya sendiri agar meninggalkannya karena penyakit yang dideritanya, hah? JAWAB AKU" Keira terus berteriak menyuarakan rasa kesal dan sakit hatinya diiringi lelehan air mata.


Para perawat, pasien, dan dokter juga security yang berada di area itu terenyuh dan mendengarkan keluh kesahnya. Selama Keira tak membuat kegaduhan secara fisik, dokter yang memang dikenal ketus itu pantas mendapatkan karma karena ucapan pedasnya pada pasien.


"Denger ya. Kalo aku yang jadi istri kamu, dan kamu yang menderita penyakit seperti itu, lalu aku meninggalkanmu seperti yang kamu sarankan pada suamiku. Apa yang akan kamu lakukan? Apa yang akan kamu rasakan? Lihatlah, siapa disini yang menyedihkan. Kamu bahkan belum punya calon pendamping. Kusarankan kamu mencuci mulut busukmu sebelum kamu mendekati wanita" desis Keira.


Kejadian itu tentu saja ada 6ang merekamnya dan membagikannya ke media sosial milik mereka masing masing.


Keira mengajak Hendra untuk mencari kursi tunggu lain yang tak jauh dari tempat menebus obat.


Adam masih mematung di tempat. Bahunya mendapat tepukan dari dokter Bambang yang tadi menangani Hendra, lalu mengajaknya ke ruangannya.


Adam hanya menunduk. Dia sendiri shock dengan pernyataan Keira.


Dia benar


Bagaimana jika posisinya berada pada posisi Hendra dan pasangannya meninggalkannya karena penyakitnya. Tentu sangat menyakiti perasaannya dan mungkin dia akan bunuh diri karena depresi.


"M-maaf dok.. saya.. saya kelepasan" ucapnya memberi alasan.


"Cinta bukan seperti itu cara kerjanya. Dengan melepas dan membiarkannya bahagia dengan pilihannya, itulah cinta sejati" pesan dokter Bambang membuat Adam mendongak.


"Mak-maksud dokter?" tanyanya dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"Aku tau kamu mencintainya. Dan kamu melihat masalah kesehatan suaminya sebagai peluangmu untuk mendapatkannya. Tapi... apa kamu yakin kalau mereka berpisah karena hasutanmu maka wanita itu akan menjadi milikmu?"


Adam membeliakkan mata mendengar penuturan sang senior yang menohok hatinya.


"Sampai kapanpun kamu tak akan pernah memilikinya. Wanita itu mungkin lebih memilih sendiri seumur hidupnya dibanding hidup bersamamu" tutur katanya pelan tapi menusuk.


"Dari-dari mana dokter tau dia akan-"


"Kamu lupa kalau saya juga mengambil spesialis kejiwaan? saya sangat tau karakter wanita keras seperti itu. Dan tipe sepertimu sangat tidak cocok untuk menjadi pendamping wanita seperti itu. Saran saya, kamu temui pihak direktur rumah sakit. Saya yakin hal tadi sudah sampai ditelinganya dan karirmu terancam"


Dokter Bambang kembali menepuk pundaknya dan mempersilahkannya untuk keluar.


Adam keluar ruangan dengan langkah gontai. Dia lantas menyapu pandangan mencari sosok pasangan yang membuatnya gelap mata karena obsesinya.


Terlihat Hendra tengah memeluk Keira sambil terisak. Laki laki gagah itu tampak rapuh kala cobaan sedang menghampirinya, ditambah perkataannya yang memang kelewat batas.


Keira tampak menenangkannya, dengan susah payah Keira menenangkan suaminya yang terus tergugu.


Sudah bisa dipastikan betapa hancurnya perasaan laki laki itu.


Akankah dia sanggup menanggungnya jika posisinya berada pada posisi laki laki itu?



TAYANG BESOK SHUBUH BEIBZ


KEPOIN YAK😉

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA😆👌🏻


__ADS_2