
"Sayang.. ngomong dong.."
cup
"Marah marah lagi ga pa pa"
cup
"Seenggaknya aku tau kamu masih peduli sama aku- a a a ah.."
Hendra mengaduh kala Keira tengah membersihkan lumpur di pipinya tapi dia terus mengecupi bibirnya, alhasil Keira mencubit pipinya dengan kesal.
"Kamu tuh gabisa apa kalo gak narik perhatian betina mulu. Kesel lama lama harus terus berurusan sama ulet bulu"
"Ya abis gimana. Orang ganteng gini masa dianggurin. Kan mubaz- a a a a ampun yang ampuuuun..."
Keira kembali melayangkan cubitan pedas pada paha nya.
Namun Hendra langsung mengarahkan tangan jahil Keira pada bagian tengahnya.
"Yang ini lagi nganggur, yang. Kasih kerjaan dong" pintanya menghiba.
"Kamu tau darimana tempat ini?" tanya Keira yang melanjutkan usapan dahsyatnya membuat Hendra menahan nafas sambil memejamkan matanya.
"Kamu gak akan bisa kabur dari aku say..aahh..pulang yuk.. kesian dede gemaynya minta dikelonin"
...πππππ...
Hendra memeluk Keira dari belakang dengan erat setelah membuat uratnya bekerja keras.
"Jangan pernah ninggalin aku. Lebih baik pukul aku biar tersadar. Kalo kamu diemin aku trus tiba tiba ninggalin, aku bisa mati" ucapnya ditelinga Keira.
"Kadang manusia harus merasakan kehilangan, barulah bisa menyadari betapa berharganya yang pernah dimilikinya, dan saat kamu menyadarinya semua sudah terlambat. Kamu hanya beruntung aku gak bener bener ninggalin kamu"
"Aku gak pernah meragukan ketulusan kamu. Aku cuma shock dengan kenyataan yang sangat membingungkan. Tapi sedikitpun aku gak berniat untuk goyah apalagi kembali. Karena dia sudah mati untukku saat jasad itu ditutup oleh tanah. Entah itu jasadnya atau bukan.
Aku hanya merasa bodoh karena tertipu sikap manisnya.
__ADS_1
Dan lebih bodoh lagi kalau membiarkanmu pergi" Hendra mengetatkan pelukannya seolah Keira akan kembali menghilang.
Keira membalikan tubuhnya jadi berhadapan.
"Berapa saldo uang kamu simpan dalam kartuku?"
"Kenapa, apa kurang?"
"Kenapa belum abiis. Aku tadinya iseng beli ruko ini biar kamu bangkrut. Kenapa saldonya masih sisa 4 digit"
"Kalo kurang masih ada 3 lagi di aku. Kamu beli ruko se kota, baru uangku habis"
"Ck, penghamburan tau"
Lah..
"Aretha kenapa gak kerja?" tanya Hendra yang kembali memposisikan rudalnya pada selongsong hangat.
"eenghh.. dia resign. Dia milih ikut ngurus cafe, katanya.. pelan pelan ihh..katanya.. ahhh... dia lebih suka ngurus bunga daripada ngurus kertas... Hendra... pelan pelaaan...hhh.."
Intermezzo nya udahan ah, panas panasan mulu ntar itemπ
Hendra fokus membantu bisnis Keira karena perusahaan sudah full di handle Arga. Hendra tak menyangka dengan kemampuan Arga. Dia tak salah menilai jika Arga mempunyai tangan emas. Karena lokasi toko dekat dengan kantor, Arga tak perlu jauh jauh makan siang, atau Aretha bisa datang untuk mengantarkan makan siang dengan mudah jika Arga sangat sibuk.
Hendra menjual Aston Martin nya yang dulu ia beli untuk Leona
dan digantikan dengan VW COMBI modifikasi camp van agar bisa kapan saja traveling dengan istrinya.
Selain itu bisa multifungsi untuk mengantar pesanan dalam jumlah banyak.
Aretha melahirkan sepasang anak kembar bernama Rachel dan Richie Presetya.
Keira senang karena do'a nya terkabul. Dia malah sering membawa kabur anak kembar itu untuk ikut berkemah dengan Hendra.
__ADS_1
"Mamiii.. jangan bawa anak orang sembarangan doong, Retha kan keder jadinya nyariin tu bocah pada kemana" keluh Aretha saat menjemput ke sekolah ternyata si kembar sudah dijemput Keira untuk kemping di pinggir pantai.
"Udaah, jangan ngomel mulu nanti cepet tua. Sana bikin anak kembar lagi aja biar gak sisirikan"
"Lah dipikir bikin donat apa. Mami aja bikin sendiri biar gak nyolongin anak orang terus"
"Kamu kayak yang gak tau aja. Mami kan gak bisa produksi lagi, udah diawetin .Kalo proses sih tetep lanjut. Itu jangan lupa Arga suruh minum jamu yang di kulkas, angetin dulu aja biar tokcer"
"Mamiii..." pekik Aretha kala Arga membopongnya untuk melaksanakan titah kanjeng mami yang pantang untuk dibantah.
...****************...
Hidup tak pernah lepas dari masalah karena masalah adalah satu di antara cara Tuhan menjadikanmu pribadi yang lebih kuat dan dewasa.
Cintai apa pun yang ada di dunia dengan sewajarnya karena apa pun yang ada di dunia tak ada yang abadi.
Pikirkan apa pun yang akan kamu ucapkan karena setiap ucapan yang keluar dari mulutmu, tak akan bisa kamu tarik kembali.
Kadang kamu bertemu seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu hanya untuk menyadari pada akhirnya kamu harus melepaskannya.
Terimakasih para readers yang setia mendukung karyaku. Mohon maaf jika jalan cerita maupun endingnya kurang berkenan.
Bagi yang ingin berkomentar bijak tanpa menjatuhkan akan sangat aku hargai.
Karena berkarya itu tak semudah menjatuhkan.
Yang masih penasaran sama karya selanjutnya mangga dilanjut ke judul berikutnya.
Sudah sampe bab 24 loh.
Yuk kepoin dan jangan lupa tinggalkan jejak positif yaπ
Love you all
Thank you for all of your support
__ADS_1
See you on my next story
π€π€π€