Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Egois


__ADS_3

"Waaah mami emang the best, paling tau apa yang Retha suka" Aretha membuka kotak bekalnya. Mereka berada di pantry karena peraturan perusahaan yang melarang makan di meja kerja.


"Loh, sendoknya mana ma?" tanya Arga yang sedari tadi membolak balik kantong kain yang digunakan Keira untuk membawa kotak makan untuk mereka.


"Adduh, mama lupa. Lagian kamu naro sendok dimana sih?"


"Di kotak.." Arga menggantung ucapannya karena menyadari sesuatu.


"Mami masak di apartemen?" tanya Aretha akhirnya.


"Iya lah. Mami pengen beresin rumah tadinya. Kalian kan sibuk dua duanya"


"Gak mungkin gak beberes dong mi. Oh iya kalo sendok ada di kotak di bawah meja saji. Arga yang masukin katanya biar gak sama cicak. Yaudah sementara pake yang di pantry aja, biar Retha cuciin dulu, sekalian buat papa sama mami"


Keira melihat keanehan dalam ekspresi Arga yang tetiba diam.


"Kamu kenapa, Ga. Lidahnya kegigit?" pancing Keira.


Arga tetap bergeming. Tak berani menyanggah mamanya. Arga tahu mama pasti mencurigainya. Tapi gak mungkin dia membahasnya saat ini. Mengingat ada Aretha.


Keira tersenyum miring. Dia tahu Arga menyembunyikan sesuatu darinya. Namun dia tak bisa mengungkapkannya selagi ada Aretha disekitar mereka.


Baiklah, kita tunggu sampai aman.


Batin Keira. Setidaknya ada yang bisa diajak diskusi mengenai misteri mendiang suami dan mendiang istri Hendra.


"Loh, mami gak ke ruangan papa? papa pasti nunggu mami"


"Tapi.. sama kamu ajalah, Ret"


"Ya ampun mami, baru juga kemaren ijab qabulnya. Malam pertama juga udah laa yaa, masa masih malu malu"


"ck. Kamu..."


"Ya udah, ayok Retha temenin"


Aretha akhirnya menarik tangan Keira agar segera pergi ke ruangan sang papa karena waktu istirahat sudah lewat 10 menit. Dia mengerti dengan vibes pengantin baru yang pastinya ingin terus berdua an.


Keira sebenarnya bukan malu, dia hanya tak tahu cara menghadapi Hendra saat mengetahui kenyataan yang baru dia temukan. Namun Aretha salah mengartikannya.


"Ayolah mi. Nanti keburu abis waktu istirahatnya" Aretha terus membujuk setengah menarik paksa Keira saat mereka sudah ada di lantai tempat ruangan Hendra berada.


tok


tok

__ADS_1


Aretha mengetuk pintu sembari memutar bola matanya.


Lihatlah kelakuan ibu sambungnya yang bak abg hendak menyatakan cinta.


"Ekhem... masuk, sayang" terdengar sahutan dari dalam.


Hadeeeh, bahkan sang papa sudah menebak siapa yang datang.


Ceklek


"p-"


"Ngapain kamu kesini" sembur Hendra langsung kala melihat orang yang masuk bukanlah orang yang dia tunggu hingga hampir gagal jantung. Sedikit kecewa ternyata bukan permaisurinya yang datang.


"Idih papa, mentang mentang udah punya ayang. Nih mami bawain makanan buat papa" Aretha menyimpan kotak bekal di meja depan sofa.


"Mami nya kemana? papa gak mau makan kalo gak ditemenin mami"


"Euleuh euleuuuh ni penganten baru bener bener meresahkan. Denger gak mi kata papa gak mau makan masakan mami yang udah cape cape masakin trus ngebela belain panas panasan di-"


"Mana mami kamu?" tanya Hendra kemudian memotong ocehan putrinya sambil melangkah ke pintu.


deg


deg


"Ya ampun kalian bener bener gemesin deh" goda Aretha yang kemudian menarik keduanya kedalam kantor.


