Besan Ooooh Besan...

Besan Ooooh Besan...
Jangan Ambil Nyawaku


__ADS_3

Arga bernafas lega. Dia tak peduli jika mertuanya menaruh dendam padanya.


"Hesty adalah boneka. Dia belajar pemrograman secara otodidak. Otak dibelakangnya ternyata mengincar perusahaan raksasa yang membeli sistem keamanan pada perusahaan kita. Mereka mencoba mensabotase sistem keamanan disana, namun karena kontrolnya ada di kita sehingga mereka menyerang server kita."


"Maksudmu perusahaan keuangan swasta terbesar di negara ini?"


"Tepat sekali. Dan untungnya papa membuat server dumy. Dan papa tau apa yang mereka lakukan?"


Arga mengeluarkan benda kecil berwarna kuning keemasan berukuran 1x1 cm dari saku nya.


"Chip?"


"Yup. Mereka menanam chip virus ini untuk membakar hardware server"


"Bukan orang sembarangan yang bisa masuk ke ruang server"


"Tepat. Hanya orang teknisi yang mempunyai akses"


"Kamu punya bukti mereka yang melakukannya?"


"Bukan mereka. Apa papa lupa jika saluran instalasi listrik melalui ruangan itu? dan 2 hari yang lalu, kantor kita mengalami pemadaman sementara karena ada travo yang terbakar. Itu alasan mereka"


"Sialan. Mereka menggunakan akses orang teknisi untuk masuk"


"Benar pa. Dan untungnya papa melakukan pengamanan berlapis dengan memindahkan otomatis program pada server dumy cadangan, dan sekarang mereka sedang gencar menyerang firewall server itu"


"Apa kamu menemukan lokasi mereka?"


"Sebagian ada di kota ini, sebagian lagi ada di pinggiran kota. Mereka saling mem-back up jika salah satu terdeteksi"


"Apa kita terlacak?"


"Sepertinya tidak, pa. Karena mereka terus melakukan serangan"


"Bagus. Sebarkan lokasi mereka pada pihak intelejen. Aku mau mereka ditangkap tanpa mereka sadari"


"Baik pa"


Mereka lantas membahas penyusunan strategi dalam menangkap para perampok itu. Tanpa terasa waktu berlalu.


"Jam berapa sekarang?" tanya Hendra kemudian.


"hmmm 30 menit lagi waktunya istirahat"


Ternyata waktu tak begitu cepat berlalu.

__ADS_1


"Apa boleh pulang?" Hendra menghiba.


"Apa?" Arga kembali terheran dengan pertanyaan papa mertuanya.


"Apa papa sakit?" tanya Arga yang melihat mood Hendra yang kembali murung.


"Ya. Jika menyangkut mamamu papa selalu sakit disini dan disini" Hendra menunjuk pada kepala dan dadanya.


Dia lantas kembali menelungkupkan kepalanya di meja.


"Heh.. sekarang siapa yang cinta mati sama mama?" decih Arga mengejek papa sambung sekaligus mertuanya itu.


Arga lantas bangkit dan keluar dari ruangan meninggalkan sang papa dengan kegundahannya.


"Floooo......" raung Hendra yang merasa frustasi karena belum bisa segera menemui permaisurinya.


Pekerjaan bahkan tak bisa mengenyahkan posisi Keira di pikiran Hendra.


Dia bahkan menulis nama 'Flo' pada kolom tanda tangan.


Alhasil dia meminta cetak ulang lembaran terakhir proposal yang sebelumnya sudah di print beberapa kali itu.


Waktu menunjukan pukul 12 teng waktu setempat.


Lewat 3 menit


Lewat 5 menit


Lewat 10 menit


Lewat 15 menit


Lewat 20 menit


tak


tak


tak


tak


Suara heels sepatu wanita terdengar dari luar pintu.


Hendra terkesiap

__ADS_1


Dia lantas masuk ke kolong meja


"Ngapain masuk kolong?"


tanyanya pada diri sendiri yang lantas keluar kembali.


Sedikit merapikan rambutnya.


Lalu kemejanya.


dug


dug


dug


Jantungnya berdebar kencang.


"Ya Tuhaaaan.. jangan ambil nyawaku sekaraaang.." do'a nya dalam hati.


Keira memang ajaib.


Dia sanggup menggetarkan dunia Hendra dalam sekejap.


Hendra bahkan menjadi pribadi yang irrasional.


"Kenapa gak muncul muncul?" gumam Hendra yang sedikit berkeringat menatap pintu sembari menggigit kukunya.


Dia bahkan berganti ganti gaya berdiri dalam menyambut sang permaisuri.


tok


tok


Akhirnya pintu itu diketuk


"Ekhem.. masuk sayang" suaranya sedikit bergetar.


Ceklek


BWAAAAA😜


LANJOOT BESYOOOK


JANGAN LUPA JEMPOLNYA DIGOYANG

__ADS_1


__ADS_2