"Dah ah, terserah kalian mo ngapain. Retha mo makan dulu. Tar ditinggal Arga lagi" Aretha keluar meninggalkan mereka yang hanya saling terdiam menunduk.


"Papa jangan dulu pengen iya iya ya pa. Inget ini kantor" lagi lagi Aretha menggoda mereka dan langsung pergi dengan tawanya.


"Sini. Aku nungguin dari tadi" Hendra menarik tangan Keira ke sofa.


Keira masih setia menunduk meski langkahnya mengikuti tarikan Hendra ke sofa.


"Makanannya mau di peluk aja? gimana kalo aku yang dipeluk?" Hendra merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum lebar.


Keira menaruh kotak bekal itu di meja, lalu mengangsur mendekat pada Hendra dan memeluknya erat. Dia tak tahu akan seperti apa reaksinya saat kebenaran terungkap.


Apa Hendra akan membencinya karena ulah mendiang suaminya?


"Sayang, aku kangen. Kangeeeen banget sama kamu" ucap lirih Hendra ditelinga Keira. Ucapan penuh perasaan itu membuat dada Keira semakin sesak.


Apa dia kubur aja kenyataan yang dia temukan. Bolehkah dia egois sekali ini saja? Dia ingin memiliki kebahagiaan ini selamanya. Biarlah rahasia yang selama ini terkubur tetaplah terkubur.

__ADS_1


Bolehkah dia melakukannya?


"Aku juga kangen" jawabnya menahan perasaan. Setetes air lolos dari matanya tanpa Hendra ketahui, dan langsung Keira hapus.


Tapi tetap Hendra mengetahui saat dia menarik mundur tubuhnya dan menatap manik abu uang berkaca kaca itu.


"Sayang kamu nangis? " tanya Hendra yang kemudian menangkup kedua pipi Keira dan memperhatikan wajah sembab Keira.


"Iya, aku kangen berat"


Hendra kembali memeluknya dan mengecup samping kepalanya melihat dan merasakan ketulusan Keira dalam mencintainya.


"Dah, kita makan yuk. Bentar lagi waktu istirahat habis"


Keira melepas pelukan Hendra dan membuka kotak bekal.


"Suapin" pinta Hendra tersenyum manja.


Keira mendecak tapi dilakukan juga.


"Kamu juga makan. Sini aku yang suapin" Hendra mengambil kotak milik Keira dan menyuapinya.


"Kamu habis ini mau kemana?" tanya Hendra pada Keira yang membereskan kotak bekal setelah habis isinya.


Dia lantas berjalan mengambil minum untuk mereka berdua. Tepatnya satu gelas berdua.


"Pulang lah. Nunggu suami aku pulang" jawab Keira yang meminum dari gelas yang baru Hendra pakai minum ditempat bibirnya tadi.


"Kamu tau sunah Rosul? Beliau makan dan minum dengan alat yang sama dengan istri tercintanya. Hal romantis yang baru saja kamu lakukan" ucap Hendra mengelus pipi Keira sambil menatapnya lekat. Perlahan bibir mereka menyatu menyalurkan sedikit rasa rindu.


"Aku gak tau mantra apa yang kamu pakai bisa bikin aku tergila-gila sama kamu, sayang" ucap Hendra setelah melepas pagutan bibir mereka.


Keira menatap dalam manik matanya, diapun merasakan hal yang sama.


Tapi dia tak tahu akan seperti apa situasinya kalau Hendra tau kenyataannya.


Dia tak mau situasinya berubah.


Masa lalu, biarlah berlalu.


Tak akan merubah mereka yang telah tiada kembali hidup.


Tapi akan merubah kehidupan mereka menjadi tak tenang.


Bisakah dia tak mengungkapkannya dan membiarkannya tetap terkubur?

__ADS_1


YAMPON OTHOR KETIDURAN🙈🙇🏻‍♀️


PART INI OTHOR UP JAM SET 12 MALEM WIB KURANG LEBIH YA GAIS


__ADS_